Kamis, 06 Januari 2011

Boarding sebagai alternatif

Tidak bisa kita pungkiri masa sekarang ini masalah anak didik semakin kompleks, terutama masalah pergaulan dan pengaruh negatif lingkungan seperti narkoba, merokok, perkelahian dan tindakan asusila yang lain. Apalagi di kota-kota besar. Anak-anak remaja lebih cenderung mengikuti pola hidup dan perilaku yang kurang positif di lingkungannya, misalnya gaya hidup mewah, pacaran, dan kebebasan yang kebablasan. Ini menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua yang sangat khawatir akan masa depan putra putrinya. Untuk itu orang tua (terutama yang berpenghasilan lebih dari cukup) menitipkan pendidikan anaknya di sekolah boarding school. Ada beberapa keunggulan sekolah boarding dibanding sekolah konvensional. Diantaranya adalah :
1. Anak didik akan terkontrol kesehariannya, sehingga hampir tidak memungkinkan mereka terlibat tindakan atau pengaruh negatif di lingkungan masyarakat.
2. Kebutuhan belajar siswa akan terus difasilitasi dan dilayani semaksimal mungkin. Hal ini karena siswa dekat dengan sumber belajar, baik guru, perpustakaan, internet dan lain-lain.
3. Siswa menjadi lebih mandiri karena jauh dengan orang tua sehingga keperluan pribadi harus ditangani sendiri. Makan sendiri, mencuci sendiri, belajar mandiri dan mengatur waktu sendiri.
4. Orang tua tidak terlalu repot mengurusi atau memperhatikan putra putrinya dan tidak terlalu khawatir terhadap lingkungan yang kurang baik terhadap putra putrinya, sehingga pekerjaan orang tua juga juga tidak terganggu dan lebih produktif sesuai dengan bidang pekerjaanya.
5. Karena siswa tinggal satu kompleks dengan sekolah, maka siswa tidak perlu merasakan capeknya menunggu angkot atau berdesak-desakan di bis serta menghindari keterlambatan datang di kelas.
6. Siswa lebih sering berinteraksi dengan teman-temannya sehingga mudah untuk bekerja sama dan saling membantu jika ada kesulitan dalam belajar.
7. Penanaman nilai-nilai akhlak dan ibadah juga lebih intensif diberikan kepada siswa. Bagi anak-anak yang setelah selesai sekolah pulang ke rumah, nilai-nilai yang diberikan guru bisa terhapus tanpa bekas jika anak tersebut memiliki lingkungan yang kurang positif.
8. Koordinasi dan komunikasi antara guru dengan guru, guru dengan siswa atau siswa dengan siswa lebih efektif.
9. Pembinaan akademik siswa juga lebih optimal. Makanya banyak siswa dari boarding school yang menjuarai berbagai turnamen atau perlombaan baik di bidang akademik maupun non akademik.
Dan masih banyak lagi keunggulan sekolah boarding dibandingkan dengan sekolah umum yang hanya buka dari pagi hingga siang atau sore hari. Untuk itu diharapkan pemerintah membuka satuan pendidikan yang bersifat boarding school untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan maupun sosial kepada anak bangsa.

*****
SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil Sukabumi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. untuk informasi dan pendafatran hubungi 0266-6248274 (Fadhil) atau 0817109392 (Hasan Mawardi)

Boarding School Sebagai Alternatif

Sekolah Berasrama adalah alternative terbaik buat para orang tua menyekolahkan anak mereka dalam kondisi apapun. Selama 24 jam anak hidup dalam pemantauan dan control yang total dari pengelola, guru, dan pengasuh di seklolah-sekolah berasrama. Anak betul-betul dipersiapkan untuk masuk kedalam dunia nyata dengan modal yang cukup, tidak hanya kompetensi akademis, tapi skill-skill lainnya dipersiapkan sehingga mereka mempunyai senjata yang ampuh untuk memasuki dan manaklukan dunia ini. Di sekolah berasrama anak dituntut untuk dapat menjadi manusia yang berkontribusi besar bagi kemanusiaan. Mereka tidak hanya hidup untuk dirinya dan keluarganya tapi juga harus berbuat untuk bangsa dan Negara. Oleh sebab itu dukungan fasilitas terbaik, tenaga pengajar berkualitas, dan lingkungan yang kondusif harus didorong untuk dapat mencapai cita-cita tersebut. Amiin

