oleh: Abdul Hakim
Pada hari Jumat, tanggal 26 Februari 2010, bertepatan dengan hari libur Maulid Rasulullah SAW, 12 Rabiul Awwal 1431 H, Litbang Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi, telah mengadakan acara seminar pendidikan dengan tema “Penerapan Pembelajaran yang Berkualitas Melalui Pendekatan Multiple Intelligence”, dengan nara sumber pakar Multiple Intelligence terkemuka saat ini, Munif Chatib.
Acara tersebut diikuti oleh sekitar 80 orang peserta yang terdiri dari dosen STAIMI dan guru-guru Madrasah Aliyah, Ibtidaiyah, SMK, SMP, dan SD di Kota Depok. Kegiatan itu dilaksanakan untuk lebih memperkenalkan Multiple Intelligence di kalangan para pendidik sebagai suatu metode pembelajaran yang pada saat ini dipandang sangat efektif dalam penerapan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dalam mengikuti acara seminar itu, para peserta tampak sangat antusias dalam menerima dan mengikuti penjelasan oleh Bapak Munif Chatib yang cukup interaktif dan menyenangkan dalam penyampaian materinya. Pada saat ini menurut Munif Chatib salah satu sekolah yang telah menerapkan metode multiple intelligence adalah di SMP Lazuardi Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam menerapkan metode ini, pada dasarnya, para peserta didik semuanya dianggap tidak ada yang bodoh. Setiap anak sesungguhnya mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, yang tidak terbatas pada kecerdasan intelektual seperti yang selama ini dipahami orang. Sehingga melalui penerapan metode ini, bakat dan kemampuan seseorang akan dikembangkan sesuai dengan kecerdasan yang mereka miliki.
Dengan memahami metode multiple intelligence diharapkan para pendidik mulai merubah paradigma yang dianut selama ini dan sekolah semestinya bisa menerima setiap peserta didik tanpa membedakan mereka yang cerdas atau tidak. Seperti dikemukakan oleh penemu teori multiple intelligence, Howard Gardner, ada 8 kategori kecerdasan yang terdiri dari : bodily kinestethic, interpersonal, verbal-linguistic, logical-mathematical, intrapersonal, visual-spatial, musical, dan naturalistic. Tugas para pendidik di sekolah adalah untuk menumbuhkan potensi dari berbagai jenis kategori kecerdasan tersebut kepada para peserta didik secara tepat dan terukur. Dengan demikian tujuan dari dunia pendidikan untuk mencerdaskan bangsa dengan ilmu dan ketakwaan diharapkan akan bisa tercapai.
Pendaftaran Siswa Baru
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Alamat Sekolah dan Pendaftaran
SMP LIK Salabintana Sukabumi
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151 www.sekolah-unggul.com
Kamis, 19 Januari 2012
Sekolah: Mesin pembunuh kreativitas siswa
By munif chatib
Bertemu dengan orang hebat lulusan ITB, cukup senior. Dalam diskusi 1 jam, beliau yg punya segudang pengalaman di dalam dan di luar negeri membuat statemen yang cukup mengejutkan saya. Pernyataan itu adalah “Betapa banyak sekolah yang menjadi mesin pembunuh bakat anak kita.
Betapa saya tidak kaget, saya baru bertemu dengan beliau, namun punya paradigma yang sama dalam hal memandang sekolah Ketika saya kenalkan dengan konsep sekolahnya manusia, beliau senang sekali. Pada waktu pamit, beliau berpesan. “Teruskan perjuangan pak Munif, terus membangun Sekolahnya Manusia.”
Pendaftaran Siswa Baru
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Alamat Sekolah dan Pendaftaran
SMP LIK Salabintana Sukabumi
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
www.sekolah-unggul.com
Bertemu dengan orang hebat lulusan ITB, cukup senior. Dalam diskusi 1 jam, beliau yg punya segudang pengalaman di dalam dan di luar negeri membuat statemen yang cukup mengejutkan saya. Pernyataan itu adalah “Betapa banyak sekolah yang menjadi mesin pembunuh bakat anak kita.
Betapa saya tidak kaget, saya baru bertemu dengan beliau, namun punya paradigma yang sama dalam hal memandang sekolah Ketika saya kenalkan dengan konsep sekolahnya manusia, beliau senang sekali. Pada waktu pamit, beliau berpesan. “Teruskan perjuangan pak Munif, terus membangun Sekolahnya Manusia.”
Pendaftaran Siswa Baru
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Alamat Sekolah dan Pendaftaran
SMP LIK Salabintana Sukabumi
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
www.sekolah-unggul.com
Kuliah Daily Routine dari sang Eyang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Sukabumi
Kuliah Daily Routine dari sang Eyang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Sukabumi
By Munif Chatib
Sudah lama tidak menulis untuk SMP LIK Sukabumi yang luar biasa ini. Lalu Pak Hasan Mawardi, sang kepala sekolah mengirimkan email kepada saya berisi informasi tentang seorang kakek dari salah satu siswa memberi kuliah tentang kebiasan-kebiasaan hidup yang harus diperhatikan. Jujur, kurikulum kita ‘kehilangan’ tentang keterampilan kebiasaan-kebiasan sehari-hari yang penting untuk kehidupan selanjutnya. Saya menamakan materi ini tentang dengan sebutan DAILY ROUTINE. Mungkin sebab dipikir tidak terlalu kognitif, maka banyak ditinggalkan oleh banyak sekolah. Bayangkan sekolah yang mengajarkan kebiasaan sehari-hari. Contoh cuci tangan sebelum makan, sikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan pagi. Ada siswa yang malas makan sayuran. Ada kebiasaan buruk lainnya yaitu SAGEME (satu gelas rame-rame), BeAaBe tidak disiram, terkadang tidak mandi karena alasan dingin, buang sampah sembarangan, dan lain-lain. Pertanyaannya besarnya apakah materi ini semua PENTING? Bukankah yang lebih penting adalah Matematika, IPA dan lain-lain. Jawabnya semua materi penting. Tapi DAILY ROUTINE adalah materi yang mengandung kebiasaan, yaitu perilaku yang diulang-ulang. DAILY ROUTINE adalah materi yang jika sudah menjadi kebiasaan siswa akan terpakai seumur hidup, ketika dewasa, ketika berkeluarga dan berhadapan dengan masyarakat luas. Saya sangat berterima kasih sekali kepada yang terhormat Bapak Pong Muhartono Djunaedi, kakek dari Ananda Bayu dan Sultan pada acara Ortu Mengajar tanggal 26 November 2011 lalu. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat. Memang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, para keluarga siswa diberi kesempatan untuk mengajar tentang tema apa saja yang dirasa penting untuk bekal kehidupan siswanya. Terima kasih buat Pak Hasan, Pak Komar yang menjadi moderator acara, dan juga kepada Pak Saban dan Ibu Muna. Semoga sukses selalu. SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah: Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0817 0180 458
Blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com web: www.sekolah-unggul.com
By Munif Chatib
Sudah lama tidak menulis untuk SMP LIK Sukabumi yang luar biasa ini. Lalu Pak Hasan Mawardi, sang kepala sekolah mengirimkan email kepada saya berisi informasi tentang seorang kakek dari salah satu siswa memberi kuliah tentang kebiasan-kebiasaan hidup yang harus diperhatikan. Jujur, kurikulum kita ‘kehilangan’ tentang keterampilan kebiasaan-kebiasan sehari-hari yang penting untuk kehidupan selanjutnya. Saya menamakan materi ini tentang dengan sebutan DAILY ROUTINE. Mungkin sebab dipikir tidak terlalu kognitif, maka banyak ditinggalkan oleh banyak sekolah. Bayangkan sekolah yang mengajarkan kebiasaan sehari-hari. Contoh cuci tangan sebelum makan, sikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan pagi. Ada siswa yang malas makan sayuran. Ada kebiasaan buruk lainnya yaitu SAGEME (satu gelas rame-rame), BeAaBe tidak disiram, terkadang tidak mandi karena alasan dingin, buang sampah sembarangan, dan lain-lain. Pertanyaannya besarnya apakah materi ini semua PENTING? Bukankah yang lebih penting adalah Matematika, IPA dan lain-lain. Jawabnya semua materi penting. Tapi DAILY ROUTINE adalah materi yang mengandung kebiasaan, yaitu perilaku yang diulang-ulang. DAILY ROUTINE adalah materi yang jika sudah menjadi kebiasaan siswa akan terpakai seumur hidup, ketika dewasa, ketika berkeluarga dan berhadapan dengan masyarakat luas. Saya sangat berterima kasih sekali kepada yang terhormat Bapak Pong Muhartono Djunaedi, kakek dari Ananda Bayu dan Sultan pada acara Ortu Mengajar tanggal 26 November 2011 lalu. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat. Memang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, para keluarga siswa diberi kesempatan untuk mengajar tentang tema apa saja yang dirasa penting untuk bekal kehidupan siswanya. Terima kasih buat Pak Hasan, Pak Komar yang menjadi moderator acara, dan juga kepada Pak Saban dan Ibu Muna. Semoga sukses selalu. SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah: Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0817 0180 458
Blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com web: www.sekolah-unggul.com
GURUNYA MANUSIA, AWAL MAJUNYA INDONESIA
By Munif Chatib (Konsultan SMP Boarding LIK)
Masih ingat pidato Kaisar Hirohito tahun 1945, setelah negara Jepang hancur oleh bom atom.
“Masih ada berapakah orang guru yang masih hidup? Selamatkan mereka, Sebab dengan merekalah negara ini bisa bangkit kembali. Dan benar 30 tahun kemudian Jepang menjadi negara adidaya di Asia kembali dengan kualitas pendidikan yang baik.
Guru adalah masa depan bangsa. Jika guru di sebuah negara cara kerjanya profesional, maka biasanya negara itu maju. Sebaliknya, jika para gurunya tidak berkualitas, biasanya negara tersebut terpuruk dari berbagai bidang. Gurunya Manusia adalah guru yang profesional. Dan setiap guru harus dan mampu menjadi GURUNYA MANUSIA.
Lalu jika anda sekarang ini adalah seorang guru, apakah masuk kategori GURUNYA MANUSIA atau GURUNYA ROBOT? Ikuti bedah buku GURUNYA MANUSIA. Buku ini kelanjutan dari buku SEKOLAHNYA MANUSIA. (https://munifchatib.wordpress.com)
Pendaftaran Siswa Baru
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Alamat Sekolah dan Pendaftaran
SMP LIK Salabintana Sukabumi
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
www.sekolah-unggul.com
Masih ingat pidato Kaisar Hirohito tahun 1945, setelah negara Jepang hancur oleh bom atom.
“Masih ada berapakah orang guru yang masih hidup? Selamatkan mereka, Sebab dengan merekalah negara ini bisa bangkit kembali. Dan benar 30 tahun kemudian Jepang menjadi negara adidaya di Asia kembali dengan kualitas pendidikan yang baik.
Guru adalah masa depan bangsa. Jika guru di sebuah negara cara kerjanya profesional, maka biasanya negara itu maju. Sebaliknya, jika para gurunya tidak berkualitas, biasanya negara tersebut terpuruk dari berbagai bidang. Gurunya Manusia adalah guru yang profesional. Dan setiap guru harus dan mampu menjadi GURUNYA MANUSIA.
Lalu jika anda sekarang ini adalah seorang guru, apakah masuk kategori GURUNYA MANUSIA atau GURUNYA ROBOT? Ikuti bedah buku GURUNYA MANUSIA. Buku ini kelanjutan dari buku SEKOLAHNYA MANUSIA. (https://munifchatib.wordpress.com)
Pendaftaran Siswa Baru
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Alamat Sekolah dan Pendaftaran
SMP LIK Salabintana Sukabumi
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
www.sekolah-unggul.com
Sekolahnya Manusia.
Sekolahnya Manusia. Itu adalah judul buku ini. Pengarangnya adalah Munif Chatib, seseorang yang secara intens menerapkan Multiple Intelligences.
Buku ini baik untuk dibaca para orang tua, guru, para pengambil kibajakan di dunia pendidikan dan semua pihak yang ingin mengembangkan dunia pendidikan. Selama ini kita menganggap anak cerdas, anak pintar itu hanya ditentukan atau dilihat dari sisi kecerdasan kognitif atau Akademik saja.
Buku ini membahas tentang Multiple Intelligences (MI). Bahwa seorang anak dikatakan cerdas bukan hanya karena kecerdasan kognitif semata. MI mengajak kita untuk melihat potensi kecerdasan setiap anak yang berbeda. Tidak ada anak yang bodoh, setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan di tempat yang terbaik dan dengan cara yang terbaik. Yang diutamakan dalam MI ini adalah The Best Process dan bukan The Best Input.
Dalam buku ini juga disampaikan tentang Multiple Intelligences Research (MIR). MIR adalah alat/metode test untuk melihat potensi kecerdasan anak, sehingga anak diketahui mana kecerdasan anak yang paling dominan. Dari hasil MIR inilah guru dan orang tua murid dapat mengetahui metode apa yang paling tepat untuk mengasah kecerdasan siswa.
Sekolahnya Manusia, halaman 56: DR Howard Gardner mengatakan ada delapan kecerdasan.
1. Kecerdasan Linguistik
Komponen Inti: kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa.
Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat.
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Komponen Inti: kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.
Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar dan berpikir logis, memecahkan masalah.
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Komponen Inti: kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.
Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain.
4. Kecerdasan Musikal
Komponen Inti: kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titi nada dan warna nada serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.
Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik.
5. Kecerdasan Kinestetis
Komponen Inti: kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengola objek, respons dan refleks.
Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik dan keseimbangan.
6. Kecerdasan Interpersonal
Komponen Inti: kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain.
Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerjasama, mempunyai empati yang tinggi.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Komponen Inti: memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.
Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup.
8. Kecerdasan Naturalis
Komponen Inti: keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non-formal.
Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi.
Menurut Munif Chatib, selama ini orang salah mempersepsikan MI ini dengan mata pelajaran. Misalnya kecerdasan Matematis-Logis disamakan dengan pelajaran Matematika. Beliau menyatakan bahwa MI bukan mata pelajaran. MI adalah strategi pembelajaran. Inti strategi pembelajaran ini adalah bagaimana guru mengemas gaya mengajarnya agar mudah ditangkap dan dimengerti oleh siswanya.
Konsep MI yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap anak. Lebih jauh, konsep ini percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila kelebihan tersebut dapat dideteksi sedari awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi kepandaian sang anak. (Sekolahnya Manusia, hal.92)
Buku
http://books.google.co.id/books/about/Sekolahnya_manusia.html?id=m5mVRV1hHAkC&redir_esc=y
www.sekolah-unggul.com
Buku ini baik untuk dibaca para orang tua, guru, para pengambil kibajakan di dunia pendidikan dan semua pihak yang ingin mengembangkan dunia pendidikan. Selama ini kita menganggap anak cerdas, anak pintar itu hanya ditentukan atau dilihat dari sisi kecerdasan kognitif atau Akademik saja.
Buku ini membahas tentang Multiple Intelligences (MI). Bahwa seorang anak dikatakan cerdas bukan hanya karena kecerdasan kognitif semata. MI mengajak kita untuk melihat potensi kecerdasan setiap anak yang berbeda. Tidak ada anak yang bodoh, setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan di tempat yang terbaik dan dengan cara yang terbaik. Yang diutamakan dalam MI ini adalah The Best Process dan bukan The Best Input.
Dalam buku ini juga disampaikan tentang Multiple Intelligences Research (MIR). MIR adalah alat/metode test untuk melihat potensi kecerdasan anak, sehingga anak diketahui mana kecerdasan anak yang paling dominan. Dari hasil MIR inilah guru dan orang tua murid dapat mengetahui metode apa yang paling tepat untuk mengasah kecerdasan siswa.
Sekolahnya Manusia, halaman 56: DR Howard Gardner mengatakan ada delapan kecerdasan.
1. Kecerdasan Linguistik
Komponen Inti: kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa.
Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat.
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Komponen Inti: kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.
Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar dan berpikir logis, memecahkan masalah.
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Komponen Inti: kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.
Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain.
4. Kecerdasan Musikal
Komponen Inti: kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titi nada dan warna nada serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.
Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik.
5. Kecerdasan Kinestetis
Komponen Inti: kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengola objek, respons dan refleks.
Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik dan keseimbangan.
6. Kecerdasan Interpersonal
Komponen Inti: kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain.
Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerjasama, mempunyai empati yang tinggi.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Komponen Inti: memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.
Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup.
8. Kecerdasan Naturalis
Komponen Inti: keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non-formal.
Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi.
Menurut Munif Chatib, selama ini orang salah mempersepsikan MI ini dengan mata pelajaran. Misalnya kecerdasan Matematis-Logis disamakan dengan pelajaran Matematika. Beliau menyatakan bahwa MI bukan mata pelajaran. MI adalah strategi pembelajaran. Inti strategi pembelajaran ini adalah bagaimana guru mengemas gaya mengajarnya agar mudah ditangkap dan dimengerti oleh siswanya.
Konsep MI yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap anak. Lebih jauh, konsep ini percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila kelebihan tersebut dapat dideteksi sedari awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi kepandaian sang anak. (Sekolahnya Manusia, hal.92)
Buku
http://books.google.co.id/books/about/Sekolahnya_manusia.html?id=m5mVRV1hHAkC&redir_esc=y
www.sekolah-unggul.com
Gurunya Manusia
Gurunya Manusia
Ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh Amerika Serikat pada 1945, hal yang pertama ditanyakan oleh Kaisar Jepang, Kaisar Hirohito adalah berapa banyak guru yang masih hidup. Kaisar Hirohito sangat sadar bahwa kemajuan dan kebangkitan suatu bangsa itu dimulai dari sumber daya manusianya. Sementara sumber daya manusia yang baik itu bisa dicapai dengan pendidikan. Sedangkan faktor yang penting dalam pendidikan pada masa itu adalah keberadaan guru.
Guru adalah orang yang bisa mengajar murid-muridnya. Guru adalah sosok yang bisa mengarahkan pendidikan bagi para murid yang dididiknya. Guru adalah pendidik, pengajar, dan fasilitator bagi para muridnya. Oleh karenanya, sosok guru menjadi sangat urgen dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh guru.
Munif Chatib dalam bukunya yang berjudul “Gurunya Manusia” menawarkan sebuah konsep keguruan yang bisa merealisasikan keberhasilan pendidikan. Konsep gurunya manusia merupakan sebuah konsep keguruan yang perlu dicermati. Konsep gurunya manusia adalah sebuah konsep yang mengarah pada kualifikasi guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik untuk suksesi pendidikan.
Gurunya manusia adalah guru yang punya keikhlasan dalam mengajar dan belajar. Guru yang punya keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswa berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas akan berintrospeksi apabila ada siswa yang tidak memahami materi ajar. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar sebab mereka sadar, profesi guru tidak boleh berhenti untuk belajar (hlm. 57).
Gurunya manusia memiliki karakter yang mulia, budi pekerti, moral, dan etika yang luhur, serta memiliki kompetensi yang berkualitas. Dengan demikian, gurunya manusia bukanlah guru robot yang kinerjanya mirip seperti robot. Guru robot hanya peduli pada beban materi yang harus disampaikan kepada para murid di waktu kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan.
Gurunya manusia juga tidak berkarakter materialis. Guru materialistis hanya mementingkan materi-finansial belaka. Guru materialistis adalah guru yang selalu melakukan perhitungan, hal ini seperti yang dilakukan oleh para pelaku bisnis. Guru seperti itu hanya mengincar dan menghitung berapa besar gaji yang diberikan sehingga terkadang menimbulkan ketidakikhlasan dalam mendidik para murid.
Tentunya, gurunya manusia yang ditawarkan oleh Munif bukanlah seperti guru robot ataupun guru materialistis. Gurunya manusia yang dikonsepkan Munif adalah guru yang ikhlas, mau belajar, dan tegar serta sabar dalam mengajar para muridnya. Gurunya manusia juga mau mengajar dan menerima murid dengan berbagai karakter.
Gurunya manusia bersikap profesional, personal, sosial, dan pedagogik. Di hadapan guru, setiap murid berpotensi menjadi juara. Gurunya manusia tidak mendiskriminasi setiap muridnya atau sebagian murid yang memiliki perbedaan dan kelainan. Dia selalu mengajar dengan hati, memahami kemampuan murid dan terus menjelajahinya, mengajar dengan cara yang menyenangkan dan menarik, serta mampu menempatkan diri sebagai fasilitator yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.
Menurut Anies Baswedan, Ph.D, rektor Universitas Paramadina dalam sebuah kata pengantarnya, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar, yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Guru harus mengerti dan bisa mempraktikkan konsep pedagogi yang efektif agar tujuan pendidikan tercapai. Namun tak dapat dimungkiri bahwa kondisi tiap zaman berbeda. Begitu pula kondisi tiap daerah. Banyak sekali faktor yang berpengarh pada keberhasilan pendidikan. Guru saat ini haruslah senantiasa up-to-date terhadap perkembangan ilmu pedagogi.
