Selasa, 13 Juli 2010

KOMITE SEKOLAH SMP LAZUARDI INSAN KAMIL

TUGAS POKOK KOMITE SEKOLAH
1.Menyelenggarakan rapat-rapat komite sesuai dengan program yang ditetapkan
2.Bersama pihak sekolah menyusun dan menetapkan standar pelayanan pembelajaran di sekolah.
3.Bersama pihak sekolah menyusun dan menetapkan rencana strategik pengembangan sekolah.
4.Bersama pihak sekolah menyusun dan menetapkan rencana kerja tahunan sekolah yang dirumuskan dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS).
5.Membahas dan menetapkan pemberian tambahan kesejahteraan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi sekolah yang berasal dari masyarakat/ orang tua.
6.Bersama pihak sekolah mengembangkan prestasi unggulan, baik yang bersifat akademis (nilai tes harian, semesteran , dan Ujian sekolah / Ujian nasional ), maupun yang bersifat non-akademis ( keagamaan, olah raga, seni dan atau keterampilan ) bagi seluruh siswa di sekolah
7.Menghimpun dan menggali sumber dana dari masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah.
8.Mengelola dana yang bersumber dari masyarakat luas untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan yang bermutu.
9.Menampung dan menyalurkan kontribusi masyarakat yang berupa material dan non material (tenaga, pikiran ) yang diberikan kepada sekolah.
10.Mengevaluasi pelaksanaan program sekolah sesuai dengan kesepakatan dengan pihak sekolah.
11.Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah dan mencari solusinya bersama pihak sekolah.
12.Bersama pihak sekolah mengembangkan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan potensi sekolah untuk menjadi program unggulan.
13.Memberikan motivasi dan penghargaan (baik berupa materi maupun non materi kepada tenaga kependidikan atau pihak lain yang berjasa kepada sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
14.Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan sekolah untuk meningkatkan kualitas pelayanan proses dan hasil pendidikan di sekolah.
15.Memantau pelaksanaan proses pelayanan dan hasil pendidikan di sekolah.
16.Mengkaji laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program yang disampaikan oleh Kepala Sekolah.
17.Menyampaikan usulan atau rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
18.Bersama pihak sekolah memantau dan mendata anak yang tidak mampu untuk mendapat bantuan keringanan dan / atau pembebasan biaya pendidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku
19.Bersama pihak sekolah memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi, baik itu yang bersifat akademis ataupun non-akademis.

PERAN KOMITE SEKOLAH
* Sebagai Mintra Sekolah
* Sebagai Penghubung Sekolah dengan Stakeholders Pendidikan
* Sebagai Penasehat Sekolah
* Sebangai Pengontrol Sekolah

Rabu, 23 Juni 2010

ISLAMIC CHARACTER BUILDING

1. LOVE
2. ALTRUISM
3. CONTENTMENT
4. GRATEFULNESS
5. OPTIMISM
6. PATIENCE
7. حسن الظن
8. NO ENVY/JEALOUSY
9. أخوة
10. JUST
11. TRUST and TRUTH
12. استقامة
13. COURAGE
14. RESPECT
15. CLEANLINESS
16. MODESTY
17. BROAD MINDED
18. SELF-CONTROL
19. etc

LOVE
Being Loving, kind and compassionate
towards human beings
and
other creations of Allah

ALTRUISM
Being selfless,
Always put the interest of others
above own interest
Not being egoistic

CONTENTMENT
having qana’a/contentment
always feels at ease,
peaceful, and pleased with any situation

GRATEFULNESS
Being grateful to Allah
Realize that good and bad are both the manifestation of Allah’s mercy
and be grateful to other human beings

OPTIMISM
Knowing that Allah created human beings and the universe in a way that it best will support the life of human beings in this universe

PATIENCE
Lan yusibanaa illa maa katabal laahu lanaa.
La yukallifullahu nafsan illa wus’aha
Knowing that Allah will never test somebody more than he/she can bear,
Inna ma’al usri yusra wa inna ma’al usri yusra

حسن الظن
focusing on the good in others,
not gossiping or backbiting
Or judging

NO ENVY/JEALOUSY
not having envy or jealousy towards whatever goodness other people gained,

أخوة
having ukhuwwah/
camaraderie/
fraternity/
empathy towards others

JUST
Being just
And
Fair
And being able to put everything in its appropriate

TRUST and TRUTH
Being trustworthy and truthful

استقامة
Having
Integrity,
Persistence,
Perseverance
and
Hard-work

COURAGE
Being Courageous,
Confident
and Brave

PRUDENCE
Prudent,
Wise ,
Frugal and
Economical
(Not israf/tabdzir, but not stingy)