diantara sekian banyak sekolah boarding di Indonesia, SMP Boarding lazuardi Insan Kamil yang dikonsultani oleh seorang pakar multiple intelligences, Bapak Munif Chatib adalah sekolah yang dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan generasi bangsa yang berkarakter,
pada tahun ajaran 2011-2012 SMP Boarding LIK kembali membuka pendaftaran bagi siswa baru dan pindahan. untuk informasi dan pendaftarann hubungi 0266-6248274 atau 0817109392

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jadwal Keseharian Siswa SMP Boarding Lazuardi Insan Kamil

Waktu Kegiatan
04.00-04.15 Qiyamu Lail
04.15-04.45 Persiapan Shubuh, Shubuh, doa
04.45-06.00 Life Skills (program keasramaan)
06.00-07.15 Istirahat, bersih-bersih, mandi dan makan pagi
07.15-07.25 Persiapan masuk sekolah
07.25-11.45 Belajar di sekolah
11.45-13.00 ISOMA
13.00-14.10 Belajar di sekolah
14.10-15.30 Istirahat
15.30-16.00 Shalat Ashar
16.00-17.30 Life Skills (unit aktivitas)
17.30-18.00 Mandi dan persiapan shalat Magrib
18.00-18.15 Shalat Maghrib
18.15-19.00 ISOMA (Makan Malam)
19.00-19.15 Shalat Isya’
19.15-20.30 Life Skills (program keasramaan)
20.30-21.30 Belajar kelompok, pribadi
21.30-03.00 Istirahat malam

Selasa, 04 Januari 2011

Wawancara Lengkap dengan Pakar Pendidikan Munif Chatib
Pasti ada sesuatu yang istimewa hingga seorang Neno Warisman memberi julukan kepadanya "Sang Mutiara dari Sidoarjo".

"Alhamdulillah akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang akan membawa paradigma baru pendidikan di negeri ini. Ayo Pak Munif ... kita bersama untuk terus berupaya mencerdaskan bangsa yang tengah terpuruk di segala bidang ini ..., " ceramah Bunda Neno Warisman dengan semangat mengebu-gebu di SMP YIMI Gresik depan 600 masyarakat Gresik.

Siapakah Munif Chatib? Bagaimana banyak orang terpana mendengar ide-ide barunya tentang pendidikan? Dan yang cukup mengejutkan, dengan tangan dinginnya mampu mendisain sebuah sekolah yang terbelakang dan bermutu rendah dalam waktu singkat berubah menjadi sekolah yang unggul dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Dalam rangka mengenang kesyahidan Imam Jafar Shadiq as, wartawan IRIB mendapat kesempatan berharga untuk mewawancarai pakar pendidikan yang juga penggagas sistem pendidikan baru Multiple Intelligence (MI) di nusantara. Dia adalah Munif Chatib.

Dalam wawancara ini, Munif Chatib berbicara tentang sosok agung manusia Imam Jafaar Shadiq yang mempunyai banyak murid seperti Abu Hanifah, Malik bin Anas, Jabir bin Hayyan (pakar kimia), Hisyam bin Hakkam (pakar teolog). Selain itu, pakar pendidikan ini juga menjelaskan hubungan pendidikan dengan dengan agama. Ia juga mengkritik sistem SBI (Sekolah Berstandar Internasional.