Konsep lain yang penting adalah kepemimpinan. Guru adalah pemimpin di kelas bagi para muridnya. Guru mesti memberikan contoh yang baik kepada para muridnya. Akhlak guru memancar menjadi inspirasi pembentukan karakter murid-murid. Tidak hanya demikian, guru juga harus bisa memberikan motivasi kepada para muridnya di dalam kelas. Hal yang penting lagi bagi guru, menurut Anis Baswedan, Ph.D, adalah bahwa guru itu harus senantiasa belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa arus perkembangan dan perubahan zaman begitu drastis dan berjalan sangat cepat. Oleh karenanya, guru juga harus mampu menghadapi arus perubahan tersebut. Akhirnya, dengan membaca buku yang berjudul “Gurunya Manusia”, para pembaca diajak untuk menyelami falsafah konsep guru yang ideal yang disebut oleh penulisnya sebagai gurunya manusia. Buku setebal 256 halaman tersebut sangat inspiratif sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas guru guna menuju pendidikan progresif dan visioner. Carut-marutnya pendidikan di Indonesia saat ini memang tidak bisa dimungkiri lagi adanya. Sebagai salah satu solusinya adalah peningkatan kualitas guru yang nantinya akan mampu mendidik para peserta didik dengan baik. *) Peresensi adalah pengamat pendidikan pada Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
http://oase.kompas.com
Ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh Amerika Serikat pada 1945, hal yang pertama ditanyakan oleh Kaisar Jepang, Kaisar Hirohito adalah berapa banyak guru yang masih hidup. Kaisar Hirohito sangat sadar bahwa kemajuan dan kebangkitan suatu bangsa itu dimulai dari sumber daya manusianya. Sementara sumber daya manusia yang baik itu bisa dicapai dengan pendidikan. Sedangkan faktor yang penting dalam pendidikan pada masa itu adalah keberadaan guru.
Guru adalah orang yang bisa mengajar murid-muridnya. Guru adalah sosok yang bisa mengarahkan pendidikan bagi para murid yang dididiknya. Guru adalah pendidik, pengajar, dan fasilitator bagi para muridnya. Oleh karenanya, sosok guru menjadi sangat urgen dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh guru.
Munif Chatib dalam bukunya yang berjudul “Gurunya Manusia” menawarkan sebuah konsep keguruan yang bisa merealisasikan keberhasilan pendidikan. Konsep gurunya manusia merupakan sebuah konsep keguruan yang perlu dicermati. Konsep gurunya manusia adalah sebuah konsep yang mengarah pada kualifikasi guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik untuk suksesi pendidikan.
Gurunya manusia adalah guru yang punya keikhlasan dalam mengajar dan belajar. Guru yang punya keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswa berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas akan berintrospeksi apabila ada siswa yang tidak memahami materi ajar. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar sebab mereka sadar, profesi guru tidak boleh berhenti untuk belajar (hlm. 57).
Gurunya manusia memiliki karakter yang mulia, budi pekerti, moral, dan etika yang luhur, serta memiliki kompetensi yang berkualitas. Dengan demikian, gurunya manusia bukanlah guru robot yang kinerjanya mirip seperti robot. Guru robot hanya peduli pada beban materi yang harus disampaikan kepada para murid di waktu kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan.
Gurunya manusia juga tidak berkarakter materialis. Guru materialistis hanya mementingkan materi-finansial belaka. Guru materialistis adalah guru yang selalu melakukan perhitungan, hal ini seperti yang dilakukan oleh para pelaku bisnis. Guru seperti itu hanya mengincar dan menghitung berapa besar gaji yang diberikan sehingga terkadang menimbulkan ketidakikhlasan dalam mendidik para murid.
Tentunya, gurunya manusia yang ditawarkan oleh Munif bukanlah seperti guru robot ataupun guru materialistis. Gurunya manusia yang dikonsepkan Munif adalah guru yang ikhlas, mau belajar, dan tegar serta sabar dalam mengajar para muridnya. Gurunya manusia juga mau mengajar dan menerima murid dengan berbagai karakter.
Gurunya manusia bersikap profesional, personal, sosial, dan pedagogik. Di hadapan guru, setiap murid berpotensi menjadi juara. Gurunya manusia tidak mendiskriminasi setiap muridnya atau sebagian murid yang memiliki perbedaan dan kelainan. Dia selalu mengajar dengan hati, memahami kemampuan murid dan terus menjelajahinya, mengajar dengan cara yang menyenangkan dan menarik, serta mampu menempatkan diri sebagai fasilitator yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.
Menurut Anies Baswedan, Ph.D, rektor Universitas Paramadina dalam sebuah kata pengantarnya, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar, yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Guru harus mengerti dan bisa mempraktikkan konsep pedagogi yang efektif agar tujuan pendidikan tercapai. Namun tak dapat dimungkiri bahwa kondisi tiap zaman berbeda. Begitu pula kondisi tiap daerah. Banyak sekali faktor yang berpengarh pada keberhasilan pendidikan. Guru saat ini haruslah senantiasa up-to-date terhadap perkembangan ilmu pedagogi.
Konsep lain yang penting adalah kepemimpinan. Guru adalah pemimpin di kelas bagi para muridnya. Guru mesti memberikan contoh yang baik kepada para muridnya. Akhlak guru memancar menjadi inspirasi pembentukan karakter murid-murid. Tidak hanya demikian, guru juga harus bisa memberikan motivasi kepada para muridnya di dalam kelas. Hal yang penting lagi bagi guru, menurut Anis Baswedan, Ph.D, adalah bahwa guru itu harus senantiasa belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa arus perkembangan dan perubahan zaman begitu drastis dan berjalan sangat cepat. Oleh karenanya, guru juga harus mampu menghadapi arus perubahan tersebut. Akhirnya, dengan membaca buku yang berjudul “Gurunya Manusia”, para pembaca diajak untuk menyelami falsafah konsep guru yang ideal yang disebut oleh penulisnya sebagai gurunya manusia. Buku setebal 256 halaman tersebut sangat inspiratif sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas guru guna menuju pendidikan progresif dan visioner. Carut-marutnya pendidikan di Indonesia saat ini memang tidak bisa dimungkiri lagi adanya. Sebagai salah satu solusinya adalah peningkatan kualitas guru yang nantinya akan mampu mendidik para peserta didik dengan baik. *) Peresensi adalah pengamat pendidikan pada Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
http://oase.kompas.com
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt atas limpahan karunia dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dihaturkan kepada Rasulullah saw, keluarga dan sahabat serta pengikutnya.
Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan yang tidak merata. Kesempatan erat kaitannya dengan ketersediaan mutu, pemerataan penyelenggaraan serta biaya pendidikan.
Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa Insan Kamil adalah suatu lembaga yang didirikan pada tahun 2007 dengan tujuan memberikan peluang pendidikan bermutu secara cuma-cuma kepada masyarakat ekonomi lemah dengan menyediakan sarana asrama dan bimbingan extra kurikuler dengan menitikberatkan pada bimbingan akhlak mengacu kepada Al-Qur’an, sifat-sifa Allah dan teladan Insan Kamil, Rasulullah saw.
Keinginan menyebarluaskan gagasan mengenai pentingnya pendidikan yang memusatkan perhatian pada pembentukan karakter dipicu oleh keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi yang sudah bertahun-tahun mendera bangsa ini. Bahwa di Indonesia korupsi demikian menggejala dalam berbagai bidang dan lapisan kehidupan, serta terbukti sukar sekali diberantas menunjukkan bahwa akarnya tertanam jauh di bawah permukaan dunia kehidupan sehari-hari. Itulah lapisan kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun baik melalui proses pembelajaran/pendidikan anak di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, kebiasaan itu bermula dari gejala yang sudah berulang kali mengemuka di media seperti plagiarisme, menyontek, perjokian, membeli soal ujian, membeli, memalsukan ijazah, dan kecurangan-kecurangan sejenis. Sedemikian lazimnya praktek menyontek, misalnya, sampai-sampai anak didik sendiri percaya bahwa menyontek adalah perkara normal dalam proses belajar. Menerapkan sanksi yang keras boleh jadi akan mengurangi gejala itu untuk sementara waktu, namun tanpa upaya mengubah kesadaran yang membentuk karakter dan kebiasaan sehari-hari, sanksi hanya merupakan solusi permukaan.
Untuk terjaminnya mutu pendidikan yang efektif dan berkesinambungan kami merasa perlu menyediakan sistim pendidikan yang inklusif dalam lingkungan sekolah berasrama atau boarding school dan dengan bekerja sama dengan para ahli yang berpengalaman dan yang terus menerus mengembangkan metodologi serta sumber daya manusianya.
Untuk itu kami telah menjalin kerja sama dengan sekolah Lazuardi dan dengan Lazuardi Next, konsultan pendidikan yang telah berhasil mengembangkan sistim pendidikan berbasis pengembangan karakter (character building) dengan strategi Multiple Intelligence, yakni dengan adanya penyesuaian gaya belajar siswa dan gaya mengajar guru.
Melalui kerja sama diatas maka dibentuklah suatu sekolah unggulan berasrama, boarding school yang menitik beratkan pada pembinaan akhlak Islami (Islamic Character Building) dengan sistim multiple intelligence yang insyaAllah akan membuat sekolah ini cukup unik. Sekolah ini dimulai dengan sekolah lanjutan pertama (SMP) dengan nama SMP Lazuardi Insan Kamil dan insyaAllah akan berlanjut ke lanjutan atas (SMA).
Kami mengharap, sekolah ini akan berhasil mengasah kecerdasan akal dan hati para siswa sehingga menjebolkan calon-calon pemimpin masa depan yang cerdas, pandai berkomunikasi dalam berbagai bahasa, ahli dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta jujur, berakhlak mulia dan peduli kepada kaum lemah.
Berhubung sangat besarnya biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sistim pendidikan ini, sekolah akan memungut bayaran dari para orang tua siswa yang mampu, tapi tetap memberi peluang bagi mereka dari golongan ekonomi lemah.
Sekolah ini benar-benar dibangun sebagai upaya murni untuk melaksanakan cita-cita Pendiri sebagai bentuk rasa syukur dan ibadah kehadirat Allah swt Yang Maha Kasih Sayang dan tidak direncanakan untuk mendapatkan keuntungan keuangan pribadi ataupun kelembagaan.
Sebagai wujud syukur kepada Allah Swt atas berdirinya SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil di Sukabumi dan atas dukungan serta kepercayaan (trust) dari berbagai pihakkami bermaksud mengadakan acara peresmian, sehingga dapat dikenal masyarakat secara lebih luas atas berdirinya sekolah tersebut.
Akhir kata, Semoga niat tulus para pendidik betul-betul dapat segerap terwujud sehingga citra pendidikan Indonesia menjadi betul-betul setara, dihargai dan dihormati di dunia internasional, adapun yang belum terlaksana akan dilaksanakan secara bertahap.
Sukabumi, Agustus 2010
dr.g Ira Sipelli
Ketua LPAB
Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan yang tidak merata. Kesempatan erat kaitannya dengan ketersediaan mutu, pemerataan penyelenggaraan serta biaya pendidikan.
Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa Insan Kamil adalah suatu lembaga yang didirikan pada tahun 2007 dengan tujuan memberikan peluang pendidikan bermutu secara cuma-cuma kepada masyarakat ekonomi lemah dengan menyediakan sarana asrama dan bimbingan extra kurikuler dengan menitikberatkan pada bimbingan akhlak mengacu kepada Al-Qur’an, sifat-sifa Allah dan teladan Insan Kamil, Rasulullah saw.
Keinginan menyebarluaskan gagasan mengenai pentingnya pendidikan yang memusatkan perhatian pada pembentukan karakter dipicu oleh keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi yang sudah bertahun-tahun mendera bangsa ini. Bahwa di Indonesia korupsi demikian menggejala dalam berbagai bidang dan lapisan kehidupan, serta terbukti sukar sekali diberantas menunjukkan bahwa akarnya tertanam jauh di bawah permukaan dunia kehidupan sehari-hari. Itulah lapisan kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun baik melalui proses pembelajaran/pendidikan anak di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, kebiasaan itu bermula dari gejala yang sudah berulang kali mengemuka di media seperti plagiarisme, menyontek, perjokian, membeli soal ujian, membeli, memalsukan ijazah, dan kecurangan-kecurangan sejenis. Sedemikian lazimnya praktek menyontek, misalnya, sampai-sampai anak didik sendiri percaya bahwa menyontek adalah perkara normal dalam proses belajar. Menerapkan sanksi yang keras boleh jadi akan mengurangi gejala itu untuk sementara waktu, namun tanpa upaya mengubah kesadaran yang membentuk karakter dan kebiasaan sehari-hari, sanksi hanya merupakan solusi permukaan.
Untuk terjaminnya mutu pendidikan yang efektif dan berkesinambungan kami merasa perlu menyediakan sistim pendidikan yang inklusif dalam lingkungan sekolah berasrama atau boarding school dan dengan bekerja sama dengan para ahli yang berpengalaman dan yang terus menerus mengembangkan metodologi serta sumber daya manusianya.
Untuk itu kami telah menjalin kerja sama dengan sekolah Lazuardi dan dengan Lazuardi Next, konsultan pendidikan yang telah berhasil mengembangkan sistim pendidikan berbasis pengembangan karakter (character building) dengan strategi Multiple Intelligence, yakni dengan adanya penyesuaian gaya belajar siswa dan gaya mengajar guru.
Melalui kerja sama diatas maka dibentuklah suatu sekolah unggulan berasrama, boarding school yang menitik beratkan pada pembinaan akhlak Islami (Islamic Character Building) dengan sistim multiple intelligence yang insyaAllah akan membuat sekolah ini cukup unik. Sekolah ini dimulai dengan sekolah lanjutan pertama (SMP) dengan nama SMP Lazuardi Insan Kamil dan insyaAllah akan berlanjut ke lanjutan atas (SMA).
Kami mengharap, sekolah ini akan berhasil mengasah kecerdasan akal dan hati para siswa sehingga menjebolkan calon-calon pemimpin masa depan yang cerdas, pandai berkomunikasi dalam berbagai bahasa, ahli dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta jujur, berakhlak mulia dan peduli kepada kaum lemah.
Berhubung sangat besarnya biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sistim pendidikan ini, sekolah akan memungut bayaran dari para orang tua siswa yang mampu, tapi tetap memberi peluang bagi mereka dari golongan ekonomi lemah.
Sekolah ini benar-benar dibangun sebagai upaya murni untuk melaksanakan cita-cita Pendiri sebagai bentuk rasa syukur dan ibadah kehadirat Allah swt Yang Maha Kasih Sayang dan tidak direncanakan untuk mendapatkan keuntungan keuangan pribadi ataupun kelembagaan.
Sebagai wujud syukur kepada Allah Swt atas berdirinya SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil di Sukabumi dan atas dukungan serta kepercayaan (trust) dari berbagai pihakkami bermaksud mengadakan acara peresmian, sehingga dapat dikenal masyarakat secara lebih luas atas berdirinya sekolah tersebut.
Akhir kata, Semoga niat tulus para pendidik betul-betul dapat segerap terwujud sehingga citra pendidikan Indonesia menjadi betul-betul setara, dihargai dan dihormati di dunia internasional, adapun yang belum terlaksana akan dilaksanakan secara bertahap.
Sukabumi, Agustus 2010
dr.g Ira Sipelli
Ketua LPAB
Selasa, 10 Mei 2011
KERJA SAMA PASUKAN ELANG
By Munif Chatib
Kesempatan kedua mengajar di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL tidak saya sia-siakan. Tema kali ini adalah tentang kerjasama. Tema ini adalah permintaan para siswa, setelah tema pertama tentang kenakalan remaja. Mereka sepakat untuk berusaha sekuat mungkin tidak nakal. Lalu timbul masalah.
“Kami masih sering berantem, satu sama lain. Aku tidur suka lampu dimatiin, tapi teman sekamarku tidak suka,” kata seorang siswa. Maklum ini baru bulan ke dua mereka berkumpul yang sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Sekarang sampai tiga tahun kedepan mereka berkumpul dalam satu sekolah ‘boarding’. Bagaimana mengatur cucian, makan, membangunkan temannya untuk tahajud, dan interaksi lainnya. Pasti butuh kerjasama yang baik.
Saya sudah siapkan lessonplan KERJA SAMA. DAN tepat sehabis sholat Isya, saya mulai mengajar. Saya melihat antusias mereka luar biasa. Mereka sudah menunggu. Mungkin antusias ini adalah bawaan dari keberhasilan proses belajar pada pertemuan pertama bulan lalu. Saya jadi teringat apa yang dikatakan Einstain, “kalau awalnya tidak gila, maka seterusnya adalah biasa-biasa saja.” Malam ini sepertinya rasa ngantuk mereka terkalahkan oleh keinginan untuk belajar.
Saya memulai dengan ‘scene setting’ memutarkan cuplikan adegan film Nemo. Bagaimana ribuan ikan yang yang terperangkan di jaring sebuah kapal pencari ikan. Semua ikan itu hampir saja terangkut ke permukaan samudera, jika si Nemo, ikan kecil yang lucu tidak mengambil inisiatif melakukan sesuatu. Nemo meminta seluruh ikan yang panik untuk bersama-sama berenang ke satu titik tujuan yaitu ke dasar samudera. Bersama-sama. Dengan aba-aba dari Nemo, maka ribuan itu saling memberitahu dan berenang bersama ke dasar samudera. Dan mereka berhasil. Jala ikan itu tertarik ke dasar samudera. Nemo terus memberi aba-aba dengan semangat. Kapal mulai oleng sebab tarikan jala. Dan akhirnya jala itu putus. Ribuan ikan selamat dan kembali berenang di samudera. Nemo berhasil membangun KERJA SAMA.
Para siswa semangat menonton adegan itu. Lalu saya melakukan diskusi dengan para siswa. Pertama saya bertanya apa yang dilakun si Nemo dan teman-temannya. Serempak mereka menjawab “KERJA SAMA”. Lalu saya meminta kepada siswa untuk menjelaskan dengan bahasanya sendiri, apa yang dimaksud kerja sama dari film si Nemo. Sungguh luar biasa antusias mereka menjawab. Langsung lima anak angka tangan. Bergantian menjawab.
“Kerja sama itu kompak.”
“Kerja sama itu harus ada yang memimpin.”
“Kerja sama itu harus saling pengertian.”
“Kerja sama itu tidak ada yang mengkhianati.”
“Kerja sama itu tidak boleh berantem.”
Wow luar biasa, jawaban mereka. Apalagi seorang siswa yang cukup unik, tiba-tiba angkat tangan dan menjawab, “Kerja sama itu harus saling percaya.” Saya pikir mereka telah berhasil mengkonstruksi atau membangun pemahaman tentang makna KERJA SAMA hanya dengan melihat cuplikan adegan film Nemo. Saya meminta seorang siswa untuk mencatat dengan mind map pengertian kerja sama, sementara ini ada 6, semuanya berasal dari siswa, bukan dari saya. Kerja sama itu kompak, ada pemimpin, saling pengertian, tidak berkhianat, tidak bertengkar dan saling percaya. Saya merasakan betul kebenaran tentang teori belajar constructivism, bahwa para siswa sudah mempunyai bahan dalam benaknya, hanya tinggal guru yang membantu membangunya menjadi konsep yang baru. Siswa memang bukan gelas kosong.
Aktivitas inti dari materi KERJA SAMA mulai saya munculkan ketika semua siswa sepakat dengan definisi KERJA SAMA ada 6 poin. Saya munculkan masalah baru, yaitu apa syarat utama KERJA SAMA bisa terbentuk. Mereka ramai berdiskusi dan belum menemukan jawabannya. Saya mengulangi lagi dengan sebuah pertanyaan lebih jelas.
“Jika kalian tadi mengartikan kerja sama itu adalah kompak, saling pengertian dan saling percaya percaya, pasti ada penyebabnya suatu kelompok dapat kompak, saling pengertian dan percaya. Nah apa saja yang menjadi penyebab terjadikanya ikatan itu?”
Pada saat mereka berpikir saya mengatakan bahwa jika kalian mengetahui faktor penyebab terjadinya ikatan kerja sama itu maka kalian akan mengetahui sebuah ilmu Allah yang luar biasa dahsyat, dan berguna buat kalian seumur hidup. Lalu saya bertanya lagi, “Apa mau kalian catat informasi maha penting ini?” Semua menjawab, “Mauuuuuuu ...”
Saya berusaha membuat mereka penasaran. Ketika mereka sudah di puncak rasa penasaran, maka saya ‘jatuhkan’ pengetahuan itu. Mereka semua melongo menunggunya.
Saya mengatakan ada 3 hal sebab kerja sama itu dapat terwujud. Pertama, setiap kerjasama pasrti harus punya TUJUAN. Kedua ada PEMIMPIN dan ketiga setiap pihak harus merasa bisa, tepatnya AKU BISA.
Saya dan semua siswa bersama-sama menentukan TUJUANnya, yaitu menyelesaikan sekolah ini sampai 3 tahun. Harus mampu. Jangan ada yang gagal. TUJUANnya jelas. Lulus SMP LAZUARDI INSAN KAMIL. Ketua kelas adalah PEMIMPIN kelompok ini. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekolah ini. Dan masing-masing siswa menjadi PEMIMPIN untuk dirinya sendiri. Lalu apa benar mereka semua adalah siswa yang mempunyai KEMAMPUAN?
Begitu masuk dalam bagian ini masing-masing siswa saling pandang. Langsung saya tekankan bahwa bagaimanapun kondisi kita pasti Allah memberikan kelebihan kepada kita. Saya minta dua siswa berdiri, dan satu siswa menyebutkan kelebihan temannya. Jika dapat menyebutkan boleh duduk kembali.
Demikian seterusnya masing-masing siswa menyebutkan kelebihan dan kemampuan teman-temannya. Sambil penuh canda mereka melakukan ‘discovering ability’ kepada teman-temannya. Sampai pada seorang siswa yang ‘katanya’ paling ‘nakal’. Sunyi senyap, sepertinya sulit menyebutkan kelebihan dari siswa yang nakal tersebut. Padahal yang bersangkutan ingin sekali disebutkan kelebihannya dari mulut teman-temannya. Dan beberapa menit kemudian, muncullah suara.