RESPECT
Being graceful
Polite
And
Respectful

CLEANLINESS
Being clean
Loving cleanliness
Not littering

MODESTY
Having Haya

BROAD MINDED
accepting of differences in cultures
and opinions,
being respectful towards other religions

SELF-CONTROL
not uncontrollably angry,
not uncontrollably happy,
not uncontrollably sad
etc

HAPPY
Being Joyful

Selasa, 22 Juni 2010

Tata Tertib SMP Boarding LIK

Tata disiplin di SMP Lazuardi Insan Kamil dilaksanakan sebagai bagaian integral proses pendidikan. Pedisiplinan merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola prilaku tertentu, kebiasan-kebiasan tertentu, demi membentuk manusia dengan cirri-ciri dan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai akhlak terpuji, terkait denagn aspek mental, emosional, moral, dan spiritual. Di sekolah dan lingkunagn asrama, pendisiplinan dapat diartikan sebagai suatau cara sekolah danlam membimbing siswa agar memiliki kesadaran dan kebiasaan (habitus)—bukan sekedar patuh terhadap perintah dan aturan yang sesungguhnya hanya merupakan sasaran anatar. Termasuk di dalamanya pengembangan kemampuan untuk mendisplinkan diri sendiri sebagai salah satu ciri kedewasaan individu.
Meski sepenuhnya percaya bahwa para siswa akan belajar paling baik dalam suasana nyaman, fun, dan demokratis, Lazuardi Insan kamil juga percaya pada keharusan menegakan disiplin di kalangan para siswanya. Menciptakan lingkungan nyaman, fun, dan demokratis merupakan satu hal, sedangkan penegakan disiplin adalah hal alain. Bahkan, pendekatan belajar mengajar yang fun dan demokratis justru lebih membutuhkan disiplin yang ketat agar tidak menjadi chaos.
Kepemilikan disiplin merupakan bentuk pengakuan terhadap dan pelaksanaan tanggung-jawab dan kewajiban, serta penghargaan dan pemberian hak dan keinginan orang- bahkan makhluk (hewan, tanaman, dan unsur-unsur lain alam semesta)—lain, dan mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial. Puncaknya adalah pengakuan dan pelaksanaan hak Allah SWT. Yang harus dilakukan oleh hamba-hama-Nya

Pendidikan Disiplin untuk Remaja
Psikologi memandang periode ini sebagai periode yang penuh gejolak dengan menamainya period of strom and stress. Arnett menarik tiga tantangan tipikal yang umumnya biasa dihadapi oleh remaja; (1) Konflik dengan orangtua, (2) perubahan mood yang cepat, dan (3) perilaku beresiko, (dalam Laugesen, 2003)