Di penghujung wawancara, Munif Chatib menjelaskan konsep Multiple Intelligence (MI) yang dikembangkannya dalam sepuluh tahun terakhir ini. Ia juga menjabarkan program-programnya selama ini yang sudah berhasil menetaskan sekolah-sekolah unggul dari keterpurukan.
untuk wawancara lengkah silahkan kunjungi http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25876&Itemid=18

Islamic Boarding School (SMP) yang dikonsultani oleh Bapak Munif Chatib, pakar dan praktisi multiple intelligence di Indonesia, sekolah baru yang memiliki definisi berbeda tentang sekolah unggul/unggulan. bagi SMP Lazuardi Insan Kamil keunggulan sebuah sekolah terletak pada proses bukan pada input (the best proces not the best input).
untuk tahun ajaran 2011-2012 SMP Lazuardi Insan Kamil membuka pendaftaran siswa baru, dan untuk informasi hubungi kami di 0266-6248274
Tips Mendisiplinkan Anak ala Cak Munif Chatib
Kedisiplinan pada dasarnya adalah daya tahan atau KELANGGENGAN sebuah peraturan di jalankan oleh anak kita. Sedangkan peraturan tersebut dapat berupa instruksi lisan atau tertulis.
Banyak orangtua yang merasa puas dan merasa berhasil mendisiplinkan anaknya jika anaknya sudah ‘KETAKUTAN’, ‘menurut’ dan melaksanakan semua peraturan yang sudah diberlakukan oleh orangtua. Anak yang ketakutan dan menjadi penurut apa yang diperintahkan oleh orangtua memang masih menjadi indikator keberhasilan disiplin.

Namun apa benar demikian?

Coba bandingkan dua kondisi di bawah ini.

Kondisi pertama, sebut saja si Iza, seorang putri cantik sekolah di TK yang centil, Iza diperingati oleh mamanya dengan cara yang keras, penuh tekanan dan ancaman untuk tidak membeli makanan (jajan) di sekolah sebab tidak sehat. Dengan penuh ketakutan Iza mengangguk-angguk tanda setuju terhadap peraturan tersebut. Sampai detik terakhir berpisah, sang mama tersebut sempat memberi peringatan disiplin kepada anaknya. “Inget lho pesen mama ya…jangan jajan, awas kalo ketahuan, mama hukum nanti.” Apa yang terjadi ketika Iza sudah di sekolah dan melihat teman-temannya ramai-ramai membeli jajan. Iza ragu-ragu untuk mendekat. Takut ancaman dari mamanya. Tiba-tiba seorang temannya mengajak Iza untuk ikut membeli jajan. Spontan Iza menolak. “Gak boleh ama mama.” Si teman tidak mau kalah. “Mamamu kan gak ada sekarang, jadi gak mungkin tahu, ayo … enak lho jajannya!” Iza langsung menoleh ke kanan ke kiri, begitu dia yakin mamanya tidak ada di sekitarnya, maka dengan senyum bahagia Iza menuruti temannya untuk membeli jajan yang telah dilarang oleh mamanya. Dalam kondisi seperti Iza rapuh dalam kedisiplinannya. Iza masih DAPAT DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGANNYA. Disiplin seperti ini adalah disiplin yang tidak berhasil.

Kondisi kedua, Ela didudukkan dengan manis oleh mamanya, dan diberitahu kalau jajan di luar itu tidak sehat. Jenis-jenis jajanan yang tidak sehat juga diberitahukan oleh sang mama, bahkan ditulis atau ditunjukkan bungkus makanannya. Lalu Ela mendapat informasi juga dari mamanya kenapa makanan/jajan ini tidak sehat. Sang mama memberitahu juga akibat ekstrem apabila anak-anak sering makan jajanan tersebut. Penyakit yang mungkin timbul, penderitaan anak pada saat sakit, kesulitan orangtua pada saat anaknya sakit, dan lain-lain. Bahasa yang disampaikan kepada anak juga lembut, santun dan sangat informatif. Tidak ada paksaan dan dilakukan dalam kondisi si anak santai atau dalam kondisi ‘alfa’. Apa yang terjadi pada saat Ela berada di sekolahnya dan teman-temannya merayu Ela untuk jajan yang sudah di larang oleh mamanya. Ela dengan santainya menjawab, “Aku gak boleh jajan itu ama mamaku, sebab kata mamaku jajanan itu gak sehat, bisa sakit, aku sudah diceritain susahnya kalo sakit, ihhh sedih gitu. Kamu juga kalo bisa gak usah beli jajanan itu. Kalo jajanan yang ada di kantin sekolah itu baru sehat. Kalo di luar ini tidak sehat.” Lalu beberapa teman Ela melongo, mengangguk-angguk dan mengikuti nasihat Ela. Dalam kondisi seperti ini Ela MAMPU MEWARNAI LINGKUNGANNYA dengan kedisiplinannya. Dan disiplin inilah yang berhasil.