“Dia paling lucu he he he ...” Dan kami semua tertawa lepas. Akhirnya dari 21 siswa semuanya teridentifikasi kelebihan dan kemampuannya. Bukti bahwa AKU BISA. Maka lengkaplah 3 hal unsur pembentuk kerja sama. Sebelum kelas berakhir, kami semua sepakat untuk menamakan kelas ini dengan nama hebat ‘PASUKAN ELANG’. Elang selalu terbang tinggi, biasanya menjadi lebih obyektif, sebab dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut. Elang jika menukik cepat dan tepat, artinya semua yang ditargetkan semoga tercapai. Malam ini kami akhiri dengan bersalaman, bermaaf-maafan dan masing-masing siswa membisikkan dengan kelebihan masing-masing. Sungguh saya harus berterima kasih dengan PASUKAN ELANG. Mereka adalah siswa-siswa yang luar biasa dan semoga Allah meridhionya untuk menjadi pemimpin pada masanya. Malam ini kami tutup dengan cantik. Selamat istirahat PASUKAN ELANG. Sampai bertemu dengan TAHAJUD.
SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah:
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151.
Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0817 0180 458
Blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
Kesempatan kedua mengajar di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL tidak saya sia-siakan. Tema kali ini adalah tentang kerjasama. Tema ini adalah permintaan para siswa, setelah tema pertama tentang kenakalan remaja. Mereka sepakat untuk berusaha sekuat mungkin tidak nakal. Lalu timbul masalah.
“Kami masih sering berantem, satu sama lain. Aku tidur suka lampu dimatiin, tapi teman sekamarku tidak suka,” kata seorang siswa. Maklum ini baru bulan ke dua mereka berkumpul yang sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Sekarang sampai tiga tahun kedepan mereka berkumpul dalam satu sekolah ‘boarding’. Bagaimana mengatur cucian, makan, membangunkan temannya untuk tahajud, dan interaksi lainnya. Pasti butuh kerjasama yang baik.
Saya sudah siapkan lessonplan KERJA SAMA. DAN tepat sehabis sholat Isya, saya mulai mengajar. Saya melihat antusias mereka luar biasa. Mereka sudah menunggu. Mungkin antusias ini adalah bawaan dari keberhasilan proses belajar pada pertemuan pertama bulan lalu. Saya jadi teringat apa yang dikatakan Einstain, “kalau awalnya tidak gila, maka seterusnya adalah biasa-biasa saja.” Malam ini sepertinya rasa ngantuk mereka terkalahkan oleh keinginan untuk belajar.
Saya memulai dengan ‘scene setting’ memutarkan cuplikan adegan film Nemo. Bagaimana ribuan ikan yang yang terperangkan di jaring sebuah kapal pencari ikan. Semua ikan itu hampir saja terangkut ke permukaan samudera, jika si Nemo, ikan kecil yang lucu tidak mengambil inisiatif melakukan sesuatu. Nemo meminta seluruh ikan yang panik untuk bersama-sama berenang ke satu titik tujuan yaitu ke dasar samudera. Bersama-sama. Dengan aba-aba dari Nemo, maka ribuan itu saling memberitahu dan berenang bersama ke dasar samudera. Dan mereka berhasil. Jala ikan itu tertarik ke dasar samudera. Nemo terus memberi aba-aba dengan semangat. Kapal mulai oleng sebab tarikan jala. Dan akhirnya jala itu putus. Ribuan ikan selamat dan kembali berenang di samudera. Nemo berhasil membangun KERJA SAMA.
Para siswa semangat menonton adegan itu. Lalu saya melakukan diskusi dengan para siswa. Pertama saya bertanya apa yang dilakun si Nemo dan teman-temannya. Serempak mereka menjawab “KERJA SAMA”. Lalu saya meminta kepada siswa untuk menjelaskan dengan bahasanya sendiri, apa yang dimaksud kerja sama dari film si Nemo. Sungguh luar biasa antusias mereka menjawab. Langsung lima anak angka tangan. Bergantian menjawab.
“Kerja sama itu kompak.”
“Kerja sama itu harus ada yang memimpin.”
“Kerja sama itu harus saling pengertian.”
“Kerja sama itu tidak ada yang mengkhianati.”
“Kerja sama itu tidak boleh berantem.”
Wow luar biasa, jawaban mereka. Apalagi seorang siswa yang cukup unik, tiba-tiba angkat tangan dan menjawab, “Kerja sama itu harus saling percaya.” Saya pikir mereka telah berhasil mengkonstruksi atau membangun pemahaman tentang makna KERJA SAMA hanya dengan melihat cuplikan adegan film Nemo. Saya meminta seorang siswa untuk mencatat dengan mind map pengertian kerja sama, sementara ini ada 6, semuanya berasal dari siswa, bukan dari saya. Kerja sama itu kompak, ada pemimpin, saling pengertian, tidak berkhianat, tidak bertengkar dan saling percaya. Saya merasakan betul kebenaran tentang teori belajar constructivism, bahwa para siswa sudah mempunyai bahan dalam benaknya, hanya tinggal guru yang membantu membangunya menjadi konsep yang baru. Siswa memang bukan gelas kosong.
Aktivitas inti dari materi KERJA SAMA mulai saya munculkan ketika semua siswa sepakat dengan definisi KERJA SAMA ada 6 poin. Saya munculkan masalah baru, yaitu apa syarat utama KERJA SAMA bisa terbentuk. Mereka ramai berdiskusi dan belum menemukan jawabannya. Saya mengulangi lagi dengan sebuah pertanyaan lebih jelas.
“Jika kalian tadi mengartikan kerja sama itu adalah kompak, saling pengertian dan saling percaya percaya, pasti ada penyebabnya suatu kelompok dapat kompak, saling pengertian dan percaya. Nah apa saja yang menjadi penyebab terjadikanya ikatan itu?”
Pada saat mereka berpikir saya mengatakan bahwa jika kalian mengetahui faktor penyebab terjadinya ikatan kerja sama itu maka kalian akan mengetahui sebuah ilmu Allah yang luar biasa dahsyat, dan berguna buat kalian seumur hidup. Lalu saya bertanya lagi, “Apa mau kalian catat informasi maha penting ini?” Semua menjawab, “Mauuuuuuu ...”
Saya berusaha membuat mereka penasaran. Ketika mereka sudah di puncak rasa penasaran, maka saya ‘jatuhkan’ pengetahuan itu. Mereka semua melongo menunggunya.
Saya mengatakan ada 3 hal sebab kerja sama itu dapat terwujud. Pertama, setiap kerjasama pasrti harus punya TUJUAN. Kedua ada PEMIMPIN dan ketiga setiap pihak harus merasa bisa, tepatnya AKU BISA.
Saya dan semua siswa bersama-sama menentukan TUJUANnya, yaitu menyelesaikan sekolah ini sampai 3 tahun. Harus mampu. Jangan ada yang gagal. TUJUANnya jelas. Lulus SMP LAZUARDI INSAN KAMIL. Ketua kelas adalah PEMIMPIN kelompok ini. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekolah ini. Dan masing-masing siswa menjadi PEMIMPIN untuk dirinya sendiri. Lalu apa benar mereka semua adalah siswa yang mempunyai KEMAMPUAN?
Begitu masuk dalam bagian ini masing-masing siswa saling pandang. Langsung saya tekankan bahwa bagaimanapun kondisi kita pasti Allah memberikan kelebihan kepada kita. Saya minta dua siswa berdiri, dan satu siswa menyebutkan kelebihan temannya. Jika dapat menyebutkan boleh duduk kembali.
Demikian seterusnya masing-masing siswa menyebutkan kelebihan dan kemampuan teman-temannya. Sambil penuh canda mereka melakukan ‘discovering ability’ kepada teman-temannya. Sampai pada seorang siswa yang ‘katanya’ paling ‘nakal’. Sunyi senyap, sepertinya sulit menyebutkan kelebihan dari siswa yang nakal tersebut. Padahal yang bersangkutan ingin sekali disebutkan kelebihannya dari mulut teman-temannya. Dan beberapa menit kemudian, muncullah suara.
“Dia paling lucu he he he ...” Dan kami semua tertawa lepas. Akhirnya dari 21 siswa semuanya teridentifikasi kelebihan dan kemampuannya. Bukti bahwa AKU BISA. Maka lengkaplah 3 hal unsur pembentuk kerja sama. Sebelum kelas berakhir, kami semua sepakat untuk menamakan kelas ini dengan nama hebat ‘PASUKAN ELANG’. Elang selalu terbang tinggi, biasanya menjadi lebih obyektif, sebab dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut. Elang jika menukik cepat dan tepat, artinya semua yang ditargetkan semoga tercapai. Malam ini kami akhiri dengan bersalaman, bermaaf-maafan dan masing-masing siswa membisikkan dengan kelebihan masing-masing. Sungguh saya harus berterima kasih dengan PASUKAN ELANG. Mereka adalah siswa-siswa yang luar biasa dan semoga Allah meridhionya untuk menjadi pemimpin pada masanya. Malam ini kami tutup dengan cantik. Selamat istirahat PASUKAN ELANG. Sampai bertemu dengan TAHAJUD.
SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah:
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151.
Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0817 0180 458
Blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
Selasa, 15 Maret 2011
AKU DIBUNUH OLEH KURIKULUM
By Hasan Mawardi dan Munif Chatib
Manusia, dibanding ciptaan Allah lainnya adalah makhluk yang paling unik dan istimewa. Keunikannya tidak hanya dikenali saat dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain namun di setiap personnya sendiri manusia memiliki keunikan masing-masing.
Thomas Amstrong menggambarkan potensi manusia yang beranekaragam tersebut dalam sebuah dongeng yang berjudul In Their Own Way: Discovering and Encouraging Your Child’s Multiple Intelligences (1987).
Diceritakan dalam buku tersebut bahwa dunia digemparkan oleh sebuah kabar bahwa para binatang akan membuat sebuah sekolah unggulan bagi para binatang yang akan memberikan pelajaran berbagai keterampilan yang dimiliki oleh semua binatang. Maka dibuatlah kurikulum yang memuat berbagai kecakapan hidup binatang seperti: terbang, lari, berenang, loncat, memanjat dan menggali.
Sekolahpun dibuka dan menerima murid dari berbagai belahan hutan. Hampir semua perwakilan spesies binatang datang untuk menjadi siswa di sekolah unggulan tersebut, mulai dari burung, kelinci, ikan, kanguru, monyet, kepiting dan sebagainya. Pada awalnya dikabarkan bahwa program sekolah berjalan lancar. Hingga semua murid merasakan nuansa baru yang bisa membuat mereka ceria. Hingga tibalah pada suatu hari yang mengubah keadaan sekolah tersebut.
Tersebutlah salah satu murid yang bernama kelinci. Jelas kelinci adalah binatang yang pandai untuk berlari. Ketika mengikuti pelajaran berenang. Kelinci ini hampir tenggelam. Pengalaman mengikuti kelas berenang membuat Kelinci prihatin. Lantaran sibuk mengurusi pelajaran renang, si kelinci ini pun tak pernah lagi dapat berlari secepat sebelumnya.
Setelah kasus kelinci, ada kejadian lain yang cukup membuat Kepala Sekolah Pusing. Ini melanda siswa lain yang bernama burung. Burung jelas binatang yang sangat hebat untuk terbang. Namun ketika mengikuti pelajaran memanjat, si burung tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di sekolah. Akhirnya ia pun mengikuti les memanjat untuk mengejar ketinggalan pelajaran dengan siswa lainnya. Les itu ternyata menyita waktunya sehingga ia pun melupakan cara terbang yang sebelumnya sangat dikuasainya.
Demikian kesulitan demi kesulitan juga dialami oleh siswa lainnya seperti ikan, kanguru, monyet, kepiting dan lainnya. Para binatang itupun tidak lagi punya kesempatan untuk berprestasi dalam bidang keahliannya masing-masing. Itu semua dikarenakan mereka dipaksanakan untuk melakukan hal-hal yang tidak menghargai sifat alami mereka.
Berpijak dari temuan Howard Gardner tentang Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) dengan sembilan kecerdasa dasar manusia mari kita memehami lebih baik tentang potensi yang dimiliki oleh setiap anak.
Namun sangat disayangkan, pihak yang terbanyak malah mengebiri potensi anak adalah institusi sekolah. Sekolah persis seperti mesin pencetak batu bata. Kecerdasan dan potensi anak yang beraneka ragam dpaksa dan dicetak dengan ukuran, bentuk, dan warna yang sama sesuai dengan disain sekolah. Kurikulum sekolah yang ketat dan memaksa anak untuk belajar hal-hal yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan anak dan keinginan anak.
Seorang sahabat, sudah berumur 40-an, sudah berkeluarga, namun masih belum menemukan jati dirinya.
“Munif, bantu aku. Aku menganggur lagi. Aku ini bingung sebenarnya cocoknya kerja apa? Pengacara sudah, marketing sudah, adminstrasi sudah, tapi jujur tidak ada yang cocok. Sebenarnya aku tahu bakatku apa. Tapi sejak SD sampai kuliah, AKU DIBUNUH OLEH KURIKULUM”
Semoga apa yang terjadi pada sahabat saya, tidak terjadi pada siswa-siswa kita yang sekolah di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI. Ketika saya menulis artikel ini, saya duduk di luar paviliun. Seperti biasanya, saya melihat siswa-siswa yang rajin bekerja sama membersihkan masjid mereka. Mereka selalu menyapa dengan wajah cerah dan gembira. Saya melihat mereka tidak mempunyai beban psikologis.
Betapa tidak, di sekolah ini, saya akan membagikan setiap siswa kaos yang bertuliskan EAGLE SQUAD, sang pemimpin, sang pengamanan, sang penolong dan lain-lain. Setiap siswa dihargai kecenderungan kecerdasannya.
Selain itu penerapan kurikulum di sekolah ini menggunakan KATALIS, yaitu pada saat tertentu anak diajak diskusi dan dipantik rasa ingin tahunya. Siswa diminta mengeutarakan apa saja yang ada dalam pikiran mereka, yang mana sebenarnya hal itulah yang prioritas ingin mereka ketahui saat ini. Maka muncullah tema-tema yang luar biasa dan tak terbayangkan sebelumnya. Kasus Israel dan Palestina, kasus Ariel, kasus Gayus, kenakalan remaja, apa itu seks sehat, dan lain-lain. Kami, paa pendidik segera menjadikan rasa ingin tahu siswa-siswa tersebut menjadi tema belajar yang menarik. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama para siswa yang luar biasa, para guru yang bekerja seperti pejuang kemerdekaan, para orangtua yang tak henti-hentinya memberi support kepada kami demi kemajuan dan perkembangan kompetensi anak-anaknya. Terima kasih ya Allah, semoga 3 tahun di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI, anak-anak kami akan berjalan meniti kehidupan ini dengan bekal INSAN KAMIL dan mampu mewarnai dunia dengan multiple intelligence-nya. Semoga SMP Boarding lazuardi Insan Kamil benar-benar menjadi sekolahnya manusia yang tetap menghargai setiap potensi anak didiknya.
Amien.
SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
Telp (0266) 6248274 atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Manusia, dibanding ciptaan Allah lainnya adalah makhluk yang paling unik dan istimewa. Keunikannya tidak hanya dikenali saat dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain namun di setiap personnya sendiri manusia memiliki keunikan masing-masing.
Thomas Amstrong menggambarkan potensi manusia yang beranekaragam tersebut dalam sebuah dongeng yang berjudul In Their Own Way: Discovering and Encouraging Your Child’s Multiple Intelligences (1987).
Diceritakan dalam buku tersebut bahwa dunia digemparkan oleh sebuah kabar bahwa para binatang akan membuat sebuah sekolah unggulan bagi para binatang yang akan memberikan pelajaran berbagai keterampilan yang dimiliki oleh semua binatang. Maka dibuatlah kurikulum yang memuat berbagai kecakapan hidup binatang seperti: terbang, lari, berenang, loncat, memanjat dan menggali.
Sekolahpun dibuka dan menerima murid dari berbagai belahan hutan. Hampir semua perwakilan spesies binatang datang untuk menjadi siswa di sekolah unggulan tersebut, mulai dari burung, kelinci, ikan, kanguru, monyet, kepiting dan sebagainya. Pada awalnya dikabarkan bahwa program sekolah berjalan lancar. Hingga semua murid merasakan nuansa baru yang bisa membuat mereka ceria. Hingga tibalah pada suatu hari yang mengubah keadaan sekolah tersebut.
Tersebutlah salah satu murid yang bernama kelinci. Jelas kelinci adalah binatang yang pandai untuk berlari. Ketika mengikuti pelajaran berenang. Kelinci ini hampir tenggelam. Pengalaman mengikuti kelas berenang membuat Kelinci prihatin. Lantaran sibuk mengurusi pelajaran renang, si kelinci ini pun tak pernah lagi dapat berlari secepat sebelumnya.
Setelah kasus kelinci, ada kejadian lain yang cukup membuat Kepala Sekolah Pusing. Ini melanda siswa lain yang bernama burung. Burung jelas binatang yang sangat hebat untuk terbang. Namun ketika mengikuti pelajaran memanjat, si burung tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di sekolah. Akhirnya ia pun mengikuti les memanjat untuk mengejar ketinggalan pelajaran dengan siswa lainnya. Les itu ternyata menyita waktunya sehingga ia pun melupakan cara terbang yang sebelumnya sangat dikuasainya.
Demikian kesulitan demi kesulitan juga dialami oleh siswa lainnya seperti ikan, kanguru, monyet, kepiting dan lainnya. Para binatang itupun tidak lagi punya kesempatan untuk berprestasi dalam bidang keahliannya masing-masing. Itu semua dikarenakan mereka dipaksanakan untuk melakukan hal-hal yang tidak menghargai sifat alami mereka.
Berpijak dari temuan Howard Gardner tentang Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) dengan sembilan kecerdasa dasar manusia mari kita memehami lebih baik tentang potensi yang dimiliki oleh setiap anak.
Namun sangat disayangkan, pihak yang terbanyak malah mengebiri potensi anak adalah institusi sekolah. Sekolah persis seperti mesin pencetak batu bata. Kecerdasan dan potensi anak yang beraneka ragam dpaksa dan dicetak dengan ukuran, bentuk, dan warna yang sama sesuai dengan disain sekolah. Kurikulum sekolah yang ketat dan memaksa anak untuk belajar hal-hal yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan anak dan keinginan anak.
Seorang sahabat, sudah berumur 40-an, sudah berkeluarga, namun masih belum menemukan jati dirinya.
“Munif, bantu aku. Aku menganggur lagi. Aku ini bingung sebenarnya cocoknya kerja apa? Pengacara sudah, marketing sudah, adminstrasi sudah, tapi jujur tidak ada yang cocok. Sebenarnya aku tahu bakatku apa. Tapi sejak SD sampai kuliah, AKU DIBUNUH OLEH KURIKULUM”
Semoga apa yang terjadi pada sahabat saya, tidak terjadi pada siswa-siswa kita yang sekolah di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI. Ketika saya menulis artikel ini, saya duduk di luar paviliun. Seperti biasanya, saya melihat siswa-siswa yang rajin bekerja sama membersihkan masjid mereka. Mereka selalu menyapa dengan wajah cerah dan gembira. Saya melihat mereka tidak mempunyai beban psikologis.
Betapa tidak, di sekolah ini, saya akan membagikan setiap siswa kaos yang bertuliskan EAGLE SQUAD, sang pemimpin, sang pengamanan, sang penolong dan lain-lain. Setiap siswa dihargai kecenderungan kecerdasannya.
Selain itu penerapan kurikulum di sekolah ini menggunakan KATALIS, yaitu pada saat tertentu anak diajak diskusi dan dipantik rasa ingin tahunya. Siswa diminta mengeutarakan apa saja yang ada dalam pikiran mereka, yang mana sebenarnya hal itulah yang prioritas ingin mereka ketahui saat ini. Maka muncullah tema-tema yang luar biasa dan tak terbayangkan sebelumnya. Kasus Israel dan Palestina, kasus Ariel, kasus Gayus, kenakalan remaja, apa itu seks sehat, dan lain-lain. Kami, paa pendidik segera menjadikan rasa ingin tahu siswa-siswa tersebut menjadi tema belajar yang menarik. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama para siswa yang luar biasa, para guru yang bekerja seperti pejuang kemerdekaan, para orangtua yang tak henti-hentinya memberi support kepada kami demi kemajuan dan perkembangan kompetensi anak-anaknya. Terima kasih ya Allah, semoga 3 tahun di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI, anak-anak kami akan berjalan meniti kehidupan ini dengan bekal INSAN KAMIL dan mampu mewarnai dunia dengan multiple intelligence-nya. Semoga SMP Boarding lazuardi Insan Kamil benar-benar menjadi sekolahnya manusia yang tetap menghargai setiap potensi anak didiknya.
Amien.
SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
Telp (0266) 6248274 atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
TITIP REMAJA KAMI
by Dety Anggraeni (salah satu orang tua siswa LIK
on Monday, February 14, 2011 at 6:33am
السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
Untuk guru-guru Lazuardi Insan Kamil yang kami banggakkan...
syaidina Ali berkata:
Ajaklah anakmu brmain di 7 tahun pertama usianya,didiklah mereka di 7 tahun ke 2 usianya dan jadikanlah mereka sahabat di 7 tahun ke 3 usianya
Saat ini anak-anak kami sedang memasuki usia 7 tahun ke tiga. Sebagai orang dewasa orang tua dan guru selayaknya menjadi teman bagi mereka. Menjadi teman bukan berarti mereka tidak hormat pada kita, rasa hormat pada guru dan orang tua tetap harus ditumbuhkan.