kepsek LIK
Hasan Mawardi, M.Si

SMP BOARDING SUKABUMI

LATAR BELAKANG
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan karunia dan hidayah-Nya sehingga, salam dan shalawat tidak putus-putusnya kami haturkan kepada Rasulullah SAW, keluarga dan sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Tidak ada anak yang dilahirkan sebagai anak yang bodoh, yang ada adalah tidak meratanya kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan. Kesempatan erat kaitannya dengan ketersediaan mutu pendidikan dan pemerataan penyelenggaraan pendidikan.
Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa (LPAB Sukabumi), yaitu sebuah Lembaga yang berkhidmat pada pengembangan pendidikan dan layanan kemasyarakat, menilai perlu adanya langkah baru dalam bentuk pendirian sekolah unggulan dengan sistem pendidikan dan pembelajaran yang baik, sehingga pendidikan berkualitas bagi anak bangsa dapat terwujud dan terjamin kesinambungannya.
Dari pengalaman sejak 2007 mengelola program pendidikan berbentuk pendidikan berasrama (boarding school), Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa –yang menaungi SMP LIK- memberanikan diri membagi wawasan dan cita-cita mengenai pendidikan untuk membangun Insan Kamil (manusia sempurna), khususnya kepada para guru. Keinginan ini mendapat dukungan dari para pakar pembentukan karakter dan pakar pendidikan yang sudah berpengalaman mengelola pendidikan unggulan, sehingga terwujudlah sebuah sekolah unggulan bernama SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil. Sekolah yang berbasis pada pembentukan Islamic Character Building siswa yang didukung oleh strategi pembelajaranI MULTIPLE INTELLIGENCE, penyesuaian gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa.
Keinginan menyebarluaskan gagasan mengenai pentingnya pendidikan yang memusatkan perhatian pada pembentukan karakter dipicu oleh keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi yang sudah bertahun-tahun mendera bangsa ini. Bahwa di Indonesia korupsi demikian menggejala dalam berbagai bidang dan lapisan kehidupan, serta terbukti sukar sekali diberantas menunjukkan bahwa akarnya tertanam jauh di bawah permukaan dunia kehidupan sehari-hari. Itulah lapisan kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun baik melalui proses pembelajaran/pendidikan anak di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, kebiasaan itu bermula dari gejala yang sudah berulang kali mengemuka di media seperti plagiarisme, menyontek, perjokian, membeli soal ujian, membeli/melasukan ijazah, dan kecurangan-kecurangan sejenis. Sedemikian lazimnya praktek menyontek, misalnya, sampai-sampai anak didik sendiri percaya bahwa menyontek adalah perkara normal dalam proses belajar. Menerapkan sanksi yang keras boleh jadi akan mengurangi gejala itu untuk sementara waktu, namun tanpa upaya mengubah kesadaran yang membentuk karakter dan kebiasaan sehari-hari, sanksi hanya merupakan solusi permukaan.
Bagaimanakah dunia pendidikan dapat membangun kurikulum yang mengasah akal, hati dan nurani siswa sejak usia muda? Bagaimanakah para pendidik dapat mengembangkan konsep pembelajaran yang memicu siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, mampu mengemukakan pemikiran yang kritis sekaligus mengembangkan keberpihakan pada kelompok yang lemah?
Perkembangan dunia pendidikan bukan hanya segi materi saja, tetapi juga harus dilihat secara komprehensif diantaranya perkembangan metodologi dan menejemen sumber daya, yang tentunya akan melahirkan kebijakan-kebijakan mengenai peningkatan mutu pendidikan yang secara terus menerus harus diusahakan dan disosialisasikan agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia pada intinya merupakan tanggung jawab pemerintah namun demikian tanggung jawab tersebut bukan hanya milik pemerintah, tapi milik semua elemen yang ada pada jajaran pemerintahan maupun masyarakat.
Dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV tertera dengan jelas bahwa tujuan nasional bangsa Indonesia salah satunya adalah ‘mencerdaskan kehidupan bangsa” sebab dengan masyarakat yang cerdas maka tujuan nasional lainnya seperti melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial, akan tercapai.
Dengan semakin berkembangnya dunia pendidikan baik model, metode maupun sistem pembelajaran maka sudah barang tentu harus diimbangi dengan ilmu dan pengetahuan guru dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik, serta dukungan sarana dan prasarana yang cukup agar apa yang menjadi kewajiban guru dapat tersampaikan secara baik pada para peserta didik.
Terilhami oleh sebuah hadis Nabi Saww, ajarilah anak-anak kalian untuk zaman mereka bukan untuk kaman kalian, SMP Boarding Lazuardi Insan kamil akan terus melihat dan terus melakukan penyesuaian dengan tuntutan zaman sehingga jasa pendidikan yang diberikan benar-benar sesuai dengan nafas zaman baik model, metode maupun sistem pembelajaran.
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil (LIK) merupakan lembaga pendidikan (sekolah) yang lahir dari semangat ingin mencerdaskan anak-anak Indonesia, sebagai salah wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan Idonesia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kami SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil (LIK) yang berada di bawah Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa (LPAB) bermaksud mengajak para pemerhati dan praktisi dunia pendidikan untuk terlibat memberi kontribusi dalam bentuk apapun.
Akhir kata, Semoga niat tulis tersebut betul-betul dapat segerap terwujud sehingga citra pendidikan Indonesia menjadi betul-betul setara, dihargai dan dihormati di dunia internasional.

Sukabumi, Juni 2010


Hasan Mawardi, MSI
KEPSEK SMP LIK

Selasa, 01 Juni 2010

Info Penerimaan Siswa Baru & lowongan Mengajar

Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis “Multiple Intellgences” di Indonesia?