Dua macam keberhasilan disiplin

Ada dua macam keberhasilan disiplin, yaitu:

1. Disiplin SEMENTARA

Yaitu upaya disiplin yang mempunyai rentan waktu sementara, setelah itu disiplin akan hilang. Kasus Iza adalah termasuk disiplin sementara. Iza berjanji akan menuruti perintah orangtuanya pada saat keberadaan orangtuanya ada di sekitarnya. Begitu di luar itu, disiplin akan hilang. Penyebab disiplin sementara ini antara lain:

a. Model pemberian peraturan kepada anak yang salah.

Anak usia golden age (0 sampai 7 tahun) model pemberian aturannya dengan learning by doing dan learning by example. Artinya anak belajar disiplin dengan cara melihat perilaku orangtuanya dan mengambil contoh atau teladan dari orangtuanya. Apabila dua hal penting ini tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi peraturan anak, maka secara otomatis anak akan menghindari kedisiplinan.
Anak usia 8 tahun ke atas, peraturan dibuat dalam model-model peraturan tertulis, lisan dengan berbagai macam format yang sangat luwes.
b. Cara pemberlakukan peraturan kepada anak yang salah.

Cara pemberlakuan disiplin yang terlalu bebas, akan mengakibatkan kekuatan peraturan untuk ditaati menjadi lemah. Peraturan yang sudah dibuat sama sekali tidak efektif. Anak tidak akan menghargai peraturan apapun yang berasal dariu orangtuanya dan orang lain.
Cara pemberlakuan disiplin yang terlalu keras dan kaku, juga akan berdampak negatif pada anak. Perasaan tertekan, takut, anak mudah kehilangan kepercayaan diri, tidak punya peluang untuk tumbuh dan berkembang, kepribadian, emosi, akhlak dan rasa kemanusiaannya niscaya tidak akan terbentuk. Selain itu potensi dan bakatnya tidak akan muncul.
Cara pemberlakukan disiplin yang seimbang. Anak diberi pendahuluan pengetahuan kenapa harus ada peraturan yang dimaksud. Peraturan hanya membatasi dan mengatur kebebasan anak. Anak diberi kesempatan untuk menentukan pilihan-pilihan. Dengan disiplin yang seimbang ini, maka anak akan tumbuh menajdi pribadi yang berkembang, bertanggung jawab, menghargai orang lain dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.
c. Tidak adanya apresiasi ketika disiplin tersebut telah dijalankan oleh anak.

Setiap anak yang melakukan upaya disiplin seyogyanya orangtuanya memperhatikan hal itu dan memberikan respon berupa apresiasi.
Apresiasi dapat berupa pujian terhadap perbuatan disiplinnya, sentuhan emosi positif, seperti memeluk, mencium, mengusap rambut dan lain-lain.
2. Disiplin PERMANEN

Yaitu upaya disiplin yang mempunyai rentan waktu relatif panjang. Kasus Ela adalah disiplin yang permanen. Disiplin inilah yang berhasil. Anak mempunyai kedisiplinan internal dalam dirinya. Bahkan mampu menjelaskan kenapa harus disiplin dan mampu menarik orang lain untuk juga melakukan upaya disiplin

Nah … para orangtua, seyogyanya kita semua dapat melihat atau melakukan cek, apakah disiplin yang kita terapkan kepada anak kita termasuk yang SEMENTARA atau TETAP. Perilaku kita sebagai orangtua dalam menerapkan disiplin kepada anak ternyata menjadi kunci utamanya. Semoga menajdi pengetahuan yang berguna.