Mereka sekarang sedang tumbuh menjadi remaja dan bukan anak-anak lagi. Masa remaja ini,masa dimana mereka sangat labil, mereka sendiri bingung akan perubahan yang mereka hadapi, mulai dari perubahan fisik, perubahan minat, perubahan hasrat, dan perubahan2 lain yang ada pada diri mereka.
Sungguh sebenarnya kamilah para orang tua yang seharusnya mendampingi mereka, berada ditengah2 mereka saat mereka bingung, berada didekat mereka saat bathin mereka konflik antara hasrat dan aturan2 norma yang berlaku.
Kamilah mestinya para orang tua yang seharusnya menyediakan pundak untuk mereka bersandar saat mereka lemah dan membutuh motivasi.
Mereka masih sangat labil, mereka bingung dan sedang mencari identitas siapa mereka sebenarnya. Mereka butuh bimbingan, mereka butuh teman tempat mereka bertanya, mengadu, dan bercerita.
Kamilah mestinya para orang tua yang harusnya menjadi teman sejati mereka. Namun kami memilih untuk sesuatu yang kami anggap paling baik untuk mereka.yaitu menitipkan mereka pada bapak n ibu guru yang kami banggakan.
Mereka ibarat masih seperti ulat yang masih butuh daun-daun segar, masih butuh ranting dan dahan untuk kelak menjadi kepompong yang kelak dikemudian hari di suatu tempat mereka akan bermetamorfosis sebagai kupu-kupu yang indah yang siap menggapai cita dan harapan mereka.
Kami sadar, bukanlah tugas yang ringan mendidik dan membina mereka. Pasti sangat melelahkan dan akan sangat menguras tenaga, waktu, dan fikiran. Kami titip remaja kami.
Mereka butuh teman curhat, teman menuangkan unek-unek, teman berbagi rasa... Mereka adalah anak-anak yang sudah besar namun mereka juga adalah orang dewasa yang masih kecil, itulah remaja... Mereka ada disimpangan antara anak-anak dan dewasa.
Mereka merasa sudah besar padahal mereka masih labil, mereka merasa sudah bisa padahal masih butuh bimbingan.
Bapak dan ibu guru... Jadilah teman untuk mereka, teman untuk berbagi, teman untuk bertanya tentang kebingungan mereka menghadapi masa remaja... Kami titip remaja kami.
Maaf bila kami terlampau berharap. Karena pilihan kami ini adalah yang kami anggap paling baik untuk mereka...
Kami titip remaja kami...
Salam,
Dety
by Dety Anggraeni (salah satu orang tua siswa LIK
on Monday, February 14, 2011 at 6:33am
السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
Untuk guru-guru Lazuardi Insan Kamil yang kami banggakkan...
syaidina Ali berkata:
Ajaklah anakmu brmain di 7 tahun pertama usianya,didiklah mereka di 7 tahun ke 2 usianya dan jadikanlah mereka sahabat di 7 tahun ke 3 usianya
Saat ini anak-anak kami sedang memasuki usia 7 tahun ke tiga. Sebagai orang dewasa orang tua dan guru selayaknya menjadi teman bagi mereka. Menjadi teman bukan berarti mereka tidak hormat pada kita, rasa hormat pada guru dan orang tua tetap harus ditumbuhkan.
Mereka sekarang sedang tumbuh menjadi remaja dan bukan anak-anak lagi. Masa remaja ini,masa dimana mereka sangat labil, mereka sendiri bingung akan perubahan yang mereka hadapi, mulai dari perubahan fisik, perubahan minat, perubahan hasrat, dan perubahan2 lain yang ada pada diri mereka.
Sungguh sebenarnya kamilah para orang tua yang seharusnya mendampingi mereka, berada ditengah2 mereka saat mereka bingung, berada didekat mereka saat bathin mereka konflik antara hasrat dan aturan2 norma yang berlaku.
Kamilah mestinya para orang tua yang seharusnya menyediakan pundak untuk mereka bersandar saat mereka lemah dan membutuh motivasi.
Mereka masih sangat labil, mereka bingung dan sedang mencari identitas siapa mereka sebenarnya. Mereka butuh bimbingan, mereka butuh teman tempat mereka bertanya, mengadu, dan bercerita.
Kamilah mestinya para orang tua yang harusnya menjadi teman sejati mereka. Namun kami memilih untuk sesuatu yang kami anggap paling baik untuk mereka.yaitu menitipkan mereka pada bapak n ibu guru yang kami banggakan.
Mereka ibarat masih seperti ulat yang masih butuh daun-daun segar, masih butuh ranting dan dahan untuk kelak menjadi kepompong yang kelak dikemudian hari di suatu tempat mereka akan bermetamorfosis sebagai kupu-kupu yang indah yang siap menggapai cita dan harapan mereka.
Kami sadar, bukanlah tugas yang ringan mendidik dan membina mereka. Pasti sangat melelahkan dan akan sangat menguras tenaga, waktu, dan fikiran. Kami titip remaja kami.
Mereka butuh teman curhat, teman menuangkan unek-unek, teman berbagi rasa... Mereka adalah anak-anak yang sudah besar namun mereka juga adalah orang dewasa yang masih kecil, itulah remaja... Mereka ada disimpangan antara anak-anak dan dewasa.
Mereka merasa sudah besar padahal mereka masih labil, mereka merasa sudah bisa padahal masih butuh bimbingan.
Bapak dan ibu guru... Jadilah teman untuk mereka, teman untuk berbagi, teman untuk bertanya tentang kebingungan mereka menghadapi masa remaja... Kami titip remaja kami.
Maaf bila kami terlampau berharap. Karena pilihan kami ini adalah yang kami anggap paling baik untuk mereka...
Kami titip remaja kami...
Salam,
Dety
Kamis, 10 Maret 2011
Ali Reza – Sang dokter spesialis
By Munif Chatib
“Aku pikir sekolah boarding itu serem, pelajarannya sulit, gurunya galak-galak, eh ternyata di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, tidak seperti itu.” Itulah jawaban Ali Reza, salah satu siswa cerdas di SMP LIK.
“Sekolahnya gampang gitu, santai, meskipun ada jadwal yang teratur. Apalagi gurunya, sangat sayang kepada siswa-siswanya.” Tampak sekali guratan puas pada wajah Ali Reza.
Saya pertama melihat Ali Reza badannya gemuk, namun setelah 1 semester ini menjadi langsing.
“Badan langsing, ini gara-gara di SMP LIK ini semuanya aku kerjakan sendiri. Sampai cuci piring segala. Padahal dulu aku tidak suka cuci piring. Aku mengangga cuci piring itu bukan pekerjaanku, meskipun yang makan adalah aku. Di sekolah ini aku sadar, bahwa mencuci piring sendiri adalah bentuk kecil dari sebuah tanggung jawab.”
“Pak Munif, aku benar-benar belajar manajemen waktu di sekolah ini. Aku bisa teratur ibadah samoai olah raga,” jawab Ali Reza ketika saya tanya tentang hal yang penting dalam hidup yang di dapat dari sekolah ini.
“Lalu, di botol impian, kamu menulis apa?”
“Aku pengin menjadi dokter spesialis. Aku akan banyak tolong orang yang sakit. Aku harus menjadi dokter yang bermanfaat buat orang banyak. Sepulu tahun lagi, Insyallah hari itu akan tiba, dr Ali Reza ” Jawab Ali Reza lantang.
Ya Allah kabulkan cita-cita luhur Ali Reza. Sehatkan tubuhnya, agar terus dapat mengikuti pelajaran di sekolah tercinta ini. Ya Allah berkahilah kedua orangtua Ali Reza, agar mereka terus mendukung cita-cita mulia sang putra. Dan karuniakan kesabaran dan ketauladanan yang kuat kepada guru-guru tercinta SMP LAZUARDI INSAN KAMI SUKABUMI. Amien.
Hadiri Open House SMP LAZUARDI INSAN KAMIL DI JAKARTA pada:
Hari, Tanggal: Ahad, 20 Maret 2011
Pukul : 08.30 – 11.00 wib
Pembicara: Munif Chatib
Tempat: Gedung SMP LAZUARDI GIS, Jl. Margasatwa 39 Jagakarsa Jakarta Selatan . Telp 021 78834604
Contact Person: Hasan Mawardi (0817109392) dan Bu Irma (081317774181)
Insyaallah para orangtua akan mendapatkan informasi yang berharga tentang bagaimana memilih sekolah yang tepat buat anak-anaknya. Sampai bertemu.
blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
“Aku pikir sekolah boarding itu serem, pelajarannya sulit, gurunya galak-galak, eh ternyata di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, tidak seperti itu.” Itulah jawaban Ali Reza, salah satu siswa cerdas di SMP LIK.
“Sekolahnya gampang gitu, santai, meskipun ada jadwal yang teratur. Apalagi gurunya, sangat sayang kepada siswa-siswanya.” Tampak sekali guratan puas pada wajah Ali Reza.
Saya pertama melihat Ali Reza badannya gemuk, namun setelah 1 semester ini menjadi langsing.
“Badan langsing, ini gara-gara di SMP LIK ini semuanya aku kerjakan sendiri. Sampai cuci piring segala. Padahal dulu aku tidak suka cuci piring. Aku mengangga cuci piring itu bukan pekerjaanku, meskipun yang makan adalah aku. Di sekolah ini aku sadar, bahwa mencuci piring sendiri adalah bentuk kecil dari sebuah tanggung jawab.”
“Pak Munif, aku benar-benar belajar manajemen waktu di sekolah ini. Aku bisa teratur ibadah samoai olah raga,” jawab Ali Reza ketika saya tanya tentang hal yang penting dalam hidup yang di dapat dari sekolah ini.
“Lalu, di botol impian, kamu menulis apa?”
“Aku pengin menjadi dokter spesialis. Aku akan banyak tolong orang yang sakit. Aku harus menjadi dokter yang bermanfaat buat orang banyak. Sepulu tahun lagi, Insyallah hari itu akan tiba, dr Ali Reza ” Jawab Ali Reza lantang.
Ya Allah kabulkan cita-cita luhur Ali Reza. Sehatkan tubuhnya, agar terus dapat mengikuti pelajaran di sekolah tercinta ini. Ya Allah berkahilah kedua orangtua Ali Reza, agar mereka terus mendukung cita-cita mulia sang putra. Dan karuniakan kesabaran dan ketauladanan yang kuat kepada guru-guru tercinta SMP LAZUARDI INSAN KAMI SUKABUMI. Amien.
Hadiri Open House SMP LAZUARDI INSAN KAMIL DI JAKARTA pada:
Hari, Tanggal: Ahad, 20 Maret 2011
Pukul : 08.30 – 11.00 wib
Pembicara: Munif Chatib
Tempat: Gedung SMP LAZUARDI GIS, Jl. Margasatwa 39 Jagakarsa Jakarta Selatan . Telp 021 78834604
Contact Person: Hasan Mawardi (0817109392) dan Bu Irma (081317774181)
Insyaallah para orangtua akan mendapatkan informasi yang berharga tentang bagaimana memilih sekolah yang tepat buat anak-anaknya. Sampai bertemu.
blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
Minggu, 27 Februari 2011
MENYOAL KEUNGGULAN SEKOLAH UNGGUL
Tak dapat dipungkiri setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi manusia unggul. Animo masyarakat pun untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah “unggulan” cukup tinggi. Setiap tahun ajaran baru sekolah-sekolah “unggulan” dibanjiri calon siswa, karena adanya keyakinan bisa melahirkan manusia-manusia “unggul”. Benarkan sekolah-sekolah unggulan kita mampu melahirkan manusia-manusia unggul?
Sebutan sekolah unggulan itu sendiri sebenarnya kurang tepat. Kata “unggul” menyiratkan adanya superioritas dan “kesombongan” intelektual yang sengaja ditanamkan di lingkungan sekolah. Para siswa sekolah unggulan merasa lebih super dibanding siswa lain yang sekolah di sekolah tanpa label unggulan, demikian juga para orang tuanya yang merasa super karena anaknya sekolah di sekolah “unggulan , bahkan mungkin sebagian orang tua memaksakan kehendak memasukkan anaknya ke sekolah unggul semata-marta karena ingin menaikkan status dan gengsi sosial saja.
Semestinya sekolah unggulan di Indonesia tidak hanya mengukur sebagian kemampuan akademis. Dalam konsep yang sesungguhnya, sekolah unggul adalah sekolah yang secara terus menerus meningkatkan kinerja dan menggunakan sumberdaya yang dimilikinya secara optimal untuk menumbuh-kembangkan prestasi siswa secara menyeluruh. Berarti bukan hanya prestasi akademis saja yang ditumbuh-kembangkan, melainkan potensi psikis, fisik, etik, moral, religi, emosi, spirit, adversitas dan intelegensi.
Keunggulan dan ketidakunggulan sekolah sebenarnya terletak pada bagaimana cara sekolah merancang-bangun sekolah sebagai organisasi sehingga menciptakan iklim sekolah yang mempu membentuk keunggulan sekolah. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menghargasi prestasi setiap siswa berdasar kondisinya masing-masing.
Karena itu, jangan pernah melihat keunggulan sekolah hanya dari ketatnya selesi masuk, sarana prasarana yang lengkap dan bayaran yang besar. Wajar saja bila bahan masukannya bagus, diproses di tempat yang baik dan dengan cara yang baik pula maka keluarannya otomatis bagus. Yang seharusnya disebut unggul adalah apabila masukan biasa-biasa saja atau kurang baik tetapi diproses ditempat yang baik dengan cara yang baik pula sehingga keluarannya bagus.
Sekolah unggul adalah sekolah yang tidak perlu melakukan pemisahan antara anak yang memiliki bakat keunggulan dengan anak yang tidak memiliki bakat keunggulan. Kelasnya dibuat se-heterogen mungkin sehingga anak yang memiliki bakat keunggulan bisa bergaul dan bersosialisasi dengan semua orang dari tingkatan dan latar berlakang yang beraneka ragam. Pelaksanaan pembelajaran harus menyatu dengan kelas biasa, hanya saja siswa yang memiliki bakat keunggulan tertentu disalurkan dan dikembangkan bersama-sama dengan anak yang memiliki bakat keunggulan serupa. Jika anak yang biasa diberi bobot 5 maka anak yang memiliki bakat keunggulan dan minat lebih diberi bobot materi 8. Mereka tetap masuk dalam kelas reguler namun diberi pengayaan pelajaran yang lebih banyak.
Keunggulan sekolah “unggulan” seharusnya tidak hanya didasarkan pada kemampuan intelegensi dalam lingkup sempit yang berupa kemampuan logika-matematika yang diwujudkan dalam test IQ seperti dianut sekolah-sekolah “unggulan” itu. Keunggulan seseorang dapat dijaring melalui berbagai keberbakatan atau kecerdasan majmuk (multiple intelligence) seperti yang sekarang sedang dikembangkan di SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil.
Menurut Munif Chatib, Pakar Multiple Intelligence, penulis buku besseler SEKOLAHNYA MANUSIA yang kini menjadi konsutan pendidikan SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi, sekolah unggul adalah sekolah yang unggul dalam proses bukan dalam input. Yang betul adalah the best proces bukan the best input. Demikian itu disimpulkan dari paradigma kuat bahwa sekolah seharusnya menjadi agent of change.
Menurut beliau, ciri-ciri sekolah yang menganut ”BEST PROCESS” ini adalah sebagai berikut: pertama, sekolah ini tidak menerapkan tes masuk pada siswa barunya. Biasanya sekolah ini menggunakan sebuah perangkat riset untuk mengetahuai kondisi kemampuan siswa yang masuk ke sekolah tersebut. Perangkat ini dikenal dengan Multiple Intelligence Research (MIR) yang mampu mengetahui banyak dimensi kondisi kemampuan dan kekurangan siswa terutama tentang bagaimana gaya belajar siswa.
Kedua, sekolah dan guru pada sekolah ini akan mendapatkan sebuah kenyataan tentang kemampuan akademik dan moral siswa-siswa barunya sangat beragam. Sehingga hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk mengubah menjadi ke arah positif. Akhirnya guru-guru di sekolah ini dituntut menjadi ”agen perubah” . Mengubah kondisi akademik dan moral siswa yang negatif menjadi positif.
Menurut Tom J. Parkins –yang dikutif oleh Munif Chatib-, inilah sekolah yang sebenarnya, sekolah yang menerima segala kondisi siswanya. Kemudian kondisi itu dipelajari dan diteliti, lalu dengan data tersebut, para guru mencoba mengembangkan kemampuan siswa-siswanya dengan cara yang berbeda-beda. Sekolah unggul adalah sekolah yang menitikberatkan pada kualitas proses pembelajaran, dan ini ada pada pundak guru, bukan pada kualitas input siswanya.
Guru-guru pada sekolah ini biasanya kreatif, sebab meyakini bahwa gaya mengajar guru tersebut harus disesuaikan dengan gaya belajar siswanya. Tuntutan mengajar dengan pola demikian hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang handal, punya dedikasi dan kompetensi mengajar yang baik. Dengan demikian sekolah yang menerapkan konsep ini, biasanya jadwal pelatihan guru sangat padat. Guru benar-benar diharapkan profesional dan menjadi agen perubah. “jika ingin tahu sekolah itu unggulan atau tidak, maka lihatlah jadwal pembekalan dan pelatihan yang diberikan kepada guru-gurunya. Jika guru-gurunya banyak mendapatkan pelatiah berarti sekolah tersebut masuk kategori unggul”, jawab Pak Munif saat ditanya penulis “apa kriteria sekolah unggul menurut Pak Munif?”. Wassalam (Hasan Mawardi)
Sebutan sekolah unggulan itu sendiri sebenarnya kurang tepat. Kata “unggul” menyiratkan adanya superioritas dan “kesombongan” intelektual yang sengaja ditanamkan di lingkungan sekolah. Para siswa sekolah unggulan merasa lebih super dibanding siswa lain yang sekolah di sekolah tanpa label unggulan, demikian juga para orang tuanya yang merasa super karena anaknya sekolah di sekolah “unggulan , bahkan mungkin sebagian orang tua memaksakan kehendak memasukkan anaknya ke sekolah unggul semata-marta karena ingin menaikkan status dan gengsi sosial saja.
Semestinya sekolah unggulan di Indonesia tidak hanya mengukur sebagian kemampuan akademis. Dalam konsep yang sesungguhnya, sekolah unggul adalah sekolah yang secara terus menerus meningkatkan kinerja dan menggunakan sumberdaya yang dimilikinya secara optimal untuk menumbuh-kembangkan prestasi siswa secara menyeluruh. Berarti bukan hanya prestasi akademis saja yang ditumbuh-kembangkan, melainkan potensi psikis, fisik, etik, moral, religi, emosi, spirit, adversitas dan intelegensi.
Keunggulan dan ketidakunggulan sekolah sebenarnya terletak pada bagaimana cara sekolah merancang-bangun sekolah sebagai organisasi sehingga menciptakan iklim sekolah yang mempu membentuk keunggulan sekolah. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menghargasi prestasi setiap siswa berdasar kondisinya masing-masing.
Karena itu, jangan pernah melihat keunggulan sekolah hanya dari ketatnya selesi masuk, sarana prasarana yang lengkap dan bayaran yang besar. Wajar saja bila bahan masukannya bagus, diproses di tempat yang baik dan dengan cara yang baik pula maka keluarannya otomatis bagus. Yang seharusnya disebut unggul adalah apabila masukan biasa-biasa saja atau kurang baik tetapi diproses ditempat yang baik dengan cara yang baik pula sehingga keluarannya bagus.
Sekolah unggul adalah sekolah yang tidak perlu melakukan pemisahan antara anak yang memiliki bakat keunggulan dengan anak yang tidak memiliki bakat keunggulan. Kelasnya dibuat se-heterogen mungkin sehingga anak yang memiliki bakat keunggulan bisa bergaul dan bersosialisasi dengan semua orang dari tingkatan dan latar berlakang yang beraneka ragam. Pelaksanaan pembelajaran harus menyatu dengan kelas biasa, hanya saja siswa yang memiliki bakat keunggulan tertentu disalurkan dan dikembangkan bersama-sama dengan anak yang memiliki bakat keunggulan serupa. Jika anak yang biasa diberi bobot 5 maka anak yang memiliki bakat keunggulan dan minat lebih diberi bobot materi 8. Mereka tetap masuk dalam kelas reguler namun diberi pengayaan pelajaran yang lebih banyak.
Keunggulan sekolah “unggulan” seharusnya tidak hanya didasarkan pada kemampuan intelegensi dalam lingkup sempit yang berupa kemampuan logika-matematika yang diwujudkan dalam test IQ seperti dianut sekolah-sekolah “unggulan” itu. Keunggulan seseorang dapat dijaring melalui berbagai keberbakatan atau kecerdasan majmuk (multiple intelligence) seperti yang sekarang sedang dikembangkan di SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil.
Menurut Munif Chatib, Pakar Multiple Intelligence, penulis buku besseler SEKOLAHNYA MANUSIA yang kini menjadi konsutan pendidikan SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi, sekolah unggul adalah sekolah yang unggul dalam proses bukan dalam input. Yang betul adalah the best proces bukan the best input. Demikian itu disimpulkan dari paradigma kuat bahwa sekolah seharusnya menjadi agent of change.