“Membangun sekolah, pada hakikatnya, adalah membangun keunggulan sumber daya manusia. Namun, sayangnya, banyak sekolah yang malah membunuh banyak potensi siswa. “Sekolah yang menganggap siswa-didiknya sebagai ‘robot’.
Nah, ‘sekolah manusia’ adalah sekolah berbasis multiple intelligences.Sekolah yang menghargai berbagai macam jenis potensi kecerdasan siswa.”

bagi Anda yang peduli terhadap dunia pendidikan, mari bergabung bersama kami, “SMP Lazuardi Insan Kamil” membangun Sekolahnya Manusia. Sekolah yang berbasis MI (multiple Intellegences) dan menjadikan ICB (Islamic Character Building) sebagai mata pelajaran wajib
SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Membuka lowongan tenaga pengajar dengan Persyaratan sbb:
1. Kebutuhan guru Matematika dan IPA Terpadu
2. Menyerahkan surat lamaran dan CV
3. Jenis kelamin laki-laki
4. Usia maksimal 35 tahun
5. Latar belakang pendidikan minimal S1
Surat lamaran terakhir diterima tanggal 14 Juni 2010 dengan alamat: SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, Jl. Selabintana Km. 6. Kp. Nyangkokot RT 006/RW003, Ds. Karawang, Kec/Kab Sukabumi 43151. telp. 0266-6248274/ 08170180458 (Fadhil), 0817109392 (Hasan)

Pendaftaran Siswa Baru SMP LIK
SMP Lazuardi Insan Kamil Sukabumi juga masih membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2010/2011. Untuk informasi dan pendafatran hubungi di 0266-6248274 (Fadhil) atau0817109392 (Hasan Mawardi)

Minggu, 23 Mei 2010

Izin Oprasional SMP Boarding LIK

Alhamdulillah, berkat dukungan banyak pihak, khususnya para guru yang rela mengerjakan pekerjaan-pekerjaan administratif sekolah juga pihak-pihak terkait yang telah memberikan rekomendasi berdirinya sekolah Lazuardi Insan Kamil ini, SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil telah mendapatkan surat izin oprasional dengan nomor: 421.3/Kep.631/Disdik pada tanggal 12 Mei 2010, NSS: 202020601214, NIS: 202140, NPSN: 20267947.
saya atas nama SMP Boarding LIK (Lazuardi Insan Kamil)mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada;
1) Para guru LIK sendiri berserta para staf lainnya
2) Warga Nyangkokot beserta Bapak RT 06 dan Bapak RW 03,
3) Bapak Kepala Desa Karawang,
4) Bapak Camat Kecamatan Sukabumi,
5) Kepala DIKNAS Kecamatan Sukabumi dan Kepala DIKNAS Kab. Sukabumi,
6) Sekolah-sekolah setingkat di wilayah Kec. Sukabumi(Ibu Kepsek SMP PGRI, IBU Kepsek SMP Negri, Ibu Kepsek Mts dan Ketua yayasan Al-Falah, Bapak kepsek Mts dan SMP Az-Zainiyyah, SMP Nurul Ikhwan, dan Bapak Kepsek SMP AL-Ghifari).

jazakumullah khairan katsira.


Kepsek SMP Boarding LIK
(Hasan Mawardi, M.Si)

Ciri-Ciri Guru Kreatif

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswanya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

Sepuluh ciri guru kreatif ini diambil sepenuhnya dari http://gurukreatif.wordpress.com, jika boleh menambahkan seorang guru yang baik seyogyanya memiliki keikhlasan niat dalam mengajar sehingga ia dapat memberikan yang terbaik (lebih dari yang diharapkan para siswa dan orang tua. Menurut hemat kami, hanya guru-guru yang ikhlas saja yang bisa kreatif dalam mengajar, karena ia akan memberikan yang lebih dari sekedar kewajibannya (maksimal dalam mengajar) sambil tawakal kepada Sang Mu`allim Sejati(Yang Maha Mengajar) Allah Swt agar memudahkannya dalam mengajar dan memudahkan siswa-siswanya menerima pelajaran.

mudah-mudahan kami, para guru di SMP Lazuardi Insan Kamil dapat memiliki kesepuluh tanda tersebut dengan niatan ikhlas karena Allah Swt sehingga bisa menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. untuk memujudkan hal tersebut langkah demi langkah terus sedang dan akan lakukan semaksimal mungkin, seperti; 1) kesediaan para guru untuk terus belajar (dengan mengikuti dan mengadakan sendiri berbagai pelatihan, bedah buku, seminar, dan melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3), 2) bersedia diobservasi oleh siapapun, 3) bertekad untuk terus meningkatkan kreativitas, dan 4) memiliki karakter yang baik. (Hasan Mawardi)