(Diambil dari posting ayah & bunda fata di Jumat, April 17, 2009)

slamic Boarding School (SMP) yang dikonsultani oleh Bapak Munif Chatib, pakar dan praktisi multiple intelligence di Indonesia, sekolah baru yang memiliki definisi berbeda tentang sekolah unggul/unggulan. bagi SMP Lazuardi Insan Kamil keunggulan sebuah sekolah terletak pada proses bukan pada input (the best proces not the best input).
untuk tahun ajaran 2011-2012 SMP Lazuardi Insan Kamil membuka pendaftaran siswa baru, dna untuk informasi hubungi kami di 0266-6248274
JIKA AKU MENJADI ... By Munif Chatib
oleh Smart Parenting, by Bunda Arifah Handayani pada 09 Juni 2010 jam 8:55

Berawal dari kelalahan yang amat sangat, keliling berbagai daerah di Indonesia untuk mengenalkan SEKOLAHNYA MANUSIA dan menyebarkan virus positif MULTIPLE INTELLIGENCE. Lalu muncul dalam benak dan kenyataan yang dihadapi, bahwa semua orang ingin berubah untuk menjadi baik dan lebih baik. Namun seperti ada tembok raksasa yang menghadang. Penghalang itu mungkin berupa sistem pendidikan yang kurang manusiawi. Atau paradigma pendidikan manusia yang salah. Sebenarnya hati kecil banyak orang sudah merasakan hal tersebut dan mereka ingin berubah.

Sampai-sampai ketika saya kelelahan dengan pekerjaan yang tidak kunjung selesai. Banyak teman bertanya apa yang bisa kami bantu? Lalu tertulislah rentetan jawaban-jawaban pengandaian. Pengandaian memang seperti kebebasan setiap orang dalam bermimpi. Maka inilah jawaban-jawaban pengandaian:

1. Jika aku menjadi orangtua, aku akan memberi anak-anakku kesempatan belajar mengenal orangtuanya lebih dalam dan keluarga. Aku tidak memaksakan anak-anakku sepulang sekolah untuk konsentrasi pada PR-PR nya dan buku ajarnya. Aku akan menjadi orangtua yang tahu bahwa belajar itu banyak caranya. Belajar itu bukan anak kita mengerjakan soal-soal dari pukul 7 malam sampai 10 malam.Sedangkan mereka sudah kelelahan belajar mulai pukul 7 pagi. Aku akan memberi kesempatan anakku bercanda, bersendau gurau dengan keluarga. Entah itu di meja makan, di ruang keluarga atau di teras depan rumah. Kalau perlu pergi keluar menghirup angin malam. Aku mungkin yang akan memulai bercerita tentang bagaimana masa mudah dulu akau bertemu dengan makhluk yang bernama MASALAH. Lalu bagaiman aku satu persatu mampu menyelesaikannya. Atau aku bercerita kepada sang buah hati, betapa sulitnya mencari peluang pasar untuk penjualan produk-produk di perusahaan tempat aku bekerja. Betapa kita semua harus kreatif mengahadapi perusahaan-perusahaan asing yang sudah menyebar ke Indonesia. Lalu bergantian aku ingin mendengar cerita-cerita heboh dari anak-anakku tentang kejadian di sekolah. Tentang perilaku teman-teman sekelasnya. Tentang bagaimana gurunya yang heboh ketika mengajar. Bagaimana setiap pelajaran mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Jika aku menjadi orangtua akan aku lakukan itu semua.

2. Jika aku menjadi guru, aku akan menjelajah dan mencari tahu gaya belajar siswa-siswaku. Lalu aku masuk dalam dunianya, sehingga tidak ada lagi bidangg studi yang sulit, semuanya menyenangkan dan tak terlupakan seumur hidup. Matematika sulit? Itu mitos! Bahasa Inggris sulit? Juga mitos, dan lain-lain. Bukankan bidang studi itu semuanya sama, yaitu butiran-butiran informasi yang disampaikan oleh guru kepada para siswanya. Aku akan menjadi guru yang selalu menservis siswanya. Aku akan menganggap mereka raja. Aku harus menciptakan kondisi bahwa mereka membutuhkan sebuah informasi dan aku adalah pemberi informasi. Aku akan berusaha sekuat mungkin menjelaskan kepada mereka APA MANFAATNYA PELAJARAN ini bagi kita semua. Aku wajib menghindari penjelasan yang abstrak kepada mereka. Untuk itu aku harus menjadi makhluk yg tak boleh berhenti untuk belajar.