Menurut beliau, ciri-ciri sekolah yang menganut ”BEST PROCESS” ini adalah sebagai berikut: pertama, sekolah ini tidak menerapkan tes masuk pada siswa barunya. Biasanya sekolah ini menggunakan sebuah perangkat riset untuk mengetahuai kondisi kemampuan siswa yang masuk ke sekolah tersebut. Perangkat ini dikenal dengan Multiple Intelligence Research (MIR) yang mampu mengetahui banyak dimensi kondisi kemampuan dan kekurangan siswa terutama tentang bagaimana gaya belajar siswa.
Kedua, sekolah dan guru pada sekolah ini akan mendapatkan sebuah kenyataan tentang kemampuan akademik dan moral siswa-siswa barunya sangat beragam. Sehingga hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk mengubah menjadi ke arah positif. Akhirnya guru-guru di sekolah ini dituntut menjadi ”agen perubah” . Mengubah kondisi akademik dan moral siswa yang negatif menjadi positif.
Menurut Tom J. Parkins –yang dikutif oleh Munif Chatib-, inilah sekolah yang sebenarnya, sekolah yang menerima segala kondisi siswanya. Kemudian kondisi itu dipelajari dan diteliti, lalu dengan data tersebut, para guru mencoba mengembangkan kemampuan siswa-siswanya dengan cara yang berbeda-beda. Sekolah unggul adalah sekolah yang menitikberatkan pada kualitas proses pembelajaran, dan ini ada pada pundak guru, bukan pada kualitas input siswanya.
Guru-guru pada sekolah ini biasanya kreatif, sebab meyakini bahwa gaya mengajar guru tersebut harus disesuaikan dengan gaya belajar siswanya. Tuntutan mengajar dengan pola demikian hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang handal, punya dedikasi dan kompetensi mengajar yang baik. Dengan demikian sekolah yang menerapkan konsep ini, biasanya jadwal pelatihan guru sangat padat. Guru benar-benar diharapkan profesional dan menjadi agen perubah. “jika ingin tahu sekolah itu unggulan atau tidak, maka lihatlah jadwal pembekalan dan pelatihan yang diberikan kepada guru-gurunya. Jika guru-gurunya banyak mendapatkan pelatiah berarti sekolah tersebut masuk kategori unggul”, jawab Pak Munif saat ditanya penulis “apa kriteria sekolah unggul menurut Pak Munif?”. Wassalam (Hasan Mawardi)
Sabtu, 26 Februari 2011
“BEST PROCESS” – INDIKATOR SEKOLAH UNGGUL
Munif Chatib
Seorang kawan, Tom J. Parkins, yang akan menamatkan program doktoral di Harvard University meminta bantuan penulis untuk meneliti indikator-indikator sekolah unggul yang ada di Indonesia. Tentu saja penulis dibekali beberapa alat-alat riset, baik yang berupa questioner baku maupun yang harus “disesuaikan” dengan kondisi di Indonesia. Setelah bekerja sama selama 3 bulan, Tom J. Parkins memberikan kesimpulan yang luar biasa!
Indikator sebuah sekolah dapat dilihat dari tiga komponen, yaitu INPUT, PROSES, dan OUTPUT.
Pada komponen INPUT, adalah dititikberatkan pada bagaimana sekolah tersebut menerima siswa baru. Ada dua konsep yang berbeda dalam cara sekolah menerima siswa barunya, yaitu:
1. Sekolah dengan konsep ”BEST INPUT”
Sekolah yang menganut konsep ”BEST INPUT”, yaitu bahwa siswa-siswa unggul yang diharapkan masuk dan mendaftar di sekolah tersebut dengan cara harus melewati beberapa tes formal dan kognitif. Sekolah tersebut meyakini bahwa keunggulan sekolahnya berdasarkan keunggulan akademik siswa-siswa baru yang lulus tes masuk. Artinya sekolah unggul adalah sekolah yang inputnya unggul.
Ciri-ciri sekolah yang menganut konsep ”BEST INPUT” adalah sebagai berikut:
· Menerapkan tes masuk kepada siswa-siswa yang akan mendaftar ke sekolah tersebut. Tes masuk ini bahkan menilai kemampuan akademik siswa dan moral siswa. Diharapkan siswa yang diterima adalah siswa-siswa yang mempunyai nilai akademik positif (baca: pandai) dan moral positif (baca: baik, tidak nakal).
· Apabila jumlah siswa yang mendaftar melebihi jumlah kapasitas sekolah, maka siswa yang berhasil diterima adalah hasil sortir dari nilai tes masuk yang tertinggi sampai sebatas jumlah kapasitas yang tersedia. Sedangkan siswa-siswa yang nilainya tidak masuk atau lebih dari kapasitas sekolah tersebut maka dianggap tidak berhasil diterima di sekolah tersebut.
· Biasanya sekolah tersebut tidak lagi menganggap perlu tahap proses pembelajaran. Terutama para guru sudah merasa cukup mengajar biasa-biasa saja sebab kebanyakan siswanya pandai-pandai.
· Biasanya sekolah tersebut mempunyai guru-guru yang cara mengajarnya konservatif dan tidak kreatif.
· Keberhasilan sekolah tersebut pada output lebih disebabkan keunggulan dan minat siswa dan keluarganya untuk dapat berhasil lulus. Sedangkan peranan guru dalam keberhasilan siswanya relatif kecil.
Kritik untuk sekolah ”BEST INPUT”:
· Menurut Tom J. Parkins, hampir 99% sekolah di Indonesia dalam model penerimaan siswa barunya menganut ”BEST INPUT”. Hal ini berlaku juga pada sekolah yang dikatakan unggul atau favorit. Hanya beberapa sekolah unggul saja di Indonesia yang sudah meninggalkan konsep ini.
· Sekolah ”BEST INPUT” mengkerdilkan fungsi sekolah sebenarnya. Menurut Tom, sekolah pada hakekatnya adalah wadah untuk untuk mengubah siswa-siswa yang belajar di dalamnya untuk dapat berhasil. Jadi sekolah dan guru adalah sebagai ”agen perubah” siswa-siswanya. Sekolah dan guru harus mampu mengubah siswa-siswa yang mempunyai kemampuan akademik dan moral negatif menjadi siswa-siswa yang mempunyai kemampuan akademik dan moral positif. Jadi dapat dikatakan naif sekali apabila sekolah malah tidak menginginkan siswa-siswa yang mempunyai kelemahan yang daftar dan masuk ke sekolah tersebut. Sekolah seperti itu berarti sekolah yang tidak melakukan fungsinya sebagai ”agen perubah”.
· Kualitas Tes Masuk pada sekolah BEST INPUT juga perlu dievaluasi. Artinya sangat tidak manusiawi. Menilai kemampuan siswa dengan besarnya angka-angka kognitif pada kualitas pengetahuan yang rendah sangat tidak adil. Penulis pernah menginterview seorang kepala sekolah sebuah SD di Surabaya tentang tes masuk penerimaan siswa baru. Kepala sekolah tersebut mengatakan bahwa di sekolahnya siswa yang dapat diterima di sekolahnya adalah yang mempunyai nilai 75 ke atas. Sedangkan nilai 74 ke bawah tidak diterima. Ketika penulis menanyakan kepada kepala sekolah tersebut tentang sebenarnya apa bedanya nilai 75 dan 74, hanya terpaut 1 digit saja, namun punya dampak yang berbeda. Seseorang tidak dapat masuk sekolah yang diinginkannya hanya karena kurang 1 digit. Tentu saja kepala sekolah tersebut tidak mampu menjawabnya.
· Kualitas guru pada sekolah yang menganut konsep ini, biasanya juga rendah atau biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa pada mutu guru. Bahkan menurut penelitian penulis pada sekolah yang favorit di Surabaya, beberapa guru bahkan dianggap ”gagap teknologi” (baca: gaptek) oleh siswa-siswanya dalam hal teknologi internet. Guru merasa tidak harus berusaha sekuat mungkin untuk mengubah siswanya menjadi pandai dan mengerti banyak ilmu pengetahuan, sebab kebanyakan siswanya sudah pandai. Apalagi biasanya siswa sudah kursus banyak bidang studi di luar sekolah.
2. Sekolah dengan konsep ”BEST PROCESS”
Sekolah yang menganut konsep bahwa sekolah unggul tidak menitikberatkan pada kualitas akademik siswa-siswa baru yang masuk ke sekolah tersebut. Sekolah model ini dengan suka cita menerima semua siswa dalam kondisi apapun.
Ciri-ciri sekolah yang menganut ”BEST PROCESS” ini adalah sebagai berikut:
* Sekolah ini tidak menerapkan tes masuk pada siswa barunya. Biasanya sekolah ini menggunakan sebuah perangkat riset untuk mengetahuai kondisi kemampuan siswa yang masuk ke sekolah tersebut. Perangkat ini dikenal dengan Multiple Intelligence Research (MIR) yang mampu mengetahui banyak dimensi kondisi kemampuan dan kekurangan siswa terutama tentang bagaimana gaya belajar siswa.
* Sekolah dan guru pada sekolah ini akan mendapatkan sebuah kenyataan tentang kemampuan akademik dan moral siswa-siswa barunya sangat beragam. Sehingga hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk mengubah menjadi ke arah positif. Akhirnya guru-guru di sekolah ini dituntut menjadi ”agen perubah” . Mengubah kondisi akademik dan moral siswa yang negatif menjadi positif.
* Menurut Tom J. Parkins, inilah sekolah yang sebenarnya, sekolah yang menerima segala kondisi siswanya. Kemudian kondisi itu dipelajari dan diteliti, lalu dengan data tersebut, para guru mencoba mengembangkan kemampuan siswa-siswanya dengan cara yang berbeda-beda. Sekolah unggul adalah sekolah yang menitik beratkan pada kualitas proses pembelajaran, dan ini ada pada pundak guru, bukan pada kualitas input siswanya.
* Guru-guru pada sekolah ini biasanya kreatif, sebab meyakini bahwa gaya mengajar guru tersebut harus disesuaikan dengan gaya belajar siswanya. Tuntutan mengajar dengan pola demikian hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang handal, punya dedikasi dan kompetensi mengajar yang baik. Dengan demikian sekolah yang menerapkan konsep ini, biasanya jadwal pelatihan guru sangat padat. Guru benar-benar diharapkan profesional dan menjadi agen perubah.
Seorang kawan, Tom J. Parkins, yang akan menamatkan program doktoral di Harvard University meminta bantuan penulis untuk meneliti indikator-indikator sekolah unggul yang ada di Indonesia. Tentu saja penulis dibekali beberapa alat-alat riset, baik yang berupa questioner baku maupun yang harus “disesuaikan” dengan kondisi di Indonesia. Setelah bekerja sama selama 3 bulan, Tom J. Parkins memberikan kesimpulan yang luar biasa!
Indikator sebuah sekolah dapat dilihat dari tiga komponen, yaitu INPUT, PROSES, dan OUTPUT.
Pada komponen INPUT, adalah dititikberatkan pada bagaimana sekolah tersebut menerima siswa baru. Ada dua konsep yang berbeda dalam cara sekolah menerima siswa barunya, yaitu:
1. Sekolah dengan konsep ”BEST INPUT”
Sekolah yang menganut konsep ”BEST INPUT”, yaitu bahwa siswa-siswa unggul yang diharapkan masuk dan mendaftar di sekolah tersebut dengan cara harus melewati beberapa tes formal dan kognitif. Sekolah tersebut meyakini bahwa keunggulan sekolahnya berdasarkan keunggulan akademik siswa-siswa baru yang lulus tes masuk. Artinya sekolah unggul adalah sekolah yang inputnya unggul.
Ciri-ciri sekolah yang menganut konsep ”BEST INPUT” adalah sebagai berikut:
· Menerapkan tes masuk kepada siswa-siswa yang akan mendaftar ke sekolah tersebut. Tes masuk ini bahkan menilai kemampuan akademik siswa dan moral siswa. Diharapkan siswa yang diterima adalah siswa-siswa yang mempunyai nilai akademik positif (baca: pandai) dan moral positif (baca: baik, tidak nakal).
· Apabila jumlah siswa yang mendaftar melebihi jumlah kapasitas sekolah, maka siswa yang berhasil diterima adalah hasil sortir dari nilai tes masuk yang tertinggi sampai sebatas jumlah kapasitas yang tersedia. Sedangkan siswa-siswa yang nilainya tidak masuk atau lebih dari kapasitas sekolah tersebut maka dianggap tidak berhasil diterima di sekolah tersebut.
· Biasanya sekolah tersebut tidak lagi menganggap perlu tahap proses pembelajaran. Terutama para guru sudah merasa cukup mengajar biasa-biasa saja sebab kebanyakan siswanya pandai-pandai.
· Biasanya sekolah tersebut mempunyai guru-guru yang cara mengajarnya konservatif dan tidak kreatif.
· Keberhasilan sekolah tersebut pada output lebih disebabkan keunggulan dan minat siswa dan keluarganya untuk dapat berhasil lulus. Sedangkan peranan guru dalam keberhasilan siswanya relatif kecil.
Kritik untuk sekolah ”BEST INPUT”:
· Menurut Tom J. Parkins, hampir 99% sekolah di Indonesia dalam model penerimaan siswa barunya menganut ”BEST INPUT”. Hal ini berlaku juga pada sekolah yang dikatakan unggul atau favorit. Hanya beberapa sekolah unggul saja di Indonesia yang sudah meninggalkan konsep ini.
· Sekolah ”BEST INPUT” mengkerdilkan fungsi sekolah sebenarnya. Menurut Tom, sekolah pada hakekatnya adalah wadah untuk untuk mengubah siswa-siswa yang belajar di dalamnya untuk dapat berhasil. Jadi sekolah dan guru adalah sebagai ”agen perubah” siswa-siswanya. Sekolah dan guru harus mampu mengubah siswa-siswa yang mempunyai kemampuan akademik dan moral negatif menjadi siswa-siswa yang mempunyai kemampuan akademik dan moral positif. Jadi dapat dikatakan naif sekali apabila sekolah malah tidak menginginkan siswa-siswa yang mempunyai kelemahan yang daftar dan masuk ke sekolah tersebut. Sekolah seperti itu berarti sekolah yang tidak melakukan fungsinya sebagai ”agen perubah”.
· Kualitas Tes Masuk pada sekolah BEST INPUT juga perlu dievaluasi. Artinya sangat tidak manusiawi. Menilai kemampuan siswa dengan besarnya angka-angka kognitif pada kualitas pengetahuan yang rendah sangat tidak adil. Penulis pernah menginterview seorang kepala sekolah sebuah SD di Surabaya tentang tes masuk penerimaan siswa baru. Kepala sekolah tersebut mengatakan bahwa di sekolahnya siswa yang dapat diterima di sekolahnya adalah yang mempunyai nilai 75 ke atas. Sedangkan nilai 74 ke bawah tidak diterima. Ketika penulis menanyakan kepada kepala sekolah tersebut tentang sebenarnya apa bedanya nilai 75 dan 74, hanya terpaut 1 digit saja, namun punya dampak yang berbeda. Seseorang tidak dapat masuk sekolah yang diinginkannya hanya karena kurang 1 digit. Tentu saja kepala sekolah tersebut tidak mampu menjawabnya.
· Kualitas guru pada sekolah yang menganut konsep ini, biasanya juga rendah atau biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa pada mutu guru. Bahkan menurut penelitian penulis pada sekolah yang favorit di Surabaya, beberapa guru bahkan dianggap ”gagap teknologi” (baca: gaptek) oleh siswa-siswanya dalam hal teknologi internet. Guru merasa tidak harus berusaha sekuat mungkin untuk mengubah siswanya menjadi pandai dan mengerti banyak ilmu pengetahuan, sebab kebanyakan siswanya sudah pandai. Apalagi biasanya siswa sudah kursus banyak bidang studi di luar sekolah.
2. Sekolah dengan konsep ”BEST PROCESS”
Sekolah yang menganut konsep bahwa sekolah unggul tidak menitikberatkan pada kualitas akademik siswa-siswa baru yang masuk ke sekolah tersebut. Sekolah model ini dengan suka cita menerima semua siswa dalam kondisi apapun.
Ciri-ciri sekolah yang menganut ”BEST PROCESS” ini adalah sebagai berikut:
* Sekolah ini tidak menerapkan tes masuk pada siswa barunya. Biasanya sekolah ini menggunakan sebuah perangkat riset untuk mengetahuai kondisi kemampuan siswa yang masuk ke sekolah tersebut. Perangkat ini dikenal dengan Multiple Intelligence Research (MIR) yang mampu mengetahui banyak dimensi kondisi kemampuan dan kekurangan siswa terutama tentang bagaimana gaya belajar siswa.
* Sekolah dan guru pada sekolah ini akan mendapatkan sebuah kenyataan tentang kemampuan akademik dan moral siswa-siswa barunya sangat beragam. Sehingga hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk mengubah menjadi ke arah positif. Akhirnya guru-guru di sekolah ini dituntut menjadi ”agen perubah” . Mengubah kondisi akademik dan moral siswa yang negatif menjadi positif.
* Menurut Tom J. Parkins, inilah sekolah yang sebenarnya, sekolah yang menerima segala kondisi siswanya. Kemudian kondisi itu dipelajari dan diteliti, lalu dengan data tersebut, para guru mencoba mengembangkan kemampuan siswa-siswanya dengan cara yang berbeda-beda. Sekolah unggul adalah sekolah yang menitik beratkan pada kualitas proses pembelajaran, dan ini ada pada pundak guru, bukan pada kualitas input siswanya.
* Guru-guru pada sekolah ini biasanya kreatif, sebab meyakini bahwa gaya mengajar guru tersebut harus disesuaikan dengan gaya belajar siswanya. Tuntutan mengajar dengan pola demikian hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang handal, punya dedikasi dan kompetensi mengajar yang baik. Dengan demikian sekolah yang menerapkan konsep ini, biasanya jadwal pelatihan guru sangat padat. Guru benar-benar diharapkan profesional dan menjadi agen perubah.
Siswa SMP LIK mengadakan lomba melukis
Info LIK –setelah pagi hari berjalan-jalan ke pacuan kuda dan berenang di kolam renang Hotel Sukabumi Indah, paras siswa SMP boarding Lazuardi Insan Kamil mendapatkan kehormatan dengan kedatangan Bapak Hanung Sukendro, pelukis profesiomal terkenal Indonesia.
Turut hadir dalam acara ini ayah dan ibunda Alif Panduwibowo yang mendapingi acara hingga akhir. Sejatinya hari Sabtu kemarin adalah jadwal ayahanda Alif mengisi program PARENT TEACHING dengan tema lingkungan hidup, sesuai atar belakang pekerjaan beliau, namun beliau berikan kesempatan kepada bapak Hanung –yang ternyata kakak kandung beliau- setelah sebelumnya mengisi tentang krisis lingkungan selama beberapa menit.
Pihak sekolah pun tidak menyia-nyiakan kedatangan beliau, beliau diminta untuk berbagai pengaalamannya kepada para siswa. Alhamdulillah beliau menyambutnya dan yang paling alhamdulillah lagi adalah sambutan para siswa LIK saat ditawarkan kesempatan belajar melukis dengan beliau. Saya selaku kepala sekolah dan guru juga turut serta mendampingi para siswa.
Pak Hanung mengawali kelasnya dengan perkenalan, tanya jawab, menjelaskan jenis-jenis dan teknis melukis dan dilanjutkan dengan melukis kuda di atas kanpas.
Saya menyampaikan rasa bangganya atas dukungan para orang tua ikut mensukseskan program Partent Teaching ini yang ternyata sangat positif bagi para siswa. Mereka dapat belajar berabagai ilmu pengetahuan dari lintas disiplin seseuai dengan beragamnya latar belakang para orang tua mereka. kiranya saya berharap program ini akan terus berlanjut dan semoga pula akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain.
Acara diakhiri dengan lomba melukis antar siswa. Para siswa diberi selembar kertas gambar yang telah dibummuhi garis panjang, persegi tiga, persegi empat, lingkaran, dan lain sebagainya. Selanjtnya setiap siswa diminta membuat sebuah lukisan dengan star awal dari garis-garis tersebut. Masyaallah Pak Hanum amat terkejut karena dalam waktu kurang dari dua puluh menit para siswa sudah menyelesaikannya dengan hasil lukisan yang luar biasa unik. Pak Hanum pun langsung mengumumkan lukisan delapan siswa terbaik; Reza Ahmed, Diki, M. Sahal, Robbi Kurniawan, Farhan Ainu, Alif , Ian dan Irvan. Wassalam.
Turut hadir dalam acara ini ayah dan ibunda Alif Panduwibowo yang mendapingi acara hingga akhir. Sejatinya hari Sabtu kemarin adalah jadwal ayahanda Alif mengisi program PARENT TEACHING dengan tema lingkungan hidup, sesuai atar belakang pekerjaan beliau, namun beliau berikan kesempatan kepada bapak Hanung –yang ternyata kakak kandung beliau- setelah sebelumnya mengisi tentang krisis lingkungan selama beberapa menit.
Pihak sekolah pun tidak menyia-nyiakan kedatangan beliau, beliau diminta untuk berbagai pengaalamannya kepada para siswa. Alhamdulillah beliau menyambutnya dan yang paling alhamdulillah lagi adalah sambutan para siswa LIK saat ditawarkan kesempatan belajar melukis dengan beliau. Saya selaku kepala sekolah dan guru juga turut serta mendampingi para siswa.
Pak Hanung mengawali kelasnya dengan perkenalan, tanya jawab, menjelaskan jenis-jenis dan teknis melukis dan dilanjutkan dengan melukis kuda di atas kanpas.
Saya menyampaikan rasa bangganya atas dukungan para orang tua ikut mensukseskan program Partent Teaching ini yang ternyata sangat positif bagi para siswa. Mereka dapat belajar berabagai ilmu pengetahuan dari lintas disiplin seseuai dengan beragamnya latar belakang para orang tua mereka. kiranya saya berharap program ini akan terus berlanjut dan semoga pula akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain.
Acara diakhiri dengan lomba melukis antar siswa. Para siswa diberi selembar kertas gambar yang telah dibummuhi garis panjang, persegi tiga, persegi empat, lingkaran, dan lain sebagainya. Selanjtnya setiap siswa diminta membuat sebuah lukisan dengan star awal dari garis-garis tersebut. Masyaallah Pak Hanum amat terkejut karena dalam waktu kurang dari dua puluh menit para siswa sudah menyelesaikannya dengan hasil lukisan yang luar biasa unik. Pak Hanum pun langsung mengumumkan lukisan delapan siswa terbaik; Reza Ahmed, Diki, M. Sahal, Robbi Kurniawan, Farhan Ainu, Alif , Ian dan Irvan. Wassalam.
Jumat, 25 Februari 2011
Ahmad Ja’far, Aku Ingin Jadi Pemain Basket Internasional
By Munif Chatib
Ketika pertama kali melihatnya, saya tersenyum dan Ja’farpun tersenyum. Ya dia murah senyum. Badannya kecil, mungkin paling kecil di antara EAGLE SQUAD SMP LIK SUKABUMI. Tapi Ja’far sangat gesit.
“Pak Munif, Sekolah di sini nyaman ya. Terus pelajarannya itu lho kog gampang-gampang ya he he he he..,” jawab Ja’far ketika saya tanya satu semester di SMP LIK SUKABUMI.
“Aku dulu ini suka berantem lho, padahal itu tinggal sama orangtua, herannya sekarang tinggal di pondokan, kumpul dengan teman-teman yang luar biasa, aku jadi jarang berantem. Dan yang paling membuatku kaget, aku dulu gak pernah mencuci piring sehabis makan. Di sekolah ini aku harus mencuci piring. Awalnya aku tidak mau, namun sekarang aku tahu, hal itu dilakukan agar aku mandiri. Alhamdulillah aku lebih mandiri sekarang.”
“Apalagi guru-gurunya enak diajak ngomong, seperti sahabat. Aku dan teman-teman kalau ingin nakal jadi sungkan rasanya. Aku dapat tugas kelompok yang hebat, yaitu GOTONG ROYONG MEMBUANG SAMPAH. Dan tugas individuku adalah MENGINGATKAN TEMAN AGAR LEBIH BAIK. Kayak ustad gitu he .. he .. he ...”
Ketika saya tanya, harapan atau keinginan apa yang Ja’far tulis di botol impian. Ja’far menjawab:
“Aku tulis ingin menjadi pemain basket internasional, tau gak biar badanku ini tinggi he he he.”
Ayo kejar impianmu Ja’far ... doaku dan doa kedua orangtuamu selalu menyelimuti setiap tarikan nafasmu.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran, Alamat Sekolah:Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atauHasan Mawardi : 0817109392 Fadhil : 0266 6248274
blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/web: www.sekolah-unggul.com
Smp Lazuardi Insan Kamil; biasa disama AJ (ahmad Ja`far).siswaku yang satu ini sangat keukeuh dengan cita-citanya, "kan biar tambah tinggi sir, jawabnya kalau ditanya kenapa hobi banget basket. kekhasannya adalah selalu tersenyum, berani dan suka tawar2an dengan guru; "kan qabliyyah itu sunnah sir boleh dikerjakan boleh tidak..." bantahnya krn tidak mau shalat qabliyyah. al-hasil siswa yg satu ini sangat tidak bisa diam
Smp Lazuardi Insan Kamil untuk AJ dan juga siswa-siswaku yang lain semoga citat2mu tercapai dan semoga guru2 bisa mengantarkan kalian sampai pada cita-cita tsb. aamiiin
Norofikah Icha Amin...salam sukses untuk Ja'far!
Marwan Fadhil
satu hal yang membuat aku kagum sama dia.. dulu sebelum masuk ke LIk, dia mendapatkan musibah kakinya patah dan hampir 1 bulan dia tidak bisa berjalan dan harus di bantu dg tongkat. bahkan ketika sudah di LIk-pun dia masih harus ndibantu d...g tongkat, namun alhamdulillah dg sering sekarang dia sudah bisa berlari dg kencang. saya punya spesial moment bersama dia, yaitu pada saat belajar fiqih kemaren, ketika saya membuat simulasi khutbah jum'at dg PDnya dia mengacungkan tangan " saya Mr jadi Khatibnya..." setelah beres saya tanya. "...gimna perasaanya.." dia menjawab " kalo jum'atn nanti saya siap jadi Khatib" heeee... begitulah AJ.. anaknya pede dan kekeh sekarang dia sudah mulai mandiri.. ayo kita terbang AJ-ku... pasukannku..See More
Fathima Huriyya
Saya sebagai mamanya menangis campur bahagia membaca tulisan p munif ini. Teringat ketika awal kami berniat menyekolahkan ja'far di SMP LIK, kami banyak mendapat protes dan keluarga dan lingkungan sekitar. Kata mereka anak masih SMP kok dis...ekolahkan jauh2, krn kebetulan saya tinggal di sby, tetapi kami keukeuh karena kami berpikir utk kebaikan ja'far dan alhamdulillah banyak perubahan ja'far ke arah yg lebih baik. Dan ketika liburan semester kemaren, keluarga yg awalnya protes malah akhirnya memuji keputusan kami menyekolahkan ja'far di SMP LIK.
Ada moment ketika saya mengantarkan ja'far kembali ke sukabumi sehabis liburan semester kemaren, ini pertama kalinya saya bisa ke sukabumi. Selama perjalanan di mobil bersama seluruh keluarga dia tidur di pangkuan saya sambil tangannya memeluk pinggan saya. Saya melihat matanya berkaca2, krn memang saat2 sehabis libur panjang menjadi moment yg susah untuk kembali lagi ke skolah dan berpisah dgn keluarga. Pada saat itu sambil menyembunyikan matanya yg berkaca2 dia bicara, "ma, nanti ja'far kalau kuliah mau di luar negri ya", saya dengan menahan air mata menjawa ya nak insya Allah, tapi ja'far harus sukses dan belajar yg rajin di SMP LIK dan insya Allah di SMA nya juga. Dengan mantap dia menganggukan kepala. Dan hr ini saya membaca kisah dr p munif dan dr teman2 guru insya Allah saya bertambah yakin ja'far bisa menjadi org yg sukses di sekolah ini karena dipegang langsung oleh guru2 yg kompeten.
Terima kasih p munif telah menumbuhkan semangat anak2 kami menjadi lebih punya mimpi.
Terima kasih untuk guru2 LIK telah sabar mendidik anak2 kami agar menjadi pribadi yg sukses dunia dan akheratnya. Mohon maaf saya belum sempat mengucapkan terima kasih secara langsung karena jarak dan tanggung jawab yg harus saya laksanakan di sby.
Terima kasih ja'far anakku sudah berusaha menjadi anak yg sukses mandiri dan berani, doa mama dan ayah selalu menyertaimu nak semoga kamu menjadi anak yg sukses dunia akherat dan punya manfaat utk ummat... AmienSee More
Kamil Smile
Terharuuuuu Hikz Hikz Hikz.....
Hidup Ja'far,
Hidup SMP LIK,
Hidup Pak Munif,
...Hidup Sekolah ManusiaSee More
Raguan Rahmawati @kak hur: wati baca tulisan kak hur lebih nangis lg.....sekarang saatnya menanam dan bersabar menunggu masa panen kelak...insyaallah allah memandang dengan pandangan rahmat pada usaha kak hur dan iwan....amiinn
Jihan Alatas huuaaaww....aq mewek kak,mrebes mili...(sambil bayangin karim disana)
Smp Lazuardi Insan Kamil; untuk Ibu Fathimah Hurriyah, Bunda AJ. doeloe sewaktu saya minta mondok d Bangil, mamah nangis sejadi2nya, maklum saya anak laki2 tunggal, nanti saja kalau sudah lulus SMPeeeeee huk huk huk , ya...kheir nanti setelah lulus SMP baru ke sana. tiga thn waktu berjalan dan saya pun lulus SMP, saya minta kembali tuk melanjutkan ke Bangi, walllaaah tuh yang namanya mamah berusaha bagaimana supaya tidak jadi di Bangil, yg deket2 aja di Sukabumi -kebetulan saja asli Sukabumi-, Cianjur atau Bandung. Aba pun maraaaah...mau kapan lagi kalau bukan sekarang. saya pun pergi dihantar linangan air mata mamah. setelah di sana hampir jarang tuh ingat rumah kecuali...... pas kehabisan duit he..he...he.., konon mamah tidak bisa makan sampai tiga bulan, sampai jatuh sakit saya pun tidak dikasih tahu. Aba bilang -boong sih-, mama sehat2 aja malah sekarang senang kamu betah di pondok.
Smp Lazuardi Insan Kamil; jika dulu setiap semesteran dan liburan puasa saya dari Suarabaya pulang ke Sukabumi, sekarang giliran AJ yang pulang dari Sukabumi ke Surabaya. kokk tukeran sih Jee?
Ketika pertama kali melihatnya, saya tersenyum dan Ja’farpun tersenyum. Ya dia murah senyum. Badannya kecil, mungkin paling kecil di antara EAGLE SQUAD SMP LIK SUKABUMI. Tapi Ja’far sangat gesit.
“Pak Munif, Sekolah di sini nyaman ya. Terus pelajarannya itu lho kog gampang-gampang ya he he he he..,” jawab Ja’far ketika saya tanya satu semester di SMP LIK SUKABUMI.
“Aku dulu ini suka berantem lho, padahal itu tinggal sama orangtua, herannya sekarang tinggal di pondokan, kumpul dengan teman-teman yang luar biasa, aku jadi jarang berantem. Dan yang paling membuatku kaget, aku dulu gak pernah mencuci piring sehabis makan. Di sekolah ini aku harus mencuci piring. Awalnya aku tidak mau, namun sekarang aku tahu, hal itu dilakukan agar aku mandiri. Alhamdulillah aku lebih mandiri sekarang.”
“Apalagi guru-gurunya enak diajak ngomong, seperti sahabat. Aku dan teman-teman kalau ingin nakal jadi sungkan rasanya. Aku dapat tugas kelompok yang hebat, yaitu GOTONG ROYONG MEMBUANG SAMPAH. Dan tugas individuku adalah MENGINGATKAN TEMAN AGAR LEBIH BAIK. Kayak ustad gitu he .. he .. he ...”
Ketika saya tanya, harapan atau keinginan apa yang Ja’far tulis di botol impian. Ja’far menjawab:
“Aku tulis ingin menjadi pemain basket internasional, tau gak biar badanku ini tinggi he he he.”
Ayo kejar impianmu Ja’far ... doaku dan doa kedua orangtuamu selalu menyelimuti setiap tarikan nafasmu.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran, Alamat Sekolah:Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atauHasan Mawardi : 0817109392 Fadhil : 0266 6248274
blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/web: www.sekolah-unggul.com
Smp Lazuardi Insan Kamil; biasa disama AJ (ahmad Ja`far).siswaku yang satu ini sangat keukeuh dengan cita-citanya, "kan biar tambah tinggi sir, jawabnya kalau ditanya kenapa hobi banget basket. kekhasannya adalah selalu tersenyum, berani dan suka tawar2an dengan guru; "kan qabliyyah itu sunnah sir boleh dikerjakan boleh tidak..." bantahnya krn tidak mau shalat qabliyyah. al-hasil siswa yg satu ini sangat tidak bisa diam
Smp Lazuardi Insan Kamil untuk AJ dan juga siswa-siswaku yang lain semoga citat2mu tercapai dan semoga guru2 bisa mengantarkan kalian sampai pada cita-cita tsb. aamiiin
Norofikah Icha Amin...salam sukses untuk Ja'far!
Marwan Fadhil
satu hal yang membuat aku kagum sama dia.. dulu sebelum masuk ke LIk, dia mendapatkan musibah kakinya patah dan hampir 1 bulan dia tidak bisa berjalan dan harus di bantu dg tongkat. bahkan ketika sudah di LIk-pun dia masih harus ndibantu d...g tongkat, namun alhamdulillah dg sering sekarang dia sudah bisa berlari dg kencang. saya punya spesial moment bersama dia, yaitu pada saat belajar fiqih kemaren, ketika saya membuat simulasi khutbah jum'at dg PDnya dia mengacungkan tangan " saya Mr jadi Khatibnya..." setelah beres saya tanya. "...gimna perasaanya.." dia menjawab " kalo jum'atn nanti saya siap jadi Khatib" heeee... begitulah AJ.. anaknya pede dan kekeh sekarang dia sudah mulai mandiri.. ayo kita terbang AJ-ku... pasukannku..See More
Fathima Huriyya
Saya sebagai mamanya menangis campur bahagia membaca tulisan p munif ini. Teringat ketika awal kami berniat menyekolahkan ja'far di SMP LIK, kami banyak mendapat protes dan keluarga dan lingkungan sekitar. Kata mereka anak masih SMP kok dis...ekolahkan jauh2, krn kebetulan saya tinggal di sby, tetapi kami keukeuh karena kami berpikir utk kebaikan ja'far dan alhamdulillah banyak perubahan ja'far ke arah yg lebih baik. Dan ketika liburan semester kemaren, keluarga yg awalnya protes malah akhirnya memuji keputusan kami menyekolahkan ja'far di SMP LIK.
Ada moment ketika saya mengantarkan ja'far kembali ke sukabumi sehabis liburan semester kemaren, ini pertama kalinya saya bisa ke sukabumi. Selama perjalanan di mobil bersama seluruh keluarga dia tidur di pangkuan saya sambil tangannya memeluk pinggan saya. Saya melihat matanya berkaca2, krn memang saat2 sehabis libur panjang menjadi moment yg susah untuk kembali lagi ke skolah dan berpisah dgn keluarga. Pada saat itu sambil menyembunyikan matanya yg berkaca2 dia bicara, "ma, nanti ja'far kalau kuliah mau di luar negri ya", saya dengan menahan air mata menjawa ya nak insya Allah, tapi ja'far harus sukses dan belajar yg rajin di SMP LIK dan insya Allah di SMA nya juga. Dengan mantap dia menganggukan kepala. Dan hr ini saya membaca kisah dr p munif dan dr teman2 guru insya Allah saya bertambah yakin ja'far bisa menjadi org yg sukses di sekolah ini karena dipegang langsung oleh guru2 yg kompeten.
Terima kasih p munif telah menumbuhkan semangat anak2 kami menjadi lebih punya mimpi.
Terima kasih untuk guru2 LIK telah sabar mendidik anak2 kami agar menjadi pribadi yg sukses dunia dan akheratnya. Mohon maaf saya belum sempat mengucapkan terima kasih secara langsung karena jarak dan tanggung jawab yg harus saya laksanakan di sby.
Terima kasih ja'far anakku sudah berusaha menjadi anak yg sukses mandiri dan berani, doa mama dan ayah selalu menyertaimu nak semoga kamu menjadi anak yg sukses dunia akherat dan punya manfaat utk ummat... AmienSee More
Kamil Smile
Terharuuuuu Hikz Hikz Hikz.....
Hidup Ja'far,
Hidup SMP LIK,
Hidup Pak Munif,
...Hidup Sekolah ManusiaSee More
Raguan Rahmawati @kak hur: wati baca tulisan kak hur lebih nangis lg.....sekarang saatnya menanam dan bersabar menunggu masa panen kelak...insyaallah allah memandang dengan pandangan rahmat pada usaha kak hur dan iwan....amiinn
Jihan Alatas huuaaaww....aq mewek kak,mrebes mili...(sambil bayangin karim disana)
Smp Lazuardi Insan Kamil; untuk Ibu Fathimah Hurriyah, Bunda AJ. doeloe sewaktu saya minta mondok d Bangil, mamah nangis sejadi2nya, maklum saya anak laki2 tunggal, nanti saja kalau sudah lulus SMPeeeeee huk huk huk , ya...kheir nanti setelah lulus SMP baru ke sana. tiga thn waktu berjalan dan saya pun lulus SMP, saya minta kembali tuk melanjutkan ke Bangi, walllaaah tuh yang namanya mamah berusaha bagaimana supaya tidak jadi di Bangil, yg deket2 aja di Sukabumi -kebetulan saja asli Sukabumi-, Cianjur atau Bandung. Aba pun maraaaah...mau kapan lagi kalau bukan sekarang. saya pun pergi dihantar linangan air mata mamah. setelah di sana hampir jarang tuh ingat rumah kecuali...... pas kehabisan duit he..he...he.., konon mamah tidak bisa makan sampai tiga bulan, sampai jatuh sakit saya pun tidak dikasih tahu. Aba bilang -boong sih-, mama sehat2 aja malah sekarang senang kamu betah di pondok.
Smp Lazuardi Insan Kamil; jika dulu setiap semesteran dan liburan puasa saya dari Suarabaya pulang ke Sukabumi, sekarang giliran AJ yang pulang dari Sukabumi ke Surabaya. kokk tukeran sih Jee?
Anshor, sang disainer kehutanan Indonesia
by Munif Chatib Full on Thursday, February 24, 2011 at 5:39am
Nama lengkapnya Mohammad Anshor, anaknya hitam manis dan lincah. Sangat nyaman ngobrol dengan Anshor. Anshor selalu bilang kepada banyak orang suasana nyaman yang dia alami di SMP LIK SUKABUMI.
“Aku merasa nyaman gitu, mulai bangun pagi sampai tidur lagi rasanya semangat untuk belajar itu terus menyala-nyala. Di sekolah ini aku benar-benar merasakan team work yang kuat. Bayangkan kami di SMP LIK punya nama lho EAGLE SQUAD. Kami punya kaosnya lho!”
Ketika saya tanya apa saja yang sudah di dapat di SMP LIKdalam satu semester ini.
“Di SMP LIK ini aku dapat apa sih sebenarnya disiplin itu. ternyata disiplin itu penting sekali buat anak seumuran kita. Jujur di sekolah ini aku merasakan manfaat TEAM WORK. Kami ini jauh dari orangtua lho. Tiba-tiba di sekolah ini aku suka menolong teman dan guru yang membutuhkan pertolongan, sekecil apapun. Perasaan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Aku benar-benar belajar makna sahabat di sekolah ini,” jawaban panjang Anshor.
“Terus, prestasi Anshor?” tanya saya
“Aku belum pernah melangar peraturan sekolah, hebat ya Pak Munif,” jawabnya sambil tersenyum.
“Lalu apa yang kamu tulis dalam botol impianmu 10 atau 11 tahun mendatang?”
“Aku ingin menguasai semua pelajaran dan semoga semua impian teman-teman saya, khususnya aku sendiri semoga tercapai, aku ingin bisa menggambar lebih baik lagi dan belajar IPA yang sungguh-sunggu supaya bisa menjadi insinyur kehutanan dan arsitek/designer terhebat di dunia, aminn!”
Ya Anshor, semoga apa yang kau tulis oleh Allah dikabulkan. Betapa banyak hutan Indonesia yang rusak. Semoga Anshor pada masanya akan menjadi pembaharu. Kembali menghidupkan hutan yang rusak di negeri katulistiwa ini. Ayah bunda Anshor jangan berhenti mendoakan kami.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah: Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atau Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0266 6248274 blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
LikeUnlike • • Share
Muhammad Zainuddin Sattar bagitu banyak sekolah-sekolah yg pernah saya masuki, dan begitu sangat menyedihkan ketika melihat sekolah-sekolah itu tidak seperti layaknya sekolah Manusia!
Arifah Handayani
Senangnya ketemu anak muda yang sudah punya mimpi...
Nettaku pengen sekolah jadi Chef.. Lama2 dia bilang mau mastery banyak bahasa.. Biar bisa bicara dg dunia.. Terakhir pengen sekolah yg banyak kunjungan ke tempat wisata..
Semoga anak2 kita ...bisa belajar dan mengerjakan sesuatu yg dicintainya hingga dia kelak segera menghasilkan masterpiece hidup dengan bahagia..
Amiin..See More {Yesterday at 6:12am • LikeUnlike • 3 peopleLoading...
Munif Chatib Full @Zainudin: Nah harus semangat menyebarkan sekolahnya manusia
@Arifah: terima kasih dan mohon terus dukungannya. yg jelas katanya MIMPI ITU TAK TERIKAT WAKTU
Yesterday at 7:14am • LikeUnlike • 1 personMasyhuroh Ainil Millah likes this.
Arifah Handayani
Insya Allah, maju terus Pak.. I'll be two step behind you (kata lagu)..
Mimpi itu sejatinya bukan bunga tidur.. Tapi bunga kehidupan.. Hanya orang2 yang ingin hidupnya indah rajin menyemai mimpi.. Dan pada gilirannya kan menuai hasilnya..
I'm... an accute dreamer.. I'll do whatever it takes to make the dreams come true..See More
Yesterday at 9:47am • LikeUnlike • 2 peopleMunif Chatib Full and Wantu Trisnawati like this.
Smp Lazuardi Insan Kamil satu diantara sekian banyak kelebihan Anshor adalah kemampuannya memecahkan masalah, ia punya problem solving sendiri. setahu saya ia hampir tidak pernah mengeluh, saat ada yg iseng ngatai "anshooor item..Anshor iteeeem..."kok g` marah, tanya saya. ah biarin aja sir ntar juga bosan sendiri lagian kan saya emang item, kalo kalah dipelayajaran baru saya gelisah dan tersinggung. temen2 baik kok kalau pun bercanda menurut saya masih wajar2aja
Yesterday at 10:20am • LikeUnlike • 3 peopleMunif Chatib Full and 2 others like this.