3. Jika aku menjadi kepala sekolah, aku harus memimpin sekolah dengan paradigma pendidikan yang benar, menomorsatukan akhlak, bukan nilai-nilai kognitif yang diperoleh dengan tidak jujur. Aku tidak akan bangga dengan nilai-nilai siswaku pada ujian nasional yang tinggi, padahal itu didapat dari ketidak jujuran. Aku harus menghormati dua hal penting yaitu KEWENANGAN dan TUGAS. Aku berusaha menjadi pemimpin guru-guruku tidak dengan memaksa mereka untuk menuruti kemauanku. Apalagi kemauan pribadi. Aku wajib menghindari kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Aku harus memberikan tauladan kebaikan kepada guru-guruku, sebab aku tahu aku adalah seorang pilot dalam pesawat SEKOLAH AIR yang sedang mengangkasa menebus awan pekat dan membuat guncangan hebat, namun harus terus dilewati.

4. Jika aku menjadi owner sekolah/ketua yayasan, aku akan membangun sekolah tidak boleh dengan sebelah mata, harus serius. Sebab di dalamnya ada para guru, ada siswa-siswa, ada wali murid, dan semua itu adalah manusia. Aku akan memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalamnya dan mereka semua adalah keluarga. Jika aku tidak mampu melakukan itu disebabkan kesibukan yang lain, maka aku akan memilih wakilku yang profesional, yang mengerti pendidikan dan memberikan kewenangan padanya untuk menjalankan sekolah tersebut.

5. Jika aku menjadi menteri pendidikan, maka aku akan menjadikan fungsi ujian nasional untuk pemetaan kualitas, bukan untuk standar kelulusan. Aku sadar sulit untuk menghapus unas, sebab banyak orang dan instutusi yang ‘kecripatan’ dana tahunan unas sebagai rezeki rutin. Kalau aku langsung hapus, maka akan ada gelombang protes dari pihak-pihak ini. Aku akan memilih ‘win-win solution’. Unas tetap ada sebab untuk menjaga ‘perut’ yang harus selalu terisi tiap tahun, namun hasilnya untuk ‘mapping’ kualitas. Sedangkan untuk meluluskan berdasarkan kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif siswa adalah guru atau sekolahnya masing-masing. Insyaallah tidak akan ada parade stres setiap tahun. Tidak ada parade ‘bunuh diri’ setiap tahunnya.

6. Jika aku menjadi presiden, aku akan memfokuskan seluruh kekuatan bangsa untuk pembinaan akhlak dan moral rakyat bangsa ini, dari sabang sampai merauke, dan semua lapisan masyarakat. Wadah itu adalah memanusiakan semua sekolah yg ada di bumi ibu pertiwi ini. Program dasar yang merupakan hak asasi setiap manusia yaitu program mencerdaskan anak-anak bangsa dengan menjadikan mereka MANUSIA yang mempunyai dua dimensi, jasmani dan ruhani

Lalu sampai di sini saya hanya ambil nafas dalam-dalam dan seterusnya menyerahkan tulisan ini kepada semua teman-teman, agar dapat memilih JIKA AKU MENJADI ‘APA’

*****

Islamic Boarding School (SMP) yang dikonsultani oleh Bapak Munif Chatib, pakar dan praktisi multiple intelligence di Indonesia, sekolah baru yang memiliki definisi berbeda tentang sekolah unggul/unggulan. bagi SMP Lazuardi Insan Kamil keunggulan sebuah sekolah terletak pada proses bukan pada input (the best proces not the best input).
untuk tahun ajaran 2011-2012 SMP Lazuardi Insan Kamil membuka pendaftaran siswa baru, dan untuk informasi hubungi kami di 0266-6248274
DOA ORANG TUA BUAT ANAK
Agar tenang menghadapi UJIAN NASIONAL
Munif Chatib