Marwan Fadhil
ketika pertama kali anshor datang mendaftar ke LIk, dia sangat pemalu sekali, jangankan ngobrol ditanya saja dia ngumpet dipunggung ayahnya, dia sangat pemalu.. Anshor adalh siswa yg ulet sekali, sudah 2 kali dia mendapatkan penghargaan seb...agai student of the week, yg pertama sebagai the best of discipline, dan yg kedua sebagai the best of managed student.. ada pengalaman menarik, ketika ada acara buka bersama dg seluruh orang tua dan tamu undangan, saya tantang dia untuk khutbah b.arab. dg wajahnya yg kaget dia menjawab "TIDAK MUNGKIN MR, SAYA MALU" kita pantik terus untuk berani dan ketika latihan di kebun, saya bilang
" Shor, bayangkan bahwa pohon, rumput, daun2 adalah audience yg akan menyaksikanm, lantangkan suarmu jangn malu dan ditahan.." dan alhamdulillah pada saat buka bersama dia bisa khutbah b,arab dg sangat lancar dan mendapat aplause yg luar biasa..
Anshor-ku ayooo maju dan gapai impianmu..
SAVE OUR WORLD...See More
Yesterday at 7:32pm • LikeUnlike • 2 peopleMunif Chatib Full and Marzuki Machmud like this.
Eri Ruswandi BRAVO EAGLE SQUAD... Semoga apa yang dicita-citakan anshor terkabul, aamiin...17 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...
Marzuki Machmud Semoga bermunculan Anshor Anshor yang lain.
Riesca Dian Amieeeeeeeeeeen........................................
Nama lengkapnya Mohammad Anshor, anaknya hitam manis dan lincah. Sangat nyaman ngobrol dengan Anshor. Anshor selalu bilang kepada banyak orang suasana nyaman yang dia alami di SMP LIK SUKABUMI.
“Aku merasa nyaman gitu, mulai bangun pagi sampai tidur lagi rasanya semangat untuk belajar itu terus menyala-nyala. Di sekolah ini aku benar-benar merasakan team work yang kuat. Bayangkan kami di SMP LIK punya nama lho EAGLE SQUAD. Kami punya kaosnya lho!”
Ketika saya tanya apa saja yang sudah di dapat di SMP LIKdalam satu semester ini.
“Di SMP LIK ini aku dapat apa sih sebenarnya disiplin itu. ternyata disiplin itu penting sekali buat anak seumuran kita. Jujur di sekolah ini aku merasakan manfaat TEAM WORK. Kami ini jauh dari orangtua lho. Tiba-tiba di sekolah ini aku suka menolong teman dan guru yang membutuhkan pertolongan, sekecil apapun. Perasaan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Aku benar-benar belajar makna sahabat di sekolah ini,” jawaban panjang Anshor.
“Terus, prestasi Anshor?” tanya saya
“Aku belum pernah melangar peraturan sekolah, hebat ya Pak Munif,” jawabnya sambil tersenyum.
“Lalu apa yang kamu tulis dalam botol impianmu 10 atau 11 tahun mendatang?”
“Aku ingin menguasai semua pelajaran dan semoga semua impian teman-teman saya, khususnya aku sendiri semoga tercapai, aku ingin bisa menggambar lebih baik lagi dan belajar IPA yang sungguh-sunggu supaya bisa menjadi insinyur kehutanan dan arsitek/designer terhebat di dunia, aminn!”
Ya Anshor, semoga apa yang kau tulis oleh Allah dikabulkan. Betapa banyak hutan Indonesia yang rusak. Semoga Anshor pada masanya akan menjadi pembaharu. Kembali menghidupkan hutan yang rusak di negeri katulistiwa ini. Ayah bunda Anshor jangan berhenti mendoakan kami.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah: Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atau Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0266 6248274 blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
LikeUnlike • • Share
Muhammad Zainuddin Sattar bagitu banyak sekolah-sekolah yg pernah saya masuki, dan begitu sangat menyedihkan ketika melihat sekolah-sekolah itu tidak seperti layaknya sekolah Manusia!
Arifah Handayani
Senangnya ketemu anak muda yang sudah punya mimpi...
Nettaku pengen sekolah jadi Chef.. Lama2 dia bilang mau mastery banyak bahasa.. Biar bisa bicara dg dunia.. Terakhir pengen sekolah yg banyak kunjungan ke tempat wisata..
Semoga anak2 kita ...bisa belajar dan mengerjakan sesuatu yg dicintainya hingga dia kelak segera menghasilkan masterpiece hidup dengan bahagia..
Amiin..See More {Yesterday at 6:12am • LikeUnlike • 3 peopleLoading...
Munif Chatib Full @Zainudin: Nah harus semangat menyebarkan sekolahnya manusia
@Arifah: terima kasih dan mohon terus dukungannya. yg jelas katanya MIMPI ITU TAK TERIKAT WAKTU
Yesterday at 7:14am • LikeUnlike • 1 personMasyhuroh Ainil Millah likes this.
Arifah Handayani
Insya Allah, maju terus Pak.. I'll be two step behind you (kata lagu)..
Mimpi itu sejatinya bukan bunga tidur.. Tapi bunga kehidupan.. Hanya orang2 yang ingin hidupnya indah rajin menyemai mimpi.. Dan pada gilirannya kan menuai hasilnya..
I'm... an accute dreamer.. I'll do whatever it takes to make the dreams come true..See More
Yesterday at 9:47am • LikeUnlike • 2 peopleMunif Chatib Full and Wantu Trisnawati like this.
Smp Lazuardi Insan Kamil satu diantara sekian banyak kelebihan Anshor adalah kemampuannya memecahkan masalah, ia punya problem solving sendiri. setahu saya ia hampir tidak pernah mengeluh, saat ada yg iseng ngatai "anshooor item..Anshor iteeeem..."kok g` marah, tanya saya. ah biarin aja sir ntar juga bosan sendiri lagian kan saya emang item, kalo kalah dipelayajaran baru saya gelisah dan tersinggung. temen2 baik kok kalau pun bercanda menurut saya masih wajar2aja
Yesterday at 10:20am • LikeUnlike • 3 peopleMunif Chatib Full and 2 others like this.
Marwan Fadhil
ketika pertama kali anshor datang mendaftar ke LIk, dia sangat pemalu sekali, jangankan ngobrol ditanya saja dia ngumpet dipunggung ayahnya, dia sangat pemalu.. Anshor adalh siswa yg ulet sekali, sudah 2 kali dia mendapatkan penghargaan seb...agai student of the week, yg pertama sebagai the best of discipline, dan yg kedua sebagai the best of managed student.. ada pengalaman menarik, ketika ada acara buka bersama dg seluruh orang tua dan tamu undangan, saya tantang dia untuk khutbah b.arab. dg wajahnya yg kaget dia menjawab "TIDAK MUNGKIN MR, SAYA MALU" kita pantik terus untuk berani dan ketika latihan di kebun, saya bilang
" Shor, bayangkan bahwa pohon, rumput, daun2 adalah audience yg akan menyaksikanm, lantangkan suarmu jangn malu dan ditahan.." dan alhamdulillah pada saat buka bersama dia bisa khutbah b,arab dg sangat lancar dan mendapat aplause yg luar biasa..
Anshor-ku ayooo maju dan gapai impianmu..
SAVE OUR WORLD...See More
Yesterday at 7:32pm • LikeUnlike • 2 peopleMunif Chatib Full and Marzuki Machmud like this.
Eri Ruswandi BRAVO EAGLE SQUAD... Semoga apa yang dicita-citakan anshor terkabul, aamiin...17 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...
Marzuki Machmud Semoga bermunculan Anshor Anshor yang lain.
Riesca Dian Amieeeeeeeeeeen........................................
Senin, 21 Februari 2011
BOTOL IMPIAN DI SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI
By Munif Chatib
Untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan ‘EAGLE SQUAD’, siswa-siswa yang luar biasa dahsyat di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI. Seperti biasanya mereka sangat antusias menunggu materi pelajaran dari saya. Terdengar bisik-bisik dari mereka, “Hari ini kita dapat apa lagi dari Pak Munif ya”. Saya hanya tersenyum mendengarnya.
Saya mulai beraksi. Saya minta Ja’far dan Miqdad untuk berdiri ke masing-masing sudut aula. Lalu saya saya minta Ali Zainal Abidin, Ian, Robi, Reza untuk berdiri di tengah mereka dan bersiap-siap melakukan instruksi yang sebentar lagi akan saya berikan.
“Buat Ali, dengan gerakan ‘slow motion’ cepat berlari ke arah Ja’far.’ Ali dengan lucunya berlari pelan ke Ja’far.
“Untuk Ian, cepat berlari menuju Miqdad”. Dengan senyuman khas Ian berlari ke Miqdad. Setelah mereke berdua sampai ke tujuan, saya minta semua siswa bertepuk tangan. Aula itu riuh. Namun ada yang interupsi. “Pak Munif ini maksudnya apa?” Saya meminta mereka bersabar.
“Sekarang Robi, silahkan lari ke arah Miqdad.” Nah yang ini agak lain. Ketika Robi berlari pelan menuju Miqdad, saya minta Farhan untuk menghalangi Robi. “Ayo Farhan, halangi si Robi sedapat mungkin jangan sampai ke Miqdad.
“Reza, let’s run to Ja’far. Noval, cepat halangi Reza untuk mencapai tujuannya,” perintah saya. Maka aula itu mulai ramai. Siswa yang lain saling bersorak memberikan dukungannya. Ada yang memberi dukungan untuk si penghalang ada yang mendukung si pelari. Apalagi semua gerakan mereka ‘slow motion’ jadi lucu kelihatannya. Akhirnya Robi berhasil mencapai Miqdad. Namun Reza gagal sampai ke Ja’far. Hanya setengah jalan. Noval yang berbadan lebih besar dari Reza mendekapnya erat. Lalu puncaknya saya minta si syarif untuk berdiri siap menerima intruksi.
“Syarif, cepat lari!” perintah saya. Syarif bingung. “Ayo jangan bengong, cepat lari!”
“Lari kemana Pak Munif?” Syarif hanya berdiri di tempat.
“Ya terserah, hitungan ketiga, cepat lari, satu, dua dan tiga!”
Syarif berlari dengan bingung, berputar-putar menuju Miqdad atau Ja’far.
Dengan simulasi adegan di atas, saya meminta siswa mengambil hikmahnya. Apa bedanya instruksi pertama, kedua dan ketiga. Dengan antusias Ali Reza berkomentar. “Instruksi pertama adalah instruksi yang jelas. Tapi instruksi ketiga, tidak jelas harus lari kemana.” Hebat bener sang pemikir ini. Saya minta mereka berkumpul melingkari saya.
“Instruksi pertama, sebenarnya yang jadi poin penting adalah TUJUAN. Ya ada tujuan atau target terlebih dahulu. Target itu adalah Ja’far dan Miqdad. Dua orang pelari pada instruksi pertama dengan lancar dapat berlari menuju TUJUAN. Namun pada instruksi kedua, ada HAMBATAN yang muncul untuk meraih TUJUAN. Lihatlah ada yang berhasil mengatasi HAMBATAN dan ada yang GAGAL. Sedangkan instruksi ketiga, saya sengaja memberikannya TANPA TUJUAN. Lihatlah apa yang terjadi pada Syarif, dia kebingungan mau lari kemana. Bahayanya kita ini kalau tidak mempunyai TUJUAN. Adik-adik sekolah ini adalah KENDARAAN adik-adik untuk berlari. Namun pertanyaannya apakah adik-adik mempunyai tujuan? Mempunyai cita-cita?
“Jujur pak Munif, saya masih bingung TUJUAN saya nanti mau jadi apa?” aku Robi.
“Saya yakin di kelas ini, masih banyak yang bingung bagaimana cara untuk menentukan TUJUAN-nya atau cita-citanya. Mau saya bantu menentukan TUJUAN?”
“Mauuuuuuu,” teriak semua siswa antusias.
Saya minta mereka untuk lebih mendekat. Saya membagikan kertas kecil kepada semua siswa. Cara menentukan TUJUAN itu mudah. Pertama, kita harus berani BERMIMPI. Ayo pejamkan mata, anggap kita sedang bermimpi. Apa mimpi itu? Mimpilah untuk menjadi seseorang yang berguna buat banyak orang. Mimpilah untuk mempunyai PROFESI yang sering diharapkan, Cuma kita takut profesi itu tidak akan terwujud. Hari ini buang jauh-jauh ketakutan itu. Ayo bermimpilah untuk menjadi seseorang yang berguna buat banyak orang.
Semua siswa memejamkan mata, lalu dari wajah-wajah mereka mulai satu persatu tersenyum. Saya yakin mereka sudah ‘dapatkan impiannya’. SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4 tahun. Total 10 tahun lagi impian itu dapat dibuktikan berhasil atau tidak.
“Okey, sekarang tuliskan impian itu di kertas dengan contoh sebagai berikut. Ali, dalam impianmu kamu ingin menjadi apa?” tanya saya.
“Pengusaha Pak Munif.”
“Kenapa?”
“Agar bisa membantu banyak orang yang hidup susah,” jawab Ali Zainal Abidin spontan.
Lalu saya minta Ali menulis di kertasnya sebagai berikut:
“Bismillahi rohmanir rohim.
Aku Ali Zainal Abidin, hari ini aku bermimpi ingin menjadi PENGUSAHA untuk membantu orang-orang yang kesusahan dalam mencari nafkah dalam kehidupannya. Ya Allah, kabulkan impianku. Singkirkan penghalang dan hambatan yang akan terjadi. Di sekolah inilah aku mulai berlari menuju impianku. Kabulkanlah Ya Allah. Betapa senangnya kedua orangtuaku, jika aku berhasil.
Ya Allah 10 tahun lagi aku harus menjadi PENGUSAHA.”
Sukabumi, 21 Januari 2011 sanpai 21 Januari 2021.
Tertanda Ali Zainal Abidin.
Dengan contoh surat di atas, semua siswa menuliskan mimpinya. Lalu saya tantang dengan pertanyaan. “Maukan kalian saya berikan senjata untuk mengatasi dan mengusir HAMBATAN yang akan muncul pada saat berjuang meraih cita-cita?”
“Mauuuuuuuu.” Eagle Squad berteriak lagi.
“Ada lima langkah. Pertama DIRI, aku harus BISA. Kedua, TEMAN, aku harus bekerja sama dengan TEMAN. Ketiga, GURU, harus menghormati GURU. Keempat, LINGKUNGAN, aku harus siap menaklukkan lingkunganku yang berubah-ubah. Kelima, MATERI, aku harus cinta akan belajar.”
Lalu saya meminta siswa siap melakukan GAMES MENEMBAK BURUNG, bagaimana mempertahankan 5 SOP itu, DIRI-TEMAN-GURU-LINGKUNGAN-MATERI. Walhasil mereka senang sekali memainkan games ini. Puncaknya, saya meminta semua surat tersebut digulung dan dimasukkan ke dalam botol plastik untuk di tanam di halaman sekolah.
“Ayo cepat masukkan surat impian itu ke dalam botol ini. Saya ingin 10 tahun lagi adik-adik datang ke sekolah ini, tepatnya tanggal 21 Januari 2021. Lalu kita bongkar kembali botol impian yang terkubur selama 10 tahun itu. Kita buka dan baca kembali. Apa kita menjadi seperti dalam surat itu. Mau kalian balik lagi ke sekolah ini 10 tahun lagi?”
“Mauuuuuuuuuuuuuu,,” Eagle Squad berteriak lantang lagi.
Ketika surat akan dimasukkan ke dalam botol, ada yang mengintrupsi.
“Lebih bagus, kalau Pak Munif juga memberi tanda tangan di surat kami, dan Pak Munif 10 tahun lagi juga hadir di sekolah ini. Kami semua mendoakan Pak Munif sehat.”
TErharu sekali mendengarnya dan saya langsung mmbubuhi tanda tangan surat-sruta impian itu satu persatu.
Botol impian itu bersama-sama kami tanam di halaman sekolah. Seorang siswa memimpin doa kepada Allah SWT, semoga botol impian itu terwujud. Saya hanya melihat mulai saat itu semua siswa punya TUJUAN dan mereka mulai BERLARI. Ya allah permudahkalah mereka dalam meraih cita-citanya. Bantulah mereka jika menemukan HAMBATAN. Guratkan takdir, mereka akan menjadi pimpinan sesuai dengan kehebatannya masing-masing. Amien.
Sukabumi, Januari 2011
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151 Telp (0266) 6248274 atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
Untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan ‘EAGLE SQUAD’, siswa-siswa yang luar biasa dahsyat di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL SUKABUMI. Seperti biasanya mereka sangat antusias menunggu materi pelajaran dari saya. Terdengar bisik-bisik dari mereka, “Hari ini kita dapat apa lagi dari Pak Munif ya”. Saya hanya tersenyum mendengarnya.
Saya mulai beraksi. Saya minta Ja’far dan Miqdad untuk berdiri ke masing-masing sudut aula. Lalu saya saya minta Ali Zainal Abidin, Ian, Robi, Reza untuk berdiri di tengah mereka dan bersiap-siap melakukan instruksi yang sebentar lagi akan saya berikan.
“Buat Ali, dengan gerakan ‘slow motion’ cepat berlari ke arah Ja’far.’ Ali dengan lucunya berlari pelan ke Ja’far.
“Untuk Ian, cepat berlari menuju Miqdad”. Dengan senyuman khas Ian berlari ke Miqdad. Setelah mereke berdua sampai ke tujuan, saya minta semua siswa bertepuk tangan. Aula itu riuh. Namun ada yang interupsi. “Pak Munif ini maksudnya apa?” Saya meminta mereka bersabar.
“Sekarang Robi, silahkan lari ke arah Miqdad.” Nah yang ini agak lain. Ketika Robi berlari pelan menuju Miqdad, saya minta Farhan untuk menghalangi Robi. “Ayo Farhan, halangi si Robi sedapat mungkin jangan sampai ke Miqdad.
“Reza, let’s run to Ja’far. Noval, cepat halangi Reza untuk mencapai tujuannya,” perintah saya. Maka aula itu mulai ramai. Siswa yang lain saling bersorak memberikan dukungannya. Ada yang memberi dukungan untuk si penghalang ada yang mendukung si pelari. Apalagi semua gerakan mereka ‘slow motion’ jadi lucu kelihatannya. Akhirnya Robi berhasil mencapai Miqdad. Namun Reza gagal sampai ke Ja’far. Hanya setengah jalan. Noval yang berbadan lebih besar dari Reza mendekapnya erat. Lalu puncaknya saya minta si syarif untuk berdiri siap menerima intruksi.
“Syarif, cepat lari!” perintah saya. Syarif bingung. “Ayo jangan bengong, cepat lari!”
“Lari kemana Pak Munif?” Syarif hanya berdiri di tempat.
“Ya terserah, hitungan ketiga, cepat lari, satu, dua dan tiga!”
Syarif berlari dengan bingung, berputar-putar menuju Miqdad atau Ja’far.
Dengan simulasi adegan di atas, saya meminta siswa mengambil hikmahnya. Apa bedanya instruksi pertama, kedua dan ketiga. Dengan antusias Ali Reza berkomentar. “Instruksi pertama adalah instruksi yang jelas. Tapi instruksi ketiga, tidak jelas harus lari kemana.” Hebat bener sang pemikir ini. Saya minta mereka berkumpul melingkari saya.
“Instruksi pertama, sebenarnya yang jadi poin penting adalah TUJUAN. Ya ada tujuan atau target terlebih dahulu. Target itu adalah Ja’far dan Miqdad. Dua orang pelari pada instruksi pertama dengan lancar dapat berlari menuju TUJUAN. Namun pada instruksi kedua, ada HAMBATAN yang muncul untuk meraih TUJUAN. Lihatlah ada yang berhasil mengatasi HAMBATAN dan ada yang GAGAL. Sedangkan instruksi ketiga, saya sengaja memberikannya TANPA TUJUAN. Lihatlah apa yang terjadi pada Syarif, dia kebingungan mau lari kemana. Bahayanya kita ini kalau tidak mempunyai TUJUAN. Adik-adik sekolah ini adalah KENDARAAN adik-adik untuk berlari. Namun pertanyaannya apakah adik-adik mempunyai tujuan? Mempunyai cita-cita?
“Jujur pak Munif, saya masih bingung TUJUAN saya nanti mau jadi apa?” aku Robi.
“Saya yakin di kelas ini, masih banyak yang bingung bagaimana cara untuk menentukan TUJUAN-nya atau cita-citanya. Mau saya bantu menentukan TUJUAN?”
“Mauuuuuuu,” teriak semua siswa antusias.
Saya minta mereka untuk lebih mendekat. Saya membagikan kertas kecil kepada semua siswa. Cara menentukan TUJUAN itu mudah. Pertama, kita harus berani BERMIMPI. Ayo pejamkan mata, anggap kita sedang bermimpi. Apa mimpi itu? Mimpilah untuk menjadi seseorang yang berguna buat banyak orang. Mimpilah untuk mempunyai PROFESI yang sering diharapkan, Cuma kita takut profesi itu tidak akan terwujud. Hari ini buang jauh-jauh ketakutan itu. Ayo bermimpilah untuk menjadi seseorang yang berguna buat banyak orang.
Semua siswa memejamkan mata, lalu dari wajah-wajah mereka mulai satu persatu tersenyum. Saya yakin mereka sudah ‘dapatkan impiannya’. SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4 tahun. Total 10 tahun lagi impian itu dapat dibuktikan berhasil atau tidak.
“Okey, sekarang tuliskan impian itu di kertas dengan contoh sebagai berikut. Ali, dalam impianmu kamu ingin menjadi apa?” tanya saya.
“Pengusaha Pak Munif.”
“Kenapa?”
“Agar bisa membantu banyak orang yang hidup susah,” jawab Ali Zainal Abidin spontan.
Lalu saya minta Ali menulis di kertasnya sebagai berikut:
“Bismillahi rohmanir rohim.
Aku Ali Zainal Abidin, hari ini aku bermimpi ingin menjadi PENGUSAHA untuk membantu orang-orang yang kesusahan dalam mencari nafkah dalam kehidupannya. Ya Allah, kabulkan impianku. Singkirkan penghalang dan hambatan yang akan terjadi. Di sekolah inilah aku mulai berlari menuju impianku. Kabulkanlah Ya Allah. Betapa senangnya kedua orangtuaku, jika aku berhasil.
Ya Allah 10 tahun lagi aku harus menjadi PENGUSAHA.”
Sukabumi, 21 Januari 2011 sanpai 21 Januari 2021.
Tertanda Ali Zainal Abidin.
Dengan contoh surat di atas, semua siswa menuliskan mimpinya. Lalu saya tantang dengan pertanyaan. “Maukan kalian saya berikan senjata untuk mengatasi dan mengusir HAMBATAN yang akan muncul pada saat berjuang meraih cita-cita?”
“Mauuuuuuuu.” Eagle Squad berteriak lagi.
“Ada lima langkah. Pertama DIRI, aku harus BISA. Kedua, TEMAN, aku harus bekerja sama dengan TEMAN. Ketiga, GURU, harus menghormati GURU. Keempat, LINGKUNGAN, aku harus siap menaklukkan lingkunganku yang berubah-ubah. Kelima, MATERI, aku harus cinta akan belajar.”
Lalu saya meminta siswa siap melakukan GAMES MENEMBAK BURUNG, bagaimana mempertahankan 5 SOP itu, DIRI-TEMAN-GURU-LINGKUNGAN-MATERI. Walhasil mereka senang sekali memainkan games ini. Puncaknya, saya meminta semua surat tersebut digulung dan dimasukkan ke dalam botol plastik untuk di tanam di halaman sekolah.
“Ayo cepat masukkan surat impian itu ke dalam botol ini. Saya ingin 10 tahun lagi adik-adik datang ke sekolah ini, tepatnya tanggal 21 Januari 2021. Lalu kita bongkar kembali botol impian yang terkubur selama 10 tahun itu. Kita buka dan baca kembali. Apa kita menjadi seperti dalam surat itu. Mau kalian balik lagi ke sekolah ini 10 tahun lagi?”
“Mauuuuuuuuuuuuuu,,” Eagle Squad berteriak lantang lagi.
Ketika surat akan dimasukkan ke dalam botol, ada yang mengintrupsi.
“Lebih bagus, kalau Pak Munif juga memberi tanda tangan di surat kami, dan Pak Munif 10 tahun lagi juga hadir di sekolah ini. Kami semua mendoakan Pak Munif sehat.”
TErharu sekali mendengarnya dan saya langsung mmbubuhi tanda tangan surat-sruta impian itu satu persatu.
Botol impian itu bersama-sama kami tanam di halaman sekolah. Seorang siswa memimpin doa kepada Allah SWT, semoga botol impian itu terwujud. Saya hanya melihat mulai saat itu semua siswa punya TUJUAN dan mereka mulai BERLARI. Ya allah permudahkalah mereka dalam meraih cita-citanya. Bantulah mereka jika menemukan HAMBATAN. Guratkan takdir, mereka akan menjadi pimpinan sesuai dengan kehebatannya masing-masing. Amien.
Sukabumi, Januari 2011
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151 Telp (0266) 6248274 atau 0817109392 (Hasan Mawardi)
SMP LIK SUKABUMI, Sekolahnya Manusia
By Munif Chatib
Mendisain Boarding School bukanlah hal yang mudah. Butuh ekstra kerja keras. Seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya keberhasilan Boarding School dari berbagai sudut adalah 1:50, artinya di antara 50 boarding school, hanya satu yang berhasil. Ketika mendapat mandat, saya langsung belajar dan cari informasi sebanyak-banyaknya kepada sahabat-sahabat yang menyelenggarakan boarding school, sampai ke luar jawa sekalipun.
Dan benar, memang tantangannya sangat besar. Namun semua sahabat tahu, saya adalah orang suka tantangan. Dalam sebuah meeting, saya memberanikan diri mengurai detail banyaknya kegagalan boarding school. Baik dari sisi manajemen keuangan, komitmen dan kompetensi guru dan juga perilaku siswanya. Sampai-sampai banyak orangtua yang takut menyekolahkan anaknya untuk bersekolah di ‘boarding school.
Dari analisa tersebut, SMP LAZUARDI INSAN KAMIL di SUKABUMI mencoba menerapkan prinsip-prinsip boarding school, yaitu:
1. Jenjang yang paling tepat untuk boarding school adalah SMP, sebab di jenjang SMP sudah lepas dari GOLDEN AGE (usia emas) yaitu o – 9 tahun. Dalam usia emas, interaksi orangtua dan keluarga kepada anaknya harus mempunyai porsi yang besar.
2. Sekolah pondokan, cenderung tertutup dari masyarakat. SMP LIK sebalikya. Siswa malah harus terjun ke masyarakat. Mempelajari kondisi sosial sesuai dengan tema di kelas. Melakukan riset tentang problem sosial dan bagaimana cara penyelesainnya.
3. Menomor satukan pendidikan agama dan akhlak. Pendidikan Akhlak dikemas tersendiri menjadi bidang studi Character Building. Penuh simulasi dan praktek.
4. Life skill dipopulerkan. Para siswa mulai dikenalkan ‘entrepreneur ship’. Bagaimana memanfaatkan sebuah usaha dan produk agar bernilai dan bermanfaat.
5. Healty Life dikenalkan. Kebiasaan hidup sehat, yang berkaitan dengan memilih makanan dan minuman yang sehat dan halal. Menolak rokok dengan alasan kesehatan, bukan keterpaksaan.
Memang kami, SMP LIK SUKABUMI baru satu tahun eksis dengan 23 siswa laki-laki yang kami namakan EAGLE SQUAD atau PASUKAN ELANG. Tahun ajaran 2011 ini, kami menerima 2 kelas atau 50 siswa laki-laki. Besar harapan saya, sahabat yang kebingungan mencari sekolahnya manusia pada jenjang SMP, SMP LIK ini dapat dijadikan alternatif.
Mohon dukungan dan kerjasamanya. Dan terima kasih kepada wali murid siswa SMP LIK angkatan pertama atas dukungannya yang total kepada semua elemen sekolah. Sampai jumpa di SEKOLAHNYA MANUSIA.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151 Telp (0266) 6248274 atau Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0266 6248274 blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
Mendisain Boarding School bukanlah hal yang mudah. Butuh ekstra kerja keras. Seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya keberhasilan Boarding School dari berbagai sudut adalah 1:50, artinya di antara 50 boarding school, hanya satu yang berhasil. Ketika mendapat mandat, saya langsung belajar dan cari informasi sebanyak-banyaknya kepada sahabat-sahabat yang menyelenggarakan boarding school, sampai ke luar jawa sekalipun.
Dan benar, memang tantangannya sangat besar. Namun semua sahabat tahu, saya adalah orang suka tantangan. Dalam sebuah meeting, saya memberanikan diri mengurai detail banyaknya kegagalan boarding school. Baik dari sisi manajemen keuangan, komitmen dan kompetensi guru dan juga perilaku siswanya. Sampai-sampai banyak orangtua yang takut menyekolahkan anaknya untuk bersekolah di ‘boarding school.
Dari analisa tersebut, SMP LAZUARDI INSAN KAMIL di SUKABUMI mencoba menerapkan prinsip-prinsip boarding school, yaitu:
1. Jenjang yang paling tepat untuk boarding school adalah SMP, sebab di jenjang SMP sudah lepas dari GOLDEN AGE (usia emas) yaitu o – 9 tahun. Dalam usia emas, interaksi orangtua dan keluarga kepada anaknya harus mempunyai porsi yang besar.
2. Sekolah pondokan, cenderung tertutup dari masyarakat. SMP LIK sebalikya. Siswa malah harus terjun ke masyarakat. Mempelajari kondisi sosial sesuai dengan tema di kelas. Melakukan riset tentang problem sosial dan bagaimana cara penyelesainnya.
3. Menomor satukan pendidikan agama dan akhlak. Pendidikan Akhlak dikemas tersendiri menjadi bidang studi Character Building. Penuh simulasi dan praktek.
4. Life skill dipopulerkan. Para siswa mulai dikenalkan ‘entrepreneur ship’. Bagaimana memanfaatkan sebuah usaha dan produk agar bernilai dan bermanfaat.
5. Healty Life dikenalkan. Kebiasaan hidup sehat, yang berkaitan dengan memilih makanan dan minuman yang sehat dan halal. Menolak rokok dengan alasan kesehatan, bukan keterpaksaan.
Memang kami, SMP LIK SUKABUMI baru satu tahun eksis dengan 23 siswa laki-laki yang kami namakan EAGLE SQUAD atau PASUKAN ELANG. Tahun ajaran 2011 ini, kami menerima 2 kelas atau 50 siswa laki-laki. Besar harapan saya, sahabat yang kebingungan mencari sekolahnya manusia pada jenjang SMP, SMP LIK ini dapat dijadikan alternatif.
Mohon dukungan dan kerjasamanya. Dan terima kasih kepada wali murid siswa SMP LIK angkatan pertama atas dukungannya yang total kepada semua elemen sekolah. Sampai jumpa di SEKOLAHNYA MANUSIA.
SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:
Alamat Sekolah Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151 Telp (0266) 6248274 atau Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0266 6248274 blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com
Maulid Nabi Saw di SMP LIK
Hari itu tepatnya tanggal 15 Pebruari 2011 bertempat di Aula SMP LIK, para siswa lazuardi Insan Kamil menggelar peringatan mauled Nabi Saw. Ada 5 pertunjukkan yang diberikan para siswa; marawish, pembacaan simtudh dhurar, pembacaan puisi, khutbah Bahasa Inggris, shalawatan dan sumbangan beberapa lagu religi dari para guru.
Acara dimulai jam 9.40 dan berakhir pada jam 12.10. diawali dengan pembukaan oleh MC (Wima berbahasa Indonesia, Abyan berbahasa Inggris, dan Tanzil berbahasa Arab), dilanjut dengan pembacaan al-Qur`an oleh Alfawaz dan diterjemahkan oleh Alief PW, lalu sambutan oleh kepala sekolah, disambung dengan marawis oleh tim, khutbah bahasa Inggris oleh Robbi Kurniawan, pembacaan Simtudh Dhurar dan shalawatan oleh kakak2 senior, sumbangan beberapa lagu oleh tim guru dan berlanjut ke acara ini “ceramah mauled” oleh Ust. Yan Malik dari Sukabumi.
Walhasil kendati penuh kesederhanaan dan –karena sangat sederhananya- kami tidak mengundang siapapun Alhamdulillah peringatan mauled berjalan lancar dan sangat seruuuuuuuu. Acara ini betul2 dari siswa oleh siswa dan untuk siswa.
Salut untuk para siswa SMP LIK, kalian luuuar biasa.
2. Isi Sambutan kepsek;
Di Bulan ini dimana kangjeng Nabi Saw dilahirkan (maulid an-Nabi) adalah bualan kelahiran agama universal yang menjadi rahmatan lil`alamin, bukan agama ancaman atau laknatan lil`alamin.
Bagi saya –yang suka merayakan maulid nabi-, bulan ini adalah saat tepat merenungkan kembali keteladan Rasulullah Saw, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Bulan yang mengajarkan keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa.
Nabi Saw bersabda; “al-muslim man saliman naas min lisaanihi wa yadih/seorang muslim (penebar salam) adalah seseorang dimana orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Allah Azza wa jalla berfirman; “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka..” (QS Al Imran 3:159).
Sambutan ditutup dengan mengutif sabda nabi Saw; anta ma`aman ahbabta (kamu –nanti di akhirat- akan ada bersama orang yang kamu cintai”. Semoga kita dibangkitkan dan dikumpulkan bersama Rasulullah Saw karena kita adalah para pecintanya.
3.Isi ceramah Ust. Yan Hasanudin Malik (Pak Bonar)
Ust. Ian menjelaskan tentang karakter seorang muslim, diantaranya adalah lapang dada dan berpikirna terbuka.
Salah satu ciri pribadi muslim adalah Arhabuhum shadran (lapang dadanya). Lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman adalah sikap paling menonjol dari Nabi saw.
Ciri lain kepribadian seorang muslim adalah berfikiran terbuka dan berwawasan luas serta visioner (berpandangan ke depan). Karena kaum muslimin dulu menjalani dengan benar perintah iqra (membaca) dalam wahyu pertama dan mereka melakukannya benar-benar dengan bismi rabbik (dengan atas nama Tuhan), maka kaum muslimin bangkit menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan. Di dunia Islam lahir banyak sekali para ilmuan; matematika, sejarah, astronomi, anatomi, filsafat, kedokteran, optik, dll yang mengantarkan dunia Islam pada zaman keemasan. Kaum muslmin saat itu menjadi komunitas yang sangat terbuka hingga mau belajar ke ada siapapun dan mengajarkan ilmunya kepada siapa saja yang ingin belajar. Manyak sekali orang-orang Eropa dan Barat saat itu yang belajar kepada para ilmuan muslim hingga kini Barat mencapai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
by Hasan Mawardi
Acara dimulai jam 9.40 dan berakhir pada jam 12.10. diawali dengan pembukaan oleh MC (Wima berbahasa Indonesia, Abyan berbahasa Inggris, dan Tanzil berbahasa Arab), dilanjut dengan pembacaan al-Qur`an oleh Alfawaz dan diterjemahkan oleh Alief PW, lalu sambutan oleh kepala sekolah, disambung dengan marawis oleh tim, khutbah bahasa Inggris oleh Robbi Kurniawan, pembacaan Simtudh Dhurar dan shalawatan oleh kakak2 senior, sumbangan beberapa lagu oleh tim guru dan berlanjut ke acara ini “ceramah mauled” oleh Ust. Yan Malik dari Sukabumi.
Walhasil kendati penuh kesederhanaan dan –karena sangat sederhananya- kami tidak mengundang siapapun Alhamdulillah peringatan mauled berjalan lancar dan sangat seruuuuuuuu. Acara ini betul2 dari siswa oleh siswa dan untuk siswa.
Salut untuk para siswa SMP LIK, kalian luuuar biasa.
2. Isi Sambutan kepsek;
Di Bulan ini dimana kangjeng Nabi Saw dilahirkan (maulid an-Nabi) adalah bualan kelahiran agama universal yang menjadi rahmatan lil`alamin, bukan agama ancaman atau laknatan lil`alamin.
Bagi saya –yang suka merayakan maulid nabi-, bulan ini adalah saat tepat merenungkan kembali keteladan Rasulullah Saw, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Bulan yang mengajarkan keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa.
Nabi Saw bersabda; “al-muslim man saliman naas min lisaanihi wa yadih/seorang muslim (penebar salam) adalah seseorang dimana orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Allah Azza wa jalla berfirman; “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka..” (QS Al Imran 3:159).
Sambutan ditutup dengan mengutif sabda nabi Saw; anta ma`aman ahbabta (kamu –nanti di akhirat- akan ada bersama orang yang kamu cintai”. Semoga kita dibangkitkan dan dikumpulkan bersama Rasulullah Saw karena kita adalah para pecintanya.
3.Isi ceramah Ust. Yan Hasanudin Malik (Pak Bonar)
Ust. Ian menjelaskan tentang karakter seorang muslim, diantaranya adalah lapang dada dan berpikirna terbuka.
Salah satu ciri pribadi muslim adalah Arhabuhum shadran (lapang dadanya). Lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman adalah sikap paling menonjol dari Nabi saw.
Ciri lain kepribadian seorang muslim adalah berfikiran terbuka dan berwawasan luas serta visioner (berpandangan ke depan). Karena kaum muslimin dulu menjalani dengan benar perintah iqra (membaca) dalam wahyu pertama dan mereka melakukannya benar-benar dengan bismi rabbik (dengan atas nama Tuhan), maka kaum muslimin bangkit menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan. Di dunia Islam lahir banyak sekali para ilmuan; matematika, sejarah, astronomi, anatomi, filsafat, kedokteran, optik, dll yang mengantarkan dunia Islam pada zaman keemasan. Kaum muslmin saat itu menjadi komunitas yang sangat terbuka hingga mau belajar ke ada siapapun dan mengajarkan ilmunya kepada siapa saja yang ingin belajar. Manyak sekali orang-orang Eropa dan Barat saat itu yang belajar kepada para ilmuan muslim hingga kini Barat mencapai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
by Hasan Mawardi
AHSANU IZZA TAQWIMA, SISWAKU YANG MEMBANGGAKAN
Menurutnya, banyak sekali hal-hal positif terkait suasana belajar di SMP Lazuardi Insan Kami Sukabumi, mulai kebersamaan antara teman, guru-guru yang bersahabat, jiwa kepemimpina lebih terasah, kondisi fisik dan mental yang lebih kuat.
“di sini juga saya dilatih mandiri dan memiliki jiwa pemimpin, di sini guru juga lebih bersahabat, selain guru teman-teman di sini juga lebih memiliki kebersamaan; di sini juga saya dapat melatih mental dan pisik”, ungkapnya.
Wima, demikian sapaan akrab siswa bernama Ahsanu Izza Taqwima ini, merasa banyak sekali perubahan selama menjadi siswa SMP LIK kendati baru berlangsung satu semester; lebih dewasa, mandiri, shalat tepat waktu, lebih bisa mengatur waktu dan lain sebagainya. Demikian ini seperti ia ungkapan;
“Yang pernah saya alami di LIK ini, kerjasama yang baik, jiwa kepemimpinan terasah. Di sini setiap orang dilatih untuk memiliki jiwa pemimpin yang baik; di sekolah ini juga, kami banyak diajari hal-hal positif seperti agama dan akhlak; di sini banyak sekali program-program positif”.
Diantara prestasi yang pernah ia alami –menurut pengakuannya- adalah terpilih sebagai siswa dengan motivasi belajar yang tinggi dalam program student of the week, pengarang cerita dalam bentuk penulisan karakter tokoh terbaik dan berhasil memotivasi rekan-rekan sekamarnya sehingga meraih juara kamar terbersih. Demikian ungkapnya;
Prestasi individu yang pernah saya raih ada dua : pertama, student of the week yang diumumkan saat upacara yaitu yang memiliki motivasi belajar yang meningkat; kedua, pengarang karakter/cerita terbaik saat unit activity jurnalistik; yang berkelompok adalah juara kebersihan kamar”.
Dan terkait cita-cita yang ingin dia raih setelah lulus sekolah di SMP LIK adalah menjadi seorang pemimpin yang adil, bijaksana dan bertanggungjawab, “Kemampuan yang ingin saya miliki adalah kemampuan pemimpin yang adil, bijaksana dan dapat bertanggung jawab”, ucapnya saat ditanya apa yang Anda harapkan setelah lulus dari sekolah ini.
Sukabumi, 21 Februari 2010
hasan mawardi
“di sini juga saya dilatih mandiri dan memiliki jiwa pemimpin, di sini guru juga lebih bersahabat, selain guru teman-teman di sini juga lebih memiliki kebersamaan; di sini juga saya dapat melatih mental dan pisik”, ungkapnya.
Wima, demikian sapaan akrab siswa bernama Ahsanu Izza Taqwima ini, merasa banyak sekali perubahan selama menjadi siswa SMP LIK kendati baru berlangsung satu semester; lebih dewasa, mandiri, shalat tepat waktu, lebih bisa mengatur waktu dan lain sebagainya. Demikian ini seperti ia ungkapan;
“Yang pernah saya alami di LIK ini, kerjasama yang baik, jiwa kepemimpinan terasah. Di sini setiap orang dilatih untuk memiliki jiwa pemimpin yang baik; di sekolah ini juga, kami banyak diajari hal-hal positif seperti agama dan akhlak; di sini banyak sekali program-program positif”.
Diantara prestasi yang pernah ia alami –menurut pengakuannya- adalah terpilih sebagai siswa dengan motivasi belajar yang tinggi dalam program student of the week, pengarang cerita dalam bentuk penulisan karakter tokoh terbaik dan berhasil memotivasi rekan-rekan sekamarnya sehingga meraih juara kamar terbersih. Demikian ungkapnya;
Prestasi individu yang pernah saya raih ada dua : pertama, student of the week yang diumumkan saat upacara yaitu yang memiliki motivasi belajar yang meningkat; kedua, pengarang karakter/cerita terbaik saat unit activity jurnalistik; yang berkelompok adalah juara kebersihan kamar”.
Dan terkait cita-cita yang ingin dia raih setelah lulus sekolah di SMP LIK adalah menjadi seorang pemimpin yang adil, bijaksana dan bertanggungjawab, “Kemampuan yang ingin saya miliki adalah kemampuan pemimpin yang adil, bijaksana dan dapat bertanggung jawab”, ucapnya saat ditanya apa yang Anda harapkan setelah lulus dari sekolah ini.
Sukabumi, 21 Februari 2010
hasan mawardi
Langganan:
Postingan (Atom)