Betapa pilu melihat tayangan di TV tentang derai tangis siswa siswi kita menghadapi UJIAN NASIONAL yang akan digelar mulai minggu depan. Mulai jenjang SMA, SMP dan SD. Namun jika boleh jujur yang paling was-was, tidak tenang, sampai jatuh dalam ‘kepikiran’ yang amat sangat adalah para orangtua. Untuk itu saya mencoba urun rembuk ‘ketenangan psikologis’ orangtua yang mempunyai anak yang akan melaksanakan UJIAN NASIONAL. Kali ini saya tuliskan bait-bait munajat doa buat buah hati kita, investasi kita terbaik dunia akhirat, yaitu anak-anak kita. Semoga membantu memberi ketenangan.

Ya Allah…
Berikanlah ketenangan pada aku dan pada diri anakku
Menghadapi satu tahapan penting dalam kehidupannya
Kuatkan tubuh anakku … hindarkan dari sakit
Dan jauhkan hamba ini dari perilaku
yang membuat buah hatiku sakit
Sakit fisiknya … sakit hatinya …

Ya Allah ampuni hambamu …
Yang malah membebani anakku dengan perintah perintah
Padahal sudah bongkok pundak anakku memanggul beban
Yang malah membebani anakku dengan makian-makian
Padahal mereka sekarang butuh ceria, canda dan tawa

Ya Allah sadarkan nurani dan pikiranku …
Terangkan dan buat sejuk hatiku
Kala melepas anakku pergi sekolah
Kala menerima anakku pulang sekolah
Sadarkan dalam pikiranku ya Allah ..
Bahwa anakku pergi berjuang
Bahwa anakku pulang dalam kelelahan

Ampuni hamba ini ya Allah …
Yang menyambut pahlawannya dengan tekanan
Yang menyambut pahlawannya dengan marah
Yang tidak memberi kesempatan pahlawannya
istirahat barang sejenak

Hamba tahu bahwa ujian nasional itu penting
Namun jangan sampai merusak hubungan aku dengan anakku
Jangan sampai membuat lubang menganga dalam hati anakku
Sehingga mereka menjadi manusia peragu
Sehingga mereka menjadi manusia penakut
Sehingga mereka menjadi manusia
yang tak punya kepercayaan diri
Sehingga mereka merasa menjadi manusia lemah dan bodoh

Ya Allah …
Karuniakan kata-kata yang sejuk yang keluar dari mulut hamba
Untuk membantu anak hamba yang sedang butuh bantuan
Untuk mendinginkan panasnya mentari yang membakar otaknya
Untuk memberi semangat bahwa anakku harus berhasil
Untuk memberi pengertian bahwa yang terpenting adalah proses
Untuk memberi keteduhan kala harapan yang tinggi tak tergapai

Ya Allah …
Patrikan hambamu keyakinan
Bahwa anak kami akan melewati ujian ini dengan tenang
Bahwa anak kami akan mampu melewati titian berikutnya
Bahwa anak kami pasti akan menemukan
kondisi akhir terbaiknya
Bahwa kami dan anak kami siap menerima segala takdirmu
Setelah kami dan anak kami berusaha sekuat mungkin
Apapun keputusanMu Ya Allah …
Kami yakin akan ada hujan hikmah buat kami sekeluarga
Amien

Posted in Teruntuk Ayah Bunda, Teruntuk Guru, Teruntuk Siswa, Waktu ku ...

« MATERI HEALTY LIFE DI SMP LIK SUKABUMI
sebuah Islamic Boarding School (SMP) yang dikonsultani oleh Bapak Munif Chatib, pakar dan praktisi multiple intelligence di Indonesia, sekolah baru yang memiliki definisi berbeda tentang sekolah unggul/unggulan. bagi SMP Lazuardi Insan Kamil keunggulan sebuah sekolah terletak pada proses bukan pada input (the best proces not the best input).
untuk tahun ajaran 2011-2012 SMP Lazuardi Insan Kamil membuka pendaftaran siswa baru, dna untuk informasi hubungi kami di 0266-6